10 Tips Hidup Hemat di Luar Negeri

14344279_10209933212745026_2888283241690816543_n.jpgDr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, Konsultan Sakinah Finance, Colchester-Inggris

Dalam dua bulan terakhir ini ribuan mahasiswa baru asal Indonesia telah hadir di Inggris Raya dan negara lainnya untuk mengikuti perkuliahan di berbagai universitas dan jurusan.

Sebagian berbekal beasiswa pemerintah, sebagian lainnya berbekal pinjaman atau bantuan BI (baca: Bapak/Ibu). Ada yang datang sendiri atau membawa keluarga, baik didampingi suami atau isteri tanpa atau dengan anak-anak, ada juga suami dan istri sama – sama datang untuk tugas belajar.

Dengan kurs Poundsterling dan Dolar Amerika Serikat yang cukup rendah saat ini (harga jual menurut Bank Indonesia (BI) per hari Jum’at, 30 September 2016, satu Poundsterling senilai Rp. 16.934 dan satu Dolar Amerika Serikat senilai Rp. 13.603), membuat daya beli mahasiswa baru saat ini boleh dikatakan cukup tinggi.

Jika dibandingkan dengan kurs tahun 2014 atau 2015 sebelum EU Referendum atau Brexit (Britain Exit – keluarnya Inggris dari Uni Eropa), Poundsterling berada dalam posisi jual sebesar Rp. 20.649 pada tahun 2014 dan Rp. 22.321 pada tahun 2015, pada tanggal dan bulan yang sama.

Demikian juga Dolar Amerika Serikat yang bernilai jual sebesar Rp. 14.730 pada tahun 2015 yang lalu, sekarang terdepresiasi karena kebijakan The Fed yang tidak menentu. Begitu juga dengan nilai kurs mata uang AUD, RM, EUR dan lainnya, rupiah cenderung terapresiasi.

Namun ‘murahnya’ uang asing tidak boleh membuat lalai. Perencanan keuangan tetap diperlukan pada kondisi apapun juga. Jika memang saat ini uang dalam keadaan berlimpah, maka sebaiknya para mahasiswa berhemat untuk antisipasi kebutuhan masa depan dan dalam rangka memenuhi impian – impian.

Sisa uang saku yang ada mungkin saja dapat disisihkan untuk berangkat haji atau umrah dari luar negeri, membantu orangtua, menyicil pinjaman – jika ada, renovasi rumah, persiapan pernikahan, dan hal lain yang awalnya tidak terpikirkan.

Berikut beberapa tips Sakinah Finance tentang bagaimana hidup hemat di UK pada khususnya, dan di negara-negara maju lain pada umumnya. Dari hasil bincang-bincang dengan Zeynita Gibbons, seorang wartawati Kantor Berita Antara dan Siska Marhen, seorang dosen Universitas Telkom yang sedang menjalankan studi S3 di Universitas Strathclyde, ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu adik-adik dan teman-teman mahasiswa baru untuk lebih cerdas mengelola

Beli barang secara online, karena lebih murah CLICK TO TWEET
1. Beli barang online. Mengapa? Karena tidak memerlukan jam kerja penjaga toko jadi biaya administrasi dan harga yang ditawarkan relatif lebih rendah. Selain itu, sistem pengiriman paket di UK sangat efisien dan murah.

2. Beli barang jauh-jauh hari. Mengapa? Karena toko bisa memperhitungkan stok dan penjualan ke depan sehingga biaya gudang berkurang.

3. Beli dalam waktu diskon besar-besaran. Mengapa? Karena toko harus tukar stok ketika perubahan musim. Kebanyakan toko tidak akan menjual baju musim dingin seperti jaket atau cardigan kalau summer sudah tiba, dan seterusnya. Tapi jangan kalap ya, toko menurunkan margin dengan berharap bulk sale dapat menggenjot keuntungan secara keseluruhan.

4. Jadi anggota atau member untuk toko yang punya banyak jaringan, supaya dapat diskon khusus sebagai anggota. Mengapa? Karena toko berharap dapat retensi pelanggan dan dengan bebas dapat mengirim info dan promosi produk berdasarkan demografi pelanggan. Namun hati – hati, baiknya memilih member hanya untuk toko yang bonafide, karena salah-salah detil pribadi kita sebagai pelanggan akan dijual ke advertiser atau pihak ketiga.

5. Beli dalam jumlah banyak dengan diskon. Mengapa? Karena toko perlu perputaran uang yang cepat. Untung sedikit tapi menjadikan uang cepat mendatangkan bisnis baru.

6. Beli barang elektronik yang refurbished (restorasi toko), harga jauh lebih murah tapi barang seperti baru. Mengapa? Banyak barang yang masih dalam masa garansi kembali ke toko karena ada kerusakan. Sebagian barang ini bisa disempurnakan. Karena bukan asli baru makanya dijual dengan harga yang cukup miring.

7. Jadi orang bule jangan jadi orang Indonesia. Mengapa? Karena harga tempe di Inggris misalnya, paling murah £2 atau Rp.35ribu hanya dimakan satu atau dua orang, sedangkan harga roti 75 pence atau Rp.10ribu bisa dimakan 5 orang.

Tinggal di Inggris, Tempe lebih mahal ketimbang roti! CLICK TO TWEET
8. Berteman dengan banyak orang dimulai sebelum berangkat ke negara tujuan, misalnya melalui sosial media. Banyak Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dan persatuan komunitas Indonesia yang punya page atau group di facebook. Mengapa? karena mereka bisa memberikan info tempat tinggal yang murah, strategis tapi aman dan info barang longsoran seperti jaket dingin, peralatan rumah tangga, mainan anak-anak dan lain – lain.

9. Beli mainan dan barang rumah tangga di carboot sale atau charity shop. Mengapa? Banyak barang bagus dijual disana, sekalian juga beramal. Banyak juga barang yang second hand tapi masih layak pakai dalam waktu 1-3 tahun studi.

10. Dan terakhir, banyak bersyukur dan jangan mengeluh karena nikmat kita akan terus bertambah (QS Al-Baqarah (2): 152, QS Ibrahim (14): 7). Apapun masalah yang dihadapi di UK, merasalah menjadi orang yang lebih beruntung karena sudah terpilih dari jutaan calon mahasiswa yang tidak bisa kuliah ke luar negeri. Cara bersyukur lainnya adalah dengan mendermakan sebagian uang saku yang ada sebagai infaq, sedekah atau bantuan lainnya.

Jangan lupa bersyukur karena bisa kuliah di luar negeri! CLICK TO TWEET
Demikian tips Sakinah Finance kali ini, semoga bermanfaat! Tim Sakinah Finance mendoakan semoga selalu mendapatkan keberkahan dan ketenangan selama berada di luar negeri, baik dalam hal keuangan maupun dalam menyelesaikan perkuliahan. Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Read more: http://sakinah.mysharing.co/14772/10-tips-hidup-hemat-di-luar-negeri/#ixzz4Oz1vK1zy

Suara Islam

Hidayatullah

 

Warga Indonesia di London ingin berinvestasi syariah

Berita dari Antara News dan Republika London

image1.JPG
Kali ini INDUK sebuah perkumpulan pekerja Indonesia di UK menggelar kajian investasi syariah bertempat di KBRI di London hari ini, Minggu 17 Januari 2016.

Acara terlebih dahulu dibuka oleh M. Ilham Effendy, Pelaksana Fungsi Konsuler, KBRI London. Ilham juga mempimpin doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan bangsa Indonesia yang baru-baru ini mendapat teror bom di Jakarta.

Sejak dua tahun ini, KBRI telah mempercayakan Murniati Mukhlisin dan Luqyan Tamanni, tim Sakinah Finance untun memberikan kajian kepada anggota INDUK. Mulai dari pengarahan membuat perencanaan keuangan keluarga baik teori maupun praktik, disiplin pencatatan, mengatur keadaan saat defisit, dan kali ini mengatasi keuangan saat surplus.

image2

Tuti Musbeth, Ketua INDUK mengatakan bahwa seorang pekerja yang bisa berhemat setiap bulan bisa menyisihkan 500 poundsterling setiap bulannya (sekitar Rp. 10 juta). Ini bisa menjadi tabungan untuk masa depan maka dari itu diperlukan pengarahan bagaimana berinvestasi sesuai syariah, ujar Tuti.

Bukan hanya berbagai jenis investasi syariah yang dikenalkan tapi juga niat, tujuan, pemahaman syariah dan tipe kecenderungan resiko seseorang. Murniati memaparkan bahwa jenis investasi jangka pendek di UK bagi risk averse bisa berupa deposito syariah berjangka 12 hingga 36 bulan, Individual Saving Account yang bagi hasilnya tidak terkena pajak termasuk Young Person Notice Account untuk anak yang dananya bisa dicairkan ketika sang anak berusia 14 tahun. Sedangkan bagi risk taker bisa memilih Islamic unit trust, saham syariah atau menjalankan peluang bisnis.

image3
Jika ingin berinvestasi di Indonesia, terdapat lebih banyak lembaga keuangan syariah termasuk asuransi syariah yang makin menawarkan produk dan jasa yang beragam. Namun syaratnya harus pulang ke Indonesia jika ingin menjadi nasabah atau peserta.

Di bagian kedua para peserta dikenalkan bagaimana berdoa dengan menggunakan asmaaul husna. Allah menegaskan dalam QS Al A’raf (7): 180 bahwa hanya Allah memiliki nama – nama baik maka dari itu bermohonlah kepadaNya dengan menyebutnya dalam berdoa.

Semoga bekal kepahaman dan hafalan asmaaul husna dapat menjadi media berdoa sehingga akan mengawal kehidupan kami di London ini dengan lebih baik lagi, tutup Siti Wahadi, pembina INDUK.

Sumber Berita:

Republika London

Warta Ekonomi

 

MySharing

Islampos

Suara Islam

Hidayatullah

 

 

Sakinah Finance for Kids and Teens in Markfield, Leicestershire, UK

DSC_0250Markfield (ANTARA News) – Duta besar RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia, Hamzah Thayeb minta umat muslim Indonesia di Inggris dapat menunjukkan citra Islam yang sesungguhnya karena selama ini Islam sering disamakan dengan kekerasan, kemiskinan dan kebodohan.

Hal itu disampaikan Dubes dalam acara membuka silaturahmi akbar Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya KIBAR Summer Gathering yang di kompleks Markfield, Lecestershire, Sabtu yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 6 hingga 8 Juni .

KIBAR Summer gathering diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai daerah di Inggris bertemakan “Membentuk pribadi-pribadi Muslim berprestasi ,” menampilkan pembicara utama ustad M Fauzil Adhim, staf pengajar Fakultas Paikologi Universitas Islam Indonesia dari Yogjakarta.

Lebih lanjut Dubes mengatakan umat Muslim Indonesia dapat mewakili Islam yang sebenarnya. “Ada anggapan bahwa Islam sama dengan kekerasan, kemiskinan, dan kebodohan. Kita ingin Muslim Indonesia adalah Muslim yang berprestasi, Muslim yang berhasil,” ujar Dubes Hamzah Thayeb.

Dubes mengapresiasi penyelenggaraan Kibar Summer Gathering yang bertujuan untuk menjalin sulaturahmi diantara umat Muslim di Inggris dengan thema Membentuk pribadi-pribadi Muslim berprestasi.

Dikatakannya tema ini bisa membantu menangkal citra atau kesan Islam yang sering diasosiasikan dengan kekerasan, kemiskinan, dan kebodohan.

Selain menyampaikan sambutan dan membuka silaturahmi akbar KIBAR, Dubes juga membuka dialog dengan warga KIBAR yang datang dari seluruh daerah di Inggris.

Sementara itu Ketua KIBAR Rahmat Sifaurahman mengatakan acara KIBAR Summer Gathering merupakan pertemuan umat muslim yang datang dari berbagai daerah seperti Manchester, Birmingham, London, Milton Kaynes dan Bristol, Glasgow, dan Newcastle.

Dalam KIBAR Summer Gathering, tampil pembicara utama ustad Fauzil Adhim yang membahas urgensi membentuk pribadi Muslim Berprestasi dan juga bagaimana membentuk pribadi muslim berprestasi serta misi keluarga muslim.

Salah satu peserta Kibar summer gathering, Nani Lee dari Milton Kaynes mengakui baru pertama ikut dalam acara KIBAR gathering yang dikatakannya sangat bermanfaat dan dapat menjadi ajang silaturahmi dengan temen temen dari berbagai kota karena kadang sulit bertemu .

Selain menambah ilmu , Nani yang bersuamikan Gilbert Lee, mengharapkan dengan ikut dalam Kibar summer gathering dapat menimba ilmu dan diharapankan bisa memberikan contoh yang baik.

Apalagi propaganda di media massa yang buruk mengenai Islam dan saya harap bisa memberi contoh bahwa Islam itu indahnya, ujar Nani yang sering dilakukannya di kalangan tetangganya.

Dalam acara KIBAR Summer Gathering juga diadakan acara khusus untuk anak-anak seperti speech and writing competition dan training Sakinah Finance untuk remaja yang disampaikan Murniati Murniati dari Glasgow.

Selain itu juga diadakan warung konsuler dari KBRI London yang melayani pelayanan bagi masyarakat Indonesia yang ingin memperpanjang pasport dan lapor diri yang dilayani langsung oleh protokol consular Minister Consular Eka A Suripto. (ZG)
Editor: B Kunto Wibisono

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/437909/dubes-minta-umat-muslim-tampilkan-citra-islam-yang-sesungguhnya

DSC_0086

Don’t let the boxing day box you :)

Image

Hampir semua kalangan umur, baik tua maupun muda mengenal istilah Boxing day di negara Ratu Elizabeth ini yang merupakan even tahunan yang ditunggu – tunggu. Sudah tentu merupakan ‘hari belanja nasional’ bagi sebagian warga Indonesia yang tinggal di UK, atau mungkin juga di banyak Negara lain untuk even sejenis. Boxng day jatuh pada tanggal 26 Desember ketika hampir semua pusat belanja dan butik-butik ternama menggelar sale besar-besaran. Di toko-toko merek terkenal, antrian terlihat panjang bahkan dari beberapa jam sebelum toko dibuka, yang biasanya juga dibuka lebih awal dari biasanya. Pusat belanja seperti Oxford street di London, atau pusat-pusat kota lainnya penuh dengan manusia, baik yang memang dalam rangka berhemat, sekedar menghabiskan uang, atau iseng ingin melihat gelagat para pembeli yang mengerumuni mal.

Bagi kelaurga yang sedang menjalani praktik perencana keuangan keluarga syariah, boxing day merupakan even belanja yang harus disikapi dengan hati-hati. Tidak masalah kalau hari tersebut dijadikan even tahunan berbelanja, namun harus dipastikan bahwa keputusan apa yang dibeli tidak muncul secara tiba – tiba. Seringkali belanja tanpa rencana akan memaksa kita menggunakan kartu kredit yang ada atau menggunakan dana yang lebih besar, karena merasa diuntungkan ketika melihat diskon sampai 50%, atau malah 70%. Padahal banyak juga toko/butik yang menjual secara diskon item sudah tidak trend lagi, atau cuci gudang pasca natalan. Jadi bukanlah suatu hal yang harus dikejar – kejar, karena hal itu juga biasa dilakukan di hari – hari selain boxing day. Pembeli juga harus “smart” karena barang yang dijual dengan diskon besar – besaran itu tidak semuanya berkualitas baik.

Cash flow keluarga juga harus diwaspadai dengan banyak even belanja yang menggoda mata ini karena cash flow adalah satu bagian yang terpenting dalam perencanaan keuangan. Walau aset keluarga dinilai cukup tinggi namun jika cash flow seret sering mengacaukan anggaran dan tentunya menganggu kelancaran belanja kebutuhan primer yang tidak bisa ditunda – tunda. Seringkali musim sale seperti ini menyebabkan minat untuk membeli semakin menggebu – gebu (impulsive shopping), karena melihat antrian yang panjang atau barang yang diimpikan sedang di-diskon habis – habisan. NEXT atau Selfridges, dua diantara pusat belanja yang sangat digemari di UK bahkan membatasi jumlah pembeli dalam satu waktu, dan para calon pembeli rela antri berjam-jam untuk bisa membeli paling awal di toko tersebut.

Pembaca mungkin masih ingat salah satu seri Mr. Bean, yang begitu cerdiknya dia tutupi onggokan barang di depan toko dengan selimut seolah – olah dia yang sedang tidur menunggu toko untuk dibuka. Ketika toko sudah mau dibuka, Mr. Bean dengan bergegas menuju ke barisan pertama sehingga dia menjadi pembeli yang pertama kali masuk ke toko hari itu. Namun akhirnya Mr. Bean tidak mendapatkan barang yang dia perlukan. Artinya banyak sekali kita menjadi “latah” karena melihat gelagat orang lain sehingga dengan kelatahan kita, uang bisa habis dengan percuma. Fenomena latah ini cukup menarik sebenarnya, karena semua toko yang melakukan sale pada boxing day, juga melakukan hal yang sama secara online. Orang cukup memilih di website toko tersebut dan membayar secara online. Biasanya dalam waktu kurang dari tiga hari barang sudah sampai, atau malah next day delivery. Namun, masih tetap saja belanja bergerombolan pada Boxing day menjadi even yang ditunggu-tunggu. Untuk warga Glasgow, entahlah apakah cuaca cukup bersahabat pada hari itu, karena sudah sepekan ini angin kencang disertai hujan yang tiba – tiba mewarnai awal musim dingin kali ini.

Akhirnya, apapun pilihan belanja kita yang terpenting adalah masih dalam jangkauan kemampuan keuangan. Kalau memang sudah merencanakan belanja jauh-jauh hari, sesungguhnya Boxing day dapat menjadi hari dimana keperluan sekunder keluarga bisa dibeli, karena memang kebanyakan item yang di diskon adalah fashion, households items, elektronik dan consumer goods lainnya. Apapun keputusan dan pilihan belanja kita, yang penting tidak berlebihan dan melewati batas anggaran untuk keperluan tersebut. Kuncinya adalah bagaimana hidup di lingkungan yang demikian konsumtifnya dengan perencanaan dan kedisipinan dengan pola belanja yang senantiasa menggunakan prinsip Maqasid Syariah. Pola yang dimaksud adalah apapun yang diterima dan dibelanjakan harus memenuhi tujuan untuk melindungi lima hal; akal, jiwa, agama, keturunan, dan harta.

Salam Sakinah!

Murniati Mukhlisin dan Luqyan Tamanni