Mukmin Kuat dari Andalusia

rayyan.jpg

Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, Sakinah Finance, Colchester – Inggris di Andalusia

Seperti yang sudah direncanakan, artikel Sakinah Finance yang lalu “Ummat Islam itu Harus Kaya” berlanjut pekan ini. Sebagian kita mungkin sudah pernah membaca sejarah kejayan Islam al-Andalus atau dikenal sekarang sebagai Andalusia, sebuah provinsi di Spanyol. Bahkan sebagian sudah hijrah, bekerja, studi atau melancong ke sana. Pelajaran apa saja yang dapat kita petik? Siapa saja Mukmin Kuat pada masa itu? Mari lihat kupasan Sakinah Finance kali ini.

Mari kita ke Cordoba
“One minute you are in Arabia, the next in Christendom” demikian sepenggal kalimat dari Globetrotter Travel Guide yang menceritakan La Mezquita, satu masjid raksasa yang masih tersisa di Cordoba, Andalusia, Spanyol. “Muslims are not allowed to pray inside” jerit petugas keamanan ketika melihat kami menunjukkan tiket masuk.

Sebelum abad ke-15, sebelum jatuhnya al-Andalus (Seville, Cordoba, Toledo, Malaga, Murcia, Granada, dan lainnya), masjid megah itulah yang memanggil para Muslim untuk sholat, di antara 600 masjid lainnya yang dibangun di Cordoba.

Peradaban dunia dibangun di sini CLICK TO TWEET
Sebelum itu, selama 781 tahun al-Andalus berada dalam pemerintahan Islam, di mana peradaban dunia dibangun, karya seni bertebaran, pendidikan dan pusat bisnis berkembang, penduduk hidup aman dan saling menghormati walau agama berlainan. Tariq ibn Ziyad lah yang memulai peradaban itu.

Abd ar-Rahman I seorang sultan dari Damaskus yang membangun Masjid Agung Cordoba pada tahun 756. Berkat keahlian para ahli pahat dan seni ukir, serta arsitek Islami, tak pernah puas mata menerawang bagaimana tempat wudhu digunakan, azan dikumandangkan di menara menjulang tinggi serta mihrab dihadapkan sebagai petanda arah kiblat yang bertatahkan emas, kristal dan keramik.

Menurut Alias dan Hikmah, 2013 di masa kedaulatan al-Andalus periode tahun 912-1013, Abdurrahman An-Nashir mendirikan Universitas Cordoba yang perpustakaannya memiliki ratusan ribu buku.

Mari beranjak ke Granada
Di Istana Alhambra (al-Hamra dalam bahasa Arab artinya Istana Merah), Granada, lagi-lagi pengunjung dibuat tercengang. Arsitek lulusan manakah yang dengan rapinya menorehkan pisau – pisau pahat di atas batu bata tanah liat bertuliskan “Wa laa ghaaliba illallah” di sekeliling istana itu 800 tahun yang lalu? Namun tulisan yang berarti “Tidak ada yang menang selain Allah” itu tidak lagi menjadi slogan setelah Raja Ferdinand dan Ratu Isabella menaklukan kerajaan Islam terakhir di wilayah tersebut pada tahun 1492.

Sekejap ke Seville
Bergerak ke arah selatan, nampak Istana Alcazar yang bersebelahan dengan Gereja Katedral Sevilla yang saat ini merupakan gereja terbesar ketiga di dunia. Nampak jelas sebuah menara berdiri tegak di sebelahnya yang dahulunya adalah menara masjid digunakan untuk memanggil para penghuni Alcazar dan rakyat untuk sholat.

rayyan

Lagi-lagi, ukiran seni dan arsitektur apik nampak di sekitar Alcazar, dikerumuni taman-taman bunga dan buah-buahan serta kolam ikan dan air mancur juga kolam besar bergaya gothic tempat menyejukan diri saat udara panas.

Ini sumbangan Islam era Andalusia pada dunia CLICK TO TWEET

Apa saja sumbangan al-Andalus?
Ternyata di kota – kota inilah lahir pakarnya ilmu pengetahuan yang menjadi cikal bakal ilmu pengetahuan modern. Dari Ensiklopedia Peradaban Islam karangan Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec dan Tim Tazkia di Volume 9 Andalusia, disebutkan nama-nama ahli sastra Ibn Hazm, Ibn Abdi Rabbihi, ahli astronomi Ahmad Ibn Nasr dan Az-Zarqali, dan ahli filsafat Ibn Rusyd, At-Turtusi, Ibn Bajah, Ibn Tufail.

Baca juga Ensiklopedia Peradaban Islam karya @SyafiiAntonio CLICK TO TWEET

Nampak riset apik dilakukan oleh Tim Tazkia yang dapat menjadi rujukan bagi yang ingin mendalami sejarah peradaban Islam di berbagai belahan dunia seperti Andalusia serta Makah, Madinah, Yerusalem, Damaskus, Baghdad, Kairo, Istanbul, Persia, Cina Muslim. Tentu saja kita dapat jadikan bahan baca sebelum pergi melancong ke tempat – tempat tersebut.

Tak asing nama – nama ahli kimia dan kedokteran kita dapatkan di Volume 9 itu seperti Ibn Sina, al-Razi, Ibn al-Baitar, Abbas bin Firnas, Jabr Ibn Hayyan. Begitu juga ahli bidang botani seperti at-Tighnari, al-Gharnati, Ahmad Ibn Hajjaj, dan al-Isybily. Disebutkan Ziryab atau Abu al-Hasan Ali bin Nafi’ berjasa memperkenalkan gaya busana dan tata rambut di benua Eropa disamping memperkenalkan penemuan pasta gigi dan deoderan.

Luar biasa, walau tanpa teknologi, tanpa fasilitas seperti sekarang ini mereka dapat menjadi para pakar rujukan dunia dalam bidangnya. Saat ini, walau sayup-sayup dan tanpa disadari, kita ternyata menikmati hasil karya mereka, sebagai ummat dunia.

Apa tugas kita?
Sesungguhnya sebuah anjuran bagi kita untuk berjalan di muka bumi untuk memperhatikan bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan para rasul dan melupakan Allah SWT seperti yang telah disebut di dalam Al-Qur’an diantaranya QS Ali Imran (3): 137, QS Al-An’am (6): 11, QS Yunus (10): 101; QS Yusuf (12): 109; QS Al-Hajj (22): 46; QS Al-Ankabut (29): 20; QS Al-Ankabut (29): 20; QS An-Naml (27): 69; QS Ar-rum (30): 42; Al-Fathir (35): 44; QS Al-Ghafir (40): 82; QS Muhammad (47): 10. Semoga kupasan singkat kali ini dapat memberikan manfaat.

Penting sekali belajar Alquran! CLICK TO TWEET

Teringat supir taksi yang mengantarkan kami ke Istana Alhambra, mengaku keturunan Arab, suka mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang disuarakan Sudais katanya, kini memilih menjadi ateis (tidak percaya Tuhan) menyampaikan pesan luar biasa kepada kami: “Es importante aprender Coran”, “Penting sekali belajar Al-Qur’an”. Diulanginya lagi sebelum kami turun dari taksinya, “Recuerde, es importante aprender Coran”, “Ingat, penting sekali belajar Al-Qur’an”. Tak peduli siapa dia, sungguh sebuah pesan luar biasa untuk kami dan bagi kita semua, bagaimana? Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Read more: http://sakinah.mysharing.co/14776/mukmin-kuat-dari-andalusia-spanyol/#ixzz4Oz5YfY74

 

Republika

Suara Islam

Hidayatullah

Ummat Islam Itu Harus Kaya

islamic-finance-5-cara-kaya-menurut-islam

Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, Konsultan Sakinah Finance, Colchester-Inggris

Masyarakat Indonesia yang bermukim di Derby-Leicester-Nottingham (Pe-DLN) UK memiliki kajian pekanan yang diselenggarakan secara online. Pada kajian Jumat pekan lalu, kami membicarakan posisi dan peranan ummat Islam saat ini dengan mengundang ustad Yusuf Mansur sebagai pembicara tamu.

Ustaz mengingatkan tentang kekuatan doa dan asmaul husna yang harusnya menjadi pegangan ummat Islam khususnya ummat Islam Indonesia supaya dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi saat ini. Dalam kesempatan tanya jawab, salah seorang anggota kajian, Nurisma Fira, dokter umum sekaligus penulis yang tinggal di Colchester menyampaikan kepada sang Ustaz bahwa dia sering mendapatkan pertanyaan dari para ilmuwan sekuler di Inggris tentang peranan Islam dalam kemajuan peradaban ummat Islam sendiri.

Apa peran Islam terhadap kemajuan peradabannya sendiri? CLICK TO TWEET
Ilmuwan tersebut lebih lanjut menyatakan bahwa negara-negara barat yang secara kasat mata tidak ada peran Islam di dalam kehidupan masyarakatnya menujukkan kemajuan dalam peradaban sementara negara-negara Muslim yang kehidupannya diwarnai Islam bisa dikatakan tertinggal jauh dari negara-negara barat tersebut.

Menanggapi pertanyaan tersebut diatas, ustaz menjelaskan bahwa tidak tepat jika mengatakan bahwa ummat Islam saat ini tidak maju dan terbelakang. Sama seperti ummat agama lainnya, ummat Islam di seluruh dunia juga mencapai kemajuan-kemajuan di segala bidang kehidupan. Selain itu, ummat Islam juga berperan aktif dalam peningkatan kemashalatan ummat manusia. Namun, sayangnya keberhasilan-keberhasilan tersebut miskin publikasi oleh media-media saat ini.

Pendapat ustaz mungkin adabenarnya. Namun, ada baiknya kita juga kita membaca kondisi ummat Islam di berbagai belahan dunia yang dikutip media-media sebagai sarana muhasabah agar kita setidaknya termotivasi untuk mengambil langkah-langkah strategis untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan tadi.

Apa kata media?

Saat ini media menyatakan bahwa jumlah orang miskin di dunia mayoritas ditemukan dari negara-negara dengan sebagian besar penduduknya beragama Islam. Business Insider UK melaporkan bahwa separuh dari 25 negara termiskin di dunia saat ini adalah negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam.

Mayoritas penduduk miskin dunia adalah orang Islam! CLICK TO TWEET
Miskinnya ummat Islam juga tergambar dari daftar orang terkaya di dunia yang marak dibuat media. Dari daftar tersebut, keterwakilan ummat Islam masih beraada pada tingkat yang rendah. Sebagai contoh, dari 50 Orang Terkaya Indonesia Versi Majalah Forbes Tahun 2015, jumlah orang Islam yang masuk dalam daftar tersebut bisa dihitung dengan jari. Posisi pertama dari 50 orang tadi, diduduki oleh Keluarga Hartono (Non-Muslim) pemilik perusahan rokok Djarum dan pemegang saham terbesar Bank Central Asia. Sedangkan Muslim yang masuk dalam list tersebut berada pada urutan ke-empat, Chairul Tanjung, pemilik Bank Syariah Mega Indonesia, Trans TV, dan bisnis lainnya yang kemudian diikuti oleh Achmad Hamami dan Keluarga di peringkat ke-24.

Tahun 2016 kembali Majalah Forbes melaporkan hasil risetnya tentang 100 Milyarder di Dunia Dalam Bidang Teknologi dengan total aset gabungan sebesar USD 892 milyar. Keseratus Milyader tersebutternyata berasal dari 11 negara yang tidak satu pun negara Islam (baca: Amerika Serikat (51 orang), Cina (19 orang), Kanada (5 orang), Jerman (4 orang), Korea Selatan (3 orang), Jepang (3 orang), Hong Kong (3 orang), Taiwan (2 orang), Israel (2 orang), India (2 orang), Australia (2 orang), dan Inggris Raya, Singapura, Rusia, Brazil masing – masing 1 orang).

Dalam ulasan Sakinah Finance beberapa waktu yang lalu dengan judul “Bukan Sekadar Sholat Jenazah” disebutkan bahwa hampir 80 persen dari biaya umrah, menyumbang kepada penyedia produk dan jasa yang notabene nya bukan dari pengusaha Muslim. Hal ini menunjukan ketergantungan ummat yang begitu besar pada sistem yang bukan dikuasai ummat Islam sendiri, dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari bahkan hingga pada penyelenggaraan ibadah haji dan dan umroh.

Selain dibidang ekonomi dan jasa, di bidang ilmu pengetahuan pun peran ummat Islam masih kecil sekali. Dari1360 Highly Cited Researchers (peneliti yang paling banyak dikutip karyanya) yang dikeluarkan Google Scholar bulan Juni 2016, peran peniliti Muslim atau peneliti dari universitas Islam masih sangat rendah, nyaris tidak terdeteksi.

Ummat itu harus kaya dan kuat

Nurlinawati Yunus seorang peneliti yang saat ini bermukim di Jerman dan juga aktif dalam pengajian PeDLN berpendapat bahwa ummat Islam itu harus kaya dan kuat. Setuju? Mari kita lihat ulasan berikut.

Ummat Islam harus kaya dan kuat, setuju? CLICK TO TWEET
Ada hadits yang menyatakan bahwa: Orang-orang faqir kaum Muslimin akan memasuki surga sebelum orang-orang kaya (dari kalangan kaum Muslimin) selama setengah hari, yaitu lima ratustahun (Hadits hasan shahîh, HR At-Tirmidzi No. 2353, 2354 dan HR Ibnu Majah No. 4122). Hal ini dikarenakan banyaknya harta si kaya yang perlu dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan waktu yang lama.

Namun hadits tersebut hendaknya tidak dijadikan pegangan supaya tidak perlu mengejar kekayaan dunia karena di hadits lain Rasulullah SAW bersabda: Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan (HR. Muslim No. 2664, HR Ahmad No. 370, HR Ibnu Majah No. 79, shahih). Kuat di sini dimaknai dari segi keyakinan, perkataan dan perbuatan yang semuanya harus dilakukan dengan sebaik-baiknya(konsep itqon).

Salah satu untuk menjadi Mukmin yang kuat itu adalah menjadi kaya hati, harta dan ilmu. Kaya dunia bukan diletakkan di hati tetapi di tangan karena dunia hanyalah tempat senda gurau, karena hanya kampung akhiratlah tempat yang terbaik (QS Al-An’am (6): 32).

Muslim harus kaya agar dapat mendominasi ekonomi Indonesia bahkan dunia! CLICK TO TWEET
Berikut beberapa alasan mengapa ummat Islam itu harus jadi Mukmin yang kuat dalam hal harta:

Untuk menjalankan rukun Islam yang sempurna karena Muslim yang kaya dapat mengeluarkan zakat, sedekah, wakaf, berhaji dan ibadah lainnya.
Agar dapat mengenyam pendidikan yang baik, sehingga selain kaya harta, mereka juga kaya ilmu (QS Al-Mujadalah (58):11, QS At-Taubah (9): 122).
Supaya mampu memberikan hartanya di jalan Allah (QS Al-Baqarah (2): 261) dan mengikuti sunah Rasulullah SAW yang selalu menyumbangkan hartanya untuk Islam. Tidak menjadi orang yang selalu meminta – minta karena ketika hari kiamat kelak ia akan datang dengan tidak ada sekerat daging di wajahnya (HR Bukhari No. 1474 dan Muslim No.1040).
Supaya dapat memilih makanan dan pendapatan yang halal lagi thayib(QS Al-Baqarah (2):168, 172, 173), karena dengan makanan bergizi akan menjadi sehat dan sigap sehingga dapat menjadi produktif.
Untuk memberikan nafkah yang layak untuk istri dan anak-anaknya (QS An-Nisaa (4) : 34).
Supaya dapat memberikan harta waris yang layak untuk keluarganya (lihat HR Bukhari No. 2742berkenaan dengan Saad IbnAbi Waqqas dan harta waris yang layak untuk anaknya).
Agar dapat mendominasi ekonomi Indonesia bahkan dunia sehingga dapat menjalankan sistem ekonomi tanpa riba (QS Al-Baqarah (2): 275).
Supaya dapat duduk di tempat strategis, membuat keputusan sesuai dengan ajaran Islam, yang sesungguhnya merupakan rahmat bagai seluruh alam, bagi semua manusia di muka bumi ini (QS Al-Anbiya (21): 107).
Bagaimana, siap jadi bagian dari ummat yang kaya dan kuat? Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah! (Tulisan bersambung pekan depan: “Mukmin Kuat di Andalusia, Spanyol”)

Read more: http://sakinah.mysharing.co/14774/orang-islam-harus-kaya/#ixzz4Oz4NtEf5

Republika

Suara Islam

Hidayatullah

10 Tips Hidup Hemat di Luar Negeri

14344279_10209933212745026_2888283241690816543_n.jpgDr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, Konsultan Sakinah Finance, Colchester-Inggris

Dalam dua bulan terakhir ini ribuan mahasiswa baru asal Indonesia telah hadir di Inggris Raya dan negara lainnya untuk mengikuti perkuliahan di berbagai universitas dan jurusan.

Sebagian berbekal beasiswa pemerintah, sebagian lainnya berbekal pinjaman atau bantuan BI (baca: Bapak/Ibu). Ada yang datang sendiri atau membawa keluarga, baik didampingi suami atau isteri tanpa atau dengan anak-anak, ada juga suami dan istri sama – sama datang untuk tugas belajar.

Dengan kurs Poundsterling dan Dolar Amerika Serikat yang cukup rendah saat ini (harga jual menurut Bank Indonesia (BI) per hari Jum’at, 30 September 2016, satu Poundsterling senilai Rp. 16.934 dan satu Dolar Amerika Serikat senilai Rp. 13.603), membuat daya beli mahasiswa baru saat ini boleh dikatakan cukup tinggi.

Jika dibandingkan dengan kurs tahun 2014 atau 2015 sebelum EU Referendum atau Brexit (Britain Exit – keluarnya Inggris dari Uni Eropa), Poundsterling berada dalam posisi jual sebesar Rp. 20.649 pada tahun 2014 dan Rp. 22.321 pada tahun 2015, pada tanggal dan bulan yang sama.

Demikian juga Dolar Amerika Serikat yang bernilai jual sebesar Rp. 14.730 pada tahun 2015 yang lalu, sekarang terdepresiasi karena kebijakan The Fed yang tidak menentu. Begitu juga dengan nilai kurs mata uang AUD, RM, EUR dan lainnya, rupiah cenderung terapresiasi.

Namun ‘murahnya’ uang asing tidak boleh membuat lalai. Perencanan keuangan tetap diperlukan pada kondisi apapun juga. Jika memang saat ini uang dalam keadaan berlimpah, maka sebaiknya para mahasiswa berhemat untuk antisipasi kebutuhan masa depan dan dalam rangka memenuhi impian – impian.

Sisa uang saku yang ada mungkin saja dapat disisihkan untuk berangkat haji atau umrah dari luar negeri, membantu orangtua, menyicil pinjaman – jika ada, renovasi rumah, persiapan pernikahan, dan hal lain yang awalnya tidak terpikirkan.

Berikut beberapa tips Sakinah Finance tentang bagaimana hidup hemat di UK pada khususnya, dan di negara-negara maju lain pada umumnya. Dari hasil bincang-bincang dengan Zeynita Gibbons, seorang wartawati Kantor Berita Antara dan Siska Marhen, seorang dosen Universitas Telkom yang sedang menjalankan studi S3 di Universitas Strathclyde, ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu adik-adik dan teman-teman mahasiswa baru untuk lebih cerdas mengelola

Beli barang secara online, karena lebih murah CLICK TO TWEET
1. Beli barang online. Mengapa? Karena tidak memerlukan jam kerja penjaga toko jadi biaya administrasi dan harga yang ditawarkan relatif lebih rendah. Selain itu, sistem pengiriman paket di UK sangat efisien dan murah.

2. Beli barang jauh-jauh hari. Mengapa? Karena toko bisa memperhitungkan stok dan penjualan ke depan sehingga biaya gudang berkurang.

3. Beli dalam waktu diskon besar-besaran. Mengapa? Karena toko harus tukar stok ketika perubahan musim. Kebanyakan toko tidak akan menjual baju musim dingin seperti jaket atau cardigan kalau summer sudah tiba, dan seterusnya. Tapi jangan kalap ya, toko menurunkan margin dengan berharap bulk sale dapat menggenjot keuntungan secara keseluruhan.

4. Jadi anggota atau member untuk toko yang punya banyak jaringan, supaya dapat diskon khusus sebagai anggota. Mengapa? Karena toko berharap dapat retensi pelanggan dan dengan bebas dapat mengirim info dan promosi produk berdasarkan demografi pelanggan. Namun hati – hati, baiknya memilih member hanya untuk toko yang bonafide, karena salah-salah detil pribadi kita sebagai pelanggan akan dijual ke advertiser atau pihak ketiga.

5. Beli dalam jumlah banyak dengan diskon. Mengapa? Karena toko perlu perputaran uang yang cepat. Untung sedikit tapi menjadikan uang cepat mendatangkan bisnis baru.

6. Beli barang elektronik yang refurbished (restorasi toko), harga jauh lebih murah tapi barang seperti baru. Mengapa? Banyak barang yang masih dalam masa garansi kembali ke toko karena ada kerusakan. Sebagian barang ini bisa disempurnakan. Karena bukan asli baru makanya dijual dengan harga yang cukup miring.

7. Jadi orang bule jangan jadi orang Indonesia. Mengapa? Karena harga tempe di Inggris misalnya, paling murah £2 atau Rp.35ribu hanya dimakan satu atau dua orang, sedangkan harga roti 75 pence atau Rp.10ribu bisa dimakan 5 orang.

Tinggal di Inggris, Tempe lebih mahal ketimbang roti! CLICK TO TWEET
8. Berteman dengan banyak orang dimulai sebelum berangkat ke negara tujuan, misalnya melalui sosial media. Banyak Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dan persatuan komunitas Indonesia yang punya page atau group di facebook. Mengapa? karena mereka bisa memberikan info tempat tinggal yang murah, strategis tapi aman dan info barang longsoran seperti jaket dingin, peralatan rumah tangga, mainan anak-anak dan lain – lain.

9. Beli mainan dan barang rumah tangga di carboot sale atau charity shop. Mengapa? Banyak barang bagus dijual disana, sekalian juga beramal. Banyak juga barang yang second hand tapi masih layak pakai dalam waktu 1-3 tahun studi.

10. Dan terakhir, banyak bersyukur dan jangan mengeluh karena nikmat kita akan terus bertambah (QS Al-Baqarah (2): 152, QS Ibrahim (14): 7). Apapun masalah yang dihadapi di UK, merasalah menjadi orang yang lebih beruntung karena sudah terpilih dari jutaan calon mahasiswa yang tidak bisa kuliah ke luar negeri. Cara bersyukur lainnya adalah dengan mendermakan sebagian uang saku yang ada sebagai infaq, sedekah atau bantuan lainnya.

Jangan lupa bersyukur karena bisa kuliah di luar negeri! CLICK TO TWEET
Demikian tips Sakinah Finance kali ini, semoga bermanfaat! Tim Sakinah Finance mendoakan semoga selalu mendapatkan keberkahan dan ketenangan selama berada di luar negeri, baik dalam hal keuangan maupun dalam menyelesaikan perkuliahan. Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Read more: http://sakinah.mysharing.co/14772/10-tips-hidup-hemat-di-luar-negeri/#ixzz4Oz1vK1zy

Suara Islam

Hidayatullah

 

Utang Secara Syariah, Bagaimana Caranya?

aku_cinta_keuangan_syariah.jpg

by Admin on 29/03/2015

Bolehkah berutang menurut syariah?Ya, ada penjelasannya, kalaupun mau berhutang adalah dalam keadaaan darurat alias akhirnya harus berutang.

Karena, tidak ada jalan lain untuk menutupi kebutuhan yang kita perlukan selain dengan utang atau pinjaman. Lebih baik lagi, jika “harus”-nya berutang itu adalah untuk keperluan produktif seperti modal usaha, pendidikan, atau ibadah seperti haji ke Tanah Suci. Utang menurut Islam, jika untuk tujuan melunasi biaya pengobatan juga diperbolehkan.

Murniati Tamanni dan Luqyan Tamanni dalam buku “Sakinah Finance” (Tinta Media: 2014) mengatakan, “Utang menurut Islam ditempatkan sebagai suatu akad tolongmenolong, bukan hubungan komersial”. Oleh karena itu, berutang konteksnya di ranah sosial bukan ekonomis.

Dua penulis yang juga pakar keuangan syariah dari Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia ini lantas melampirkan firman Allah Swt: “…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya,” (QS al-Maidah [5]:2).

Plus satu hadis yang menurut dua penulis buku itu sangat relevan, Nabi Saw menegaskan, “Barang siapa membantu melonggarkan satu di antara beberapa kesulitan duniawi temannya maka Allah akan melonggarkan satu dari beberapa kesulitannya di hari kiamat, dan Allah senantiasa menolong seseorang selama seseorang itu mau menolong saudaranya,” (HT Muslim, No.4867).

Selain harus dalam keadaan kepepet, utang menurut islam juga tidak boleh menghasilkan tambahan (riba). Jika berutang Rp 100 ribu, haruslah dikembalikan sejumlah Rp 100 ribu itu pula. “Kelebihan dalam pengembalian termasuk dalam kategori riba, yang secara bahasa berarti tambahan”, kata penulis.

“Utang menurut Islam diperbolehkan hanya jika kepepet, komposisinya juga disarankan maksimal adalah 30-40% dari seluruh kewajiban rumah tangga dalam satu waktu”[su_pullquote align=”right”] “Kelebihan dalam pengembalian termasuk dalam kategori riba, yang secara bahasa berarti tambahan”[/su_pullquote]

Agak suit dipahami dalam konteks modern, kita hidup di bawah ketiak kapitalisme yang dibangun di atas pondasi ribawi. Namun, coba perhatikan firman Allah Swt dalam QS al-Baqarah [2]: 280 berikut ini semoga membantu memahaminya. “Dan jika (orang berutang itu) dalam kesulitan maka berilah tenggang waktu sampai dia memeroleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui”.

Nah, karena utang dalam islam itu boleh tetapi dalam keadaan sangat mendesak alias kepepet, komposisinya juga menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Saran dua penulis ini, maksimal utang adalah 30-40% dari total kewajiban rumah tangga dalam satu waktu.

Sedang kepepet? Butuh utang? Nantikan artikel berikutnya tentang syarat mengambil utang menurut Islam.

Ditulis oleh ACKS, 29 Maret 2015