Mahasiswa Al-Azhar Kairo Gelar Wisuda dan Talkshow Ekonomi Syariah

Mahasiswa Al-Azhar Kairo Gelar Wisuda dan Talkshow Ekonomi Syariah

Kairo, 25 April 2017/28 Rajab 1438H

 

Mahasiswa Al-Azhar Kairo Gelar Wisuda dan Talkshow Ekonomi Syariah

IG HENISEPTA

Hidayatullah.com–Menyadari pentingnya Ilmu ekonomi, mahasiswa jurusan syariah di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir mengadakan kajian ekonomi syariah di Kairo.

Kajian biasanya diadakan sekali sepekan dan mengambil waktu sekitar dua tahun. Topik yang dibahas beragam mulai dari pengenalan ilmu ekonomi, perbankan hingga pasar modal syariah. Kajian ini sudah dimulai sejak 2000 dibawah naungan PAKEIS (Pusat Kajian Ekonomi Islam) – ICMI Orsat Kairo yang saat ini dipimpin oleh Muhammad Rakhmat Alam, mahasiswa jurusan Syariah tingkat akhir di Al Azhar.

Hari Rabu kemarin ini digelar acara wisuda untuk Angkatan 9 dan 10 yang sebelumnya diawali dengan acara talkshow oleh Luqyan Tamanni dan Murniati Mukhlisin, motivator Sakinah Finance.

Baca:  Sakinah Finance, Tips Mengatur Keuangan Keluarga Agar Lebih Berkah

Acara talkshow dan wisuda yang diadakan di Wisma Nusantara, gedung wakaf ICMI Orsat Kairo ini dihadiri 24 wisudawan dan wisudawati.

Rahmat Alam mengatakan bahwa ilmu ekonomi ini diharapkan untuk dapat membekali mereka masuk ke kancah ekonomi di tanah air.

Motivasi senada disampaikan Ahmad Budiman dalam sambutannya mewakili ICMI Orsat Kairo yang berdasarkan perkataan ulama bahwa “maa a’zhama hadza ad diin law kaana fihi rijal” (betapa agung nya agama ini jika terdapat para tokoh di dalam nya).

Baca: Tujuh Prinsip Keuangan Keluarga

Untuk itu Murniati mengajak para wisudawan dan wisudawati dan semua yang hadir untuk menyebarkan ilmu syariah khususnya seluk beluk fiqh muamalah yang didapat untuk dapat menjadi rujukan bagi pembuat keputusan, praktisi ekonomi syariah dan keluarga – keluarga Indonesia pada umumnya.

Dengan makin banyaknya pakar syariah yang aktif di industri diharapkan akan mempercepat terwujudnya keuangan syariah yang kaaffah, tutup Murniati.*

Rep: Ahmad

Editor: Cholis Akbar

Suara Hidayatullah

Republika

PAKEIS Orsat Kairo Menyelenggarakan Wisuda Angkatan ke-IX

fatahillahbn Selasa, April 25, 2017 Headline, Kabar masisir, News, suara PPMI

Suara PPMI Kairo – Pusat kajian Ekonomi Syariah (PAKEIS) sukses mengadakan  acara wisuda akbar bagi masisir yang telah menyelesaikan beberapa level selama 4 semester untuk angkatan IX.Acara ini diadakan pada Selasa (25/4) yang bertempat di Wisma Nusantara, dengan menghadirkan Dr. Luqyan Tamanni dan Dr. Muniarti Mukhlisin, M,Acc sebagai pemateri yang memberi pengarahan dengan Talk Show yang bertemakan “Solusi Mudah Mengelola Keuangan Keluarga Secara Islami”.

“Sakinah finance merupakan sebuah buku yang kami tulis atas dasar pengalaman hidup selama masa studi, dan menikah bersama ketika berada di Inggris. Intinya, sakinah finance mencoba memberikan solusi yang terbaik dalam membangun rumah tangga dalam mewujudkan target-target yang ingin dicapai dalam perolehan setahun, lima tahun, bahkan untuk sepuluh tahun mendatang”. Ungkap Luqyan

Dalam pemaparannya, Dr. Muniarti menambahkan bahwa ekonomi syariah yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dalam setiap aspek maqasid syariah, dan menjadi bagian penting keuangan, adalah hal yang subtansi dalam kehidupan sehari-hari, terlebih pada awal pernikahan.  Begitupunjuga hutang yang menjadi unsur permasalahan yang dihadapi setiap manusia, jadi mulailah membuat pencatatan dan tulislah target yang ingin dicapai dalam memberikan solusi dalam berkeluarga.

Direktur pakeis Orsat Cairo juga mengungkapkan, “Peranan kalian, para wisudawan dan wisudawati, sangatlah penting untuk membangun bangsa dan tanah air di Indonesia, dan pakeis menjadi pusat dalam mengelola sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga harus dibangun dari sini untuk dapat menambah wawasan keilmuan tentang ekonomi syariah” Ungkap Rahmat Alam

Acara yang dimulai pukul 11.00 Clt hingga pukul 16.00 Clt tersebut hanyut dengan gubahan dan pemaparan yang sangat detail dari para pemateri, sehinga tak terasa waktu sudah berakhir dan dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab. Kemudian  kegiatan ini ditutup  dengan pemberian sertifikat kepada para wisudawan/wati, dan perfotoan bersama. (Defri Ramadhan)

Sakinah Finance Radio Talk; Membangun Bangsa Dengan Ekonomi Islam

Saatnya Membangun Bangsa Indonesia Dengan Ekonomi Islam

Selasa, 3 Januari 2017 06:55 WIB

Saatnya Membangun Bangsa Indonesia Dengan Ekonomi Islam

Ilustrasi – Para pengunjung saat melihat pameran buku “Bogor Islamic Book Fair 2016” di Plaza Masjid Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat. (ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/Dok).

Persoalannya bukan hanya mengenai pembayaran hutang dan bunga setiap tahun, tetapi juga tentang pemenuhan syarat (conditionality) yang harus dilakukan untuk menjadikan Indonesia negara tidak mandiri.

London (Antara Megapolitan) – Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya (KIBAR-UK) di awal tahun menggelar talkshow online dengan tema utama “Membangun Bangsa dengan Ekonomi Islam”,   menghadirkan dua pegiat keuangan Islam, Luqyan Tamanni dan Murniati Mukhlisin.

Kedua pembicara yang tengah menyelesaikan studi dan bertugas di Inggris itu sepakat saatnya pembangunan Bangsa Indonesia menerapkan  konsep ekonomi Islam yang lebih realistis dan berkeadilan serta jauh lebih baik dari konsep ekonomi neo-liberal yang dianut saat ini.

Ketua KIBAR-UK yang menjadi moderator talk show, Arif Abdullah, kepada Antara London, Selasa mengatakan KIBAR-UK sejak tahun 2016 rutin mengadakan kajian dan talkshow  mengambil waktu Dhuha dan mendapatkan sambutan tidak saja dari keluarga Muslim di Britania Raya tetapi juga dari berbagai negara di Eropa dan Amerika Utara.

Luqyan Tamanni, PhD kandidat bidang Keuangan Mikro Islam di University of Glasgow mengulas masalah praktik ekonomi Islam dari tataran makro yang bisa dikembangkan di Indonesia termasuk solusi penyelesaian hutang luar negeri.

Dikatakannya untuk menerapkan ekonomi Islam ada beberapa paradigma yang harus ditinjau ulang, misalnya tentang obsesi terhadap pertumbuhan dan “deficit financing” yang sekarang diterapkan.

Alhasil, untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tumbuh dengan baik, langkah yang banyak diambil banyak negara adalah menggenjot tingkat konsumsi rumah tangga untuk juga harus naik.

Selain itu, “growth focus” juga menjadikan defisit sebagai keniscayaan dan ketika pendapatan negara tidak mencukupi maka hutang menjadi solusi.

“Persoalannya bukan hanya mengenai pembayaran hutang dan bunga setiap tahun, tetapi juga tentang pemenuhan syarat  (conditionality) yang harus dilakukan untuk menjadikan Indonesia negara tidak mandiri,” ujar Luqyan,

Dengan adanya syarat hutang dengan Jepang misalnya, Indonesia tidak kuasa menolak mobil produksi negara debitur untuk masuk ke Indonesia. Jadi tidak heran kalau kemacetan bertambah terus walau jalanan makin banyak dibuat, tambah Luqyan.

Kesimpulannya, bangsa Indonesia mempunyai banyak alasan untuk mempertimbangkan konsepsi yang dibangun dalam diskursus ekonomi Islam. Kemandirian dan kemakmuran bangsa adalah amanat konstitusi, yang semangatnya sudah ada dalam ekonomi Islam.

Pemerintah dan pengambil kebijakan juga perlu merubah mindset secara perlahan, terutama hasrat berhutang. Lebih baik menggunakan resources yang ada untuk memacu pertumbuhan dan kestabilan ekonomi nasional. Ekonomi Islam memberikan banyak instrumen untuk mencapai tujuan tersebut.

Panelis kedua, Murniati Mukhlisin, Dosen Akuntansi Islam STEI Tazkia yang saat ini  bertugas di Inggris menjelaskan pentingnya peranan keluarga Indonesia untuk memastikan kontribusi ekonomi Islam untuk pembangunan bangsa.

Keluarga Indonesia harus banyak belajar tentang apa saja yang menjadi larangan dalam bertransaksi keuangan, baik jenis dari transaksi keuangan syariah, masalah zakat maupun persoalan hutang.

Hal ini penting supaya para keluarga dapat mempraktikkan ekonomi secara Islami di lingkungan sendiri, ekonomi berbasis masyarakat, berwirausaha dengan menggunakan akad Islami.

Selain itu  menjadikan lembaga keuangan syariah yang ada sebagai mitra. Persoalan bank syariah yang belum sepenuhnya syariah harusnya diberi solusinya oleh keluarga ini dengan cara membesarkannya bersama-sama.

Murniati mengatakan  walau hutang diperbolehkan dalam Islam, namun hutang yang berlebihan itu dilarang  Rasulullah SAW. Sehingga ada doa untuk dapat jauh dari hutang.

Di dalam Kitab Al-Muwatta Imam Malik, Umar bin Khattab menyebutkan hutang itu dimulai dengan ketakutan dan diakhiri dengan perseteruan, dan kalau kita pikir-pikir sama persis apa yang banyak dialami oleh banyak keluarga Indonesia, ujar Murniati.

Rekaman dari acara talkshow ini dapat dilihat di Youtube untuk  memberikan kesempatan bagi yang tidak sempat mendengarkan dapat menikmati siaran.

Selain talkshow dan kajian keilmuan, KIBAR-UK juga mengadakan berbagai aksi kemanusiaan seperti  penggalangan dana untuk masyarakat Muslim yang terkena bencana atau musibah lainnya, baik di Indonesia, Myanmar, Suriah, dan negara lain. (Ant).

Editor: M. Tohamaksun

COPYRIGHT © ANTARA 2017

http://megapolitan.antaranews.com/berita/26425/saatnya-membangun-bangsa-indonesia-dengan-ekonomi-islam?utm_source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news

 

Diterbitkan juga di:

Republika: http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/syariah-ekonomi/17/01/03/oj6cbv396-saatnya-bangun-bangsa-indonesia-dengan-ekonomi-islam

15747757_1334550406609312_456008874461327037_n

Mukmin Kuat dari Andalusia

rayyan.jpg

Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, Sakinah Finance, Colchester – Inggris di Andalusia

Seperti yang sudah direncanakan, artikel Sakinah Finance yang lalu “Ummat Islam itu Harus Kaya” berlanjut pekan ini. Sebagian kita mungkin sudah pernah membaca sejarah kejayan Islam al-Andalus atau dikenal sekarang sebagai Andalusia, sebuah provinsi di Spanyol. Bahkan sebagian sudah hijrah, bekerja, studi atau melancong ke sana. Pelajaran apa saja yang dapat kita petik? Siapa saja Mukmin Kuat pada masa itu? Mari lihat kupasan Sakinah Finance kali ini.

Mari kita ke Cordoba
“One minute you are in Arabia, the next in Christendom” demikian sepenggal kalimat dari Globetrotter Travel Guide yang menceritakan La Mezquita, satu masjid raksasa yang masih tersisa di Cordoba, Andalusia, Spanyol. “Muslims are not allowed to pray inside” jerit petugas keamanan ketika melihat kami menunjukkan tiket masuk.

Sebelum abad ke-15, sebelum jatuhnya al-Andalus (Seville, Cordoba, Toledo, Malaga, Murcia, Granada, dan lainnya), masjid megah itulah yang memanggil para Muslim untuk sholat, di antara 600 masjid lainnya yang dibangun di Cordoba.

Peradaban dunia dibangun di sini CLICK TO TWEET
Sebelum itu, selama 781 tahun al-Andalus berada dalam pemerintahan Islam, di mana peradaban dunia dibangun, karya seni bertebaran, pendidikan dan pusat bisnis berkembang, penduduk hidup aman dan saling menghormati walau agama berlainan. Tariq ibn Ziyad lah yang memulai peradaban itu.

Abd ar-Rahman I seorang sultan dari Damaskus yang membangun Masjid Agung Cordoba pada tahun 756. Berkat keahlian para ahli pahat dan seni ukir, serta arsitek Islami, tak pernah puas mata menerawang bagaimana tempat wudhu digunakan, azan dikumandangkan di menara menjulang tinggi serta mihrab dihadapkan sebagai petanda arah kiblat yang bertatahkan emas, kristal dan keramik.

Menurut Alias dan Hikmah, 2013 di masa kedaulatan al-Andalus periode tahun 912-1013, Abdurrahman An-Nashir mendirikan Universitas Cordoba yang perpustakaannya memiliki ratusan ribu buku.

Mari beranjak ke Granada
Di Istana Alhambra (al-Hamra dalam bahasa Arab artinya Istana Merah), Granada, lagi-lagi pengunjung dibuat tercengang. Arsitek lulusan manakah yang dengan rapinya menorehkan pisau – pisau pahat di atas batu bata tanah liat bertuliskan “Wa laa ghaaliba illallah” di sekeliling istana itu 800 tahun yang lalu? Namun tulisan yang berarti “Tidak ada yang menang selain Allah” itu tidak lagi menjadi slogan setelah Raja Ferdinand dan Ratu Isabella menaklukan kerajaan Islam terakhir di wilayah tersebut pada tahun 1492.

Sekejap ke Seville
Bergerak ke arah selatan, nampak Istana Alcazar yang bersebelahan dengan Gereja Katedral Sevilla yang saat ini merupakan gereja terbesar ketiga di dunia. Nampak jelas sebuah menara berdiri tegak di sebelahnya yang dahulunya adalah menara masjid digunakan untuk memanggil para penghuni Alcazar dan rakyat untuk sholat.

rayyan

Lagi-lagi, ukiran seni dan arsitektur apik nampak di sekitar Alcazar, dikerumuni taman-taman bunga dan buah-buahan serta kolam ikan dan air mancur juga kolam besar bergaya gothic tempat menyejukan diri saat udara panas.

Ini sumbangan Islam era Andalusia pada dunia CLICK TO TWEET

Apa saja sumbangan al-Andalus?
Ternyata di kota – kota inilah lahir pakarnya ilmu pengetahuan yang menjadi cikal bakal ilmu pengetahuan modern. Dari Ensiklopedia Peradaban Islam karangan Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec dan Tim Tazkia di Volume 9 Andalusia, disebutkan nama-nama ahli sastra Ibn Hazm, Ibn Abdi Rabbihi, ahli astronomi Ahmad Ibn Nasr dan Az-Zarqali, dan ahli filsafat Ibn Rusyd, At-Turtusi, Ibn Bajah, Ibn Tufail.

Baca juga Ensiklopedia Peradaban Islam karya @SyafiiAntonio CLICK TO TWEET

Nampak riset apik dilakukan oleh Tim Tazkia yang dapat menjadi rujukan bagi yang ingin mendalami sejarah peradaban Islam di berbagai belahan dunia seperti Andalusia serta Makah, Madinah, Yerusalem, Damaskus, Baghdad, Kairo, Istanbul, Persia, Cina Muslim. Tentu saja kita dapat jadikan bahan baca sebelum pergi melancong ke tempat – tempat tersebut.

Tak asing nama – nama ahli kimia dan kedokteran kita dapatkan di Volume 9 itu seperti Ibn Sina, al-Razi, Ibn al-Baitar, Abbas bin Firnas, Jabr Ibn Hayyan. Begitu juga ahli bidang botani seperti at-Tighnari, al-Gharnati, Ahmad Ibn Hajjaj, dan al-Isybily. Disebutkan Ziryab atau Abu al-Hasan Ali bin Nafi’ berjasa memperkenalkan gaya busana dan tata rambut di benua Eropa disamping memperkenalkan penemuan pasta gigi dan deoderan.

Luar biasa, walau tanpa teknologi, tanpa fasilitas seperti sekarang ini mereka dapat menjadi para pakar rujukan dunia dalam bidangnya. Saat ini, walau sayup-sayup dan tanpa disadari, kita ternyata menikmati hasil karya mereka, sebagai ummat dunia.

Apa tugas kita?
Sesungguhnya sebuah anjuran bagi kita untuk berjalan di muka bumi untuk memperhatikan bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan para rasul dan melupakan Allah SWT seperti yang telah disebut di dalam Al-Qur’an diantaranya QS Ali Imran (3): 137, QS Al-An’am (6): 11, QS Yunus (10): 101; QS Yusuf (12): 109; QS Al-Hajj (22): 46; QS Al-Ankabut (29): 20; QS Al-Ankabut (29): 20; QS An-Naml (27): 69; QS Ar-rum (30): 42; Al-Fathir (35): 44; QS Al-Ghafir (40): 82; QS Muhammad (47): 10. Semoga kupasan singkat kali ini dapat memberikan manfaat.

Penting sekali belajar Alquran! CLICK TO TWEET

Teringat supir taksi yang mengantarkan kami ke Istana Alhambra, mengaku keturunan Arab, suka mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang disuarakan Sudais katanya, kini memilih menjadi ateis (tidak percaya Tuhan) menyampaikan pesan luar biasa kepada kami: “Es importante aprender Coran”, “Penting sekali belajar Al-Qur’an”. Diulanginya lagi sebelum kami turun dari taksinya, “Recuerde, es importante aprender Coran”, “Ingat, penting sekali belajar Al-Qur’an”. Tak peduli siapa dia, sungguh sebuah pesan luar biasa untuk kami dan bagi kita semua, bagaimana? Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Read more: http://sakinah.mysharing.co/14776/mukmin-kuat-dari-andalusia-spanyol/#ixzz4Oz5YfY74

 

Republika

Suara Islam

Hidayatullah