Sakinah Finance Talk

Tujuh Prinsip Sakinah Finance Glasgow, Scotland, UK, 24 Desember 2016/25 Rabbiul Awwal 1438H

Advertisements

Promosi Keuangan Syariah di Canterbury, Inggris

murniatiemas-790x526

Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, Sakinah Finance, Colchester – Inggris

Akuntansi dan Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) telah mengeluarkan standar syariah tentang investasi emas.

“Komoditas emas dan perak ini harus sesuai dengan jumlah fisiknya dan settlement harus diselesaikan dalam hari yang sama,” demikian ujar Konsultan Sakinah Finance Murniati Mukhlisin, dalam kuliah umum di Canterbury Christ Church University, Jumat 19 Desember 2016.

Murniati Mukhlisin mengemukakan adanya aturan syariah baru untuk investasi emas yang dapat diperdagangkan di papan bursa dunia.

Kuliah umum berjudul“Contemporary Issues in Islamic Finance and Accounting” itu diadakan pertama kali di kampus yang terletak di kota Canterbury, Kent, Inggris.

Dosen STEI Tazkia yang sedang bertugas di University of Essex, Inggris ini dalam paparannya mengatakan AAOIFI telah mengeluarkan Standar Syariah No. 57 tentang investasi Emas dan Pengawasan Perdagangan pada tanggal 19 November 2016 yang lalu.

Standar yang juga berlaku untuk perak tersebut digodok bersama – sama dengan World Gold Council yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan dalam bentuk investasi ratusan ton emas.

Di tempat ini Murniati menjelaskan perkembangan keuangan syariah di Inggris yang merupakan Negara barat paling agresif dalam mengembangkan industry ini yang dibuktikan dengan meningkatnya jumlah bank syariah dan penerbitan sukuk negara yang berjumlah 200 juta poundsterling tahun 2014 yang lalu.

Para mahassiwa yang hadir nampak antusias berpartisipasi terutama ketika Ia menunjukan perbedaan antara pendekatan akuntasi dan audit untuk bank konvensional dan syariah. Terlebih lagi dalam bahasan agenda politik ekonomi dalam ranah akuntansi.

Sebagaimana diketahui, kampus yang berusia 50 tahun itu dikenal sebagai kampus misionaris yang di awal pendiriannya bertujuan untuk melahirkan guru – guru gereja.

Bersamaan dengan perjalanan waktu, kampus Cantebury membuka bidang disiplin lainnya termasuk jurusan bisnis.

Kota Canterbury terkenal sebagai kota turis bersejarah dengan adanya tiga lokasi yang termasuk di dalam Situs Warisan Dunia UNESCO yaitu Katedral Canterbury, Biara St Augustine, dan Gereja St Martin. Bahkan Katedral Caterbury yang didirikan sekitar abad ke-10 itu merupakan katedral dari Uskup Agung Canterbury, pemimpin Gereja Inggris dan symbol pimpinan dunia untuk komunitas Kristen Anglikan.

Dimuat di:

Hidayatullah

MySharing

Republika

Ummat Islam Itu Harus Kaya

islamic-finance-5-cara-kaya-menurut-islam

Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, Konsultan Sakinah Finance, Colchester-Inggris

Masyarakat Indonesia yang bermukim di Derby-Leicester-Nottingham (Pe-DLN) UK memiliki kajian pekanan yang diselenggarakan secara online. Pada kajian Jumat pekan lalu, kami membicarakan posisi dan peranan ummat Islam saat ini dengan mengundang ustad Yusuf Mansur sebagai pembicara tamu.

Ustaz mengingatkan tentang kekuatan doa dan asmaul husna yang harusnya menjadi pegangan ummat Islam khususnya ummat Islam Indonesia supaya dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi saat ini. Dalam kesempatan tanya jawab, salah seorang anggota kajian, Nurisma Fira, dokter umum sekaligus penulis yang tinggal di Colchester menyampaikan kepada sang Ustaz bahwa dia sering mendapatkan pertanyaan dari para ilmuwan sekuler di Inggris tentang peranan Islam dalam kemajuan peradaban ummat Islam sendiri.

Apa peran Islam terhadap kemajuan peradabannya sendiri? CLICK TO TWEET
Ilmuwan tersebut lebih lanjut menyatakan bahwa negara-negara barat yang secara kasat mata tidak ada peran Islam di dalam kehidupan masyarakatnya menujukkan kemajuan dalam peradaban sementara negara-negara Muslim yang kehidupannya diwarnai Islam bisa dikatakan tertinggal jauh dari negara-negara barat tersebut.

Menanggapi pertanyaan tersebut diatas, ustaz menjelaskan bahwa tidak tepat jika mengatakan bahwa ummat Islam saat ini tidak maju dan terbelakang. Sama seperti ummat agama lainnya, ummat Islam di seluruh dunia juga mencapai kemajuan-kemajuan di segala bidang kehidupan. Selain itu, ummat Islam juga berperan aktif dalam peningkatan kemashalatan ummat manusia. Namun, sayangnya keberhasilan-keberhasilan tersebut miskin publikasi oleh media-media saat ini.

Pendapat ustaz mungkin adabenarnya. Namun, ada baiknya kita juga kita membaca kondisi ummat Islam di berbagai belahan dunia yang dikutip media-media sebagai sarana muhasabah agar kita setidaknya termotivasi untuk mengambil langkah-langkah strategis untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan tadi.

Apa kata media?

Saat ini media menyatakan bahwa jumlah orang miskin di dunia mayoritas ditemukan dari negara-negara dengan sebagian besar penduduknya beragama Islam. Business Insider UK melaporkan bahwa separuh dari 25 negara termiskin di dunia saat ini adalah negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam.

Mayoritas penduduk miskin dunia adalah orang Islam! CLICK TO TWEET
Miskinnya ummat Islam juga tergambar dari daftar orang terkaya di dunia yang marak dibuat media. Dari daftar tersebut, keterwakilan ummat Islam masih beraada pada tingkat yang rendah. Sebagai contoh, dari 50 Orang Terkaya Indonesia Versi Majalah Forbes Tahun 2015, jumlah orang Islam yang masuk dalam daftar tersebut bisa dihitung dengan jari. Posisi pertama dari 50 orang tadi, diduduki oleh Keluarga Hartono (Non-Muslim) pemilik perusahan rokok Djarum dan pemegang saham terbesar Bank Central Asia. Sedangkan Muslim yang masuk dalam list tersebut berada pada urutan ke-empat, Chairul Tanjung, pemilik Bank Syariah Mega Indonesia, Trans TV, dan bisnis lainnya yang kemudian diikuti oleh Achmad Hamami dan Keluarga di peringkat ke-24.

Tahun 2016 kembali Majalah Forbes melaporkan hasil risetnya tentang 100 Milyarder di Dunia Dalam Bidang Teknologi dengan total aset gabungan sebesar USD 892 milyar. Keseratus Milyader tersebutternyata berasal dari 11 negara yang tidak satu pun negara Islam (baca: Amerika Serikat (51 orang), Cina (19 orang), Kanada (5 orang), Jerman (4 orang), Korea Selatan (3 orang), Jepang (3 orang), Hong Kong (3 orang), Taiwan (2 orang), Israel (2 orang), India (2 orang), Australia (2 orang), dan Inggris Raya, Singapura, Rusia, Brazil masing – masing 1 orang).

Dalam ulasan Sakinah Finance beberapa waktu yang lalu dengan judul “Bukan Sekadar Sholat Jenazah” disebutkan bahwa hampir 80 persen dari biaya umrah, menyumbang kepada penyedia produk dan jasa yang notabene nya bukan dari pengusaha Muslim. Hal ini menunjukan ketergantungan ummat yang begitu besar pada sistem yang bukan dikuasai ummat Islam sendiri, dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari bahkan hingga pada penyelenggaraan ibadah haji dan dan umroh.

Selain dibidang ekonomi dan jasa, di bidang ilmu pengetahuan pun peran ummat Islam masih kecil sekali. Dari1360 Highly Cited Researchers (peneliti yang paling banyak dikutip karyanya) yang dikeluarkan Google Scholar bulan Juni 2016, peran peniliti Muslim atau peneliti dari universitas Islam masih sangat rendah, nyaris tidak terdeteksi.

Ummat itu harus kaya dan kuat

Nurlinawati Yunus seorang peneliti yang saat ini bermukim di Jerman dan juga aktif dalam pengajian PeDLN berpendapat bahwa ummat Islam itu harus kaya dan kuat. Setuju? Mari kita lihat ulasan berikut.

Ummat Islam harus kaya dan kuat, setuju? CLICK TO TWEET
Ada hadits yang menyatakan bahwa: Orang-orang faqir kaum Muslimin akan memasuki surga sebelum orang-orang kaya (dari kalangan kaum Muslimin) selama setengah hari, yaitu lima ratustahun (Hadits hasan shahîh, HR At-Tirmidzi No. 2353, 2354 dan HR Ibnu Majah No. 4122). Hal ini dikarenakan banyaknya harta si kaya yang perlu dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan waktu yang lama.

Namun hadits tersebut hendaknya tidak dijadikan pegangan supaya tidak perlu mengejar kekayaan dunia karena di hadits lain Rasulullah SAW bersabda: Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan (HR. Muslim No. 2664, HR Ahmad No. 370, HR Ibnu Majah No. 79, shahih). Kuat di sini dimaknai dari segi keyakinan, perkataan dan perbuatan yang semuanya harus dilakukan dengan sebaik-baiknya(konsep itqon).

Salah satu untuk menjadi Mukmin yang kuat itu adalah menjadi kaya hati, harta dan ilmu. Kaya dunia bukan diletakkan di hati tetapi di tangan karena dunia hanyalah tempat senda gurau, karena hanya kampung akhiratlah tempat yang terbaik (QS Al-An’am (6): 32).

Muslim harus kaya agar dapat mendominasi ekonomi Indonesia bahkan dunia! CLICK TO TWEET
Berikut beberapa alasan mengapa ummat Islam itu harus jadi Mukmin yang kuat dalam hal harta:

Untuk menjalankan rukun Islam yang sempurna karena Muslim yang kaya dapat mengeluarkan zakat, sedekah, wakaf, berhaji dan ibadah lainnya.
Agar dapat mengenyam pendidikan yang baik, sehingga selain kaya harta, mereka juga kaya ilmu (QS Al-Mujadalah (58):11, QS At-Taubah (9): 122).
Supaya mampu memberikan hartanya di jalan Allah (QS Al-Baqarah (2): 261) dan mengikuti sunah Rasulullah SAW yang selalu menyumbangkan hartanya untuk Islam. Tidak menjadi orang yang selalu meminta – minta karena ketika hari kiamat kelak ia akan datang dengan tidak ada sekerat daging di wajahnya (HR Bukhari No. 1474 dan Muslim No.1040).
Supaya dapat memilih makanan dan pendapatan yang halal lagi thayib(QS Al-Baqarah (2):168, 172, 173), karena dengan makanan bergizi akan menjadi sehat dan sigap sehingga dapat menjadi produktif.
Untuk memberikan nafkah yang layak untuk istri dan anak-anaknya (QS An-Nisaa (4) : 34).
Supaya dapat memberikan harta waris yang layak untuk keluarganya (lihat HR Bukhari No. 2742berkenaan dengan Saad IbnAbi Waqqas dan harta waris yang layak untuk anaknya).
Agar dapat mendominasi ekonomi Indonesia bahkan dunia sehingga dapat menjalankan sistem ekonomi tanpa riba (QS Al-Baqarah (2): 275).
Supaya dapat duduk di tempat strategis, membuat keputusan sesuai dengan ajaran Islam, yang sesungguhnya merupakan rahmat bagai seluruh alam, bagi semua manusia di muka bumi ini (QS Al-Anbiya (21): 107).
Bagaimana, siap jadi bagian dari ummat yang kaya dan kuat? Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah! (Tulisan bersambung pekan depan: “Mukmin Kuat di Andalusia, Spanyol”)

Read more: http://sakinah.mysharing.co/14774/orang-islam-harus-kaya/#ixzz4Oz4NtEf5

Republika

Suara Islam

Hidayatullah

10 Tips Hidup Hemat di Luar Negeri

14344279_10209933212745026_2888283241690816543_n.jpgDr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, Konsultan Sakinah Finance, Colchester-Inggris

Dalam dua bulan terakhir ini ribuan mahasiswa baru asal Indonesia telah hadir di Inggris Raya dan negara lainnya untuk mengikuti perkuliahan di berbagai universitas dan jurusan.

Sebagian berbekal beasiswa pemerintah, sebagian lainnya berbekal pinjaman atau bantuan BI (baca: Bapak/Ibu). Ada yang datang sendiri atau membawa keluarga, baik didampingi suami atau isteri tanpa atau dengan anak-anak, ada juga suami dan istri sama – sama datang untuk tugas belajar.

Dengan kurs Poundsterling dan Dolar Amerika Serikat yang cukup rendah saat ini (harga jual menurut Bank Indonesia (BI) per hari Jum’at, 30 September 2016, satu Poundsterling senilai Rp. 16.934 dan satu Dolar Amerika Serikat senilai Rp. 13.603), membuat daya beli mahasiswa baru saat ini boleh dikatakan cukup tinggi.

Jika dibandingkan dengan kurs tahun 2014 atau 2015 sebelum EU Referendum atau Brexit (Britain Exit – keluarnya Inggris dari Uni Eropa), Poundsterling berada dalam posisi jual sebesar Rp. 20.649 pada tahun 2014 dan Rp. 22.321 pada tahun 2015, pada tanggal dan bulan yang sama.

Demikian juga Dolar Amerika Serikat yang bernilai jual sebesar Rp. 14.730 pada tahun 2015 yang lalu, sekarang terdepresiasi karena kebijakan The Fed yang tidak menentu. Begitu juga dengan nilai kurs mata uang AUD, RM, EUR dan lainnya, rupiah cenderung terapresiasi.

Namun ‘murahnya’ uang asing tidak boleh membuat lalai. Perencanan keuangan tetap diperlukan pada kondisi apapun juga. Jika memang saat ini uang dalam keadaan berlimpah, maka sebaiknya para mahasiswa berhemat untuk antisipasi kebutuhan masa depan dan dalam rangka memenuhi impian – impian.

Sisa uang saku yang ada mungkin saja dapat disisihkan untuk berangkat haji atau umrah dari luar negeri, membantu orangtua, menyicil pinjaman – jika ada, renovasi rumah, persiapan pernikahan, dan hal lain yang awalnya tidak terpikirkan.

Berikut beberapa tips Sakinah Finance tentang bagaimana hidup hemat di UK pada khususnya, dan di negara-negara maju lain pada umumnya. Dari hasil bincang-bincang dengan Zeynita Gibbons, seorang wartawati Kantor Berita Antara dan Siska Marhen, seorang dosen Universitas Telkom yang sedang menjalankan studi S3 di Universitas Strathclyde, ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu adik-adik dan teman-teman mahasiswa baru untuk lebih cerdas mengelola

Beli barang secara online, karena lebih murah CLICK TO TWEET
1. Beli barang online. Mengapa? Karena tidak memerlukan jam kerja penjaga toko jadi biaya administrasi dan harga yang ditawarkan relatif lebih rendah. Selain itu, sistem pengiriman paket di UK sangat efisien dan murah.

2. Beli barang jauh-jauh hari. Mengapa? Karena toko bisa memperhitungkan stok dan penjualan ke depan sehingga biaya gudang berkurang.

3. Beli dalam waktu diskon besar-besaran. Mengapa? Karena toko harus tukar stok ketika perubahan musim. Kebanyakan toko tidak akan menjual baju musim dingin seperti jaket atau cardigan kalau summer sudah tiba, dan seterusnya. Tapi jangan kalap ya, toko menurunkan margin dengan berharap bulk sale dapat menggenjot keuntungan secara keseluruhan.

4. Jadi anggota atau member untuk toko yang punya banyak jaringan, supaya dapat diskon khusus sebagai anggota. Mengapa? Karena toko berharap dapat retensi pelanggan dan dengan bebas dapat mengirim info dan promosi produk berdasarkan demografi pelanggan. Namun hati – hati, baiknya memilih member hanya untuk toko yang bonafide, karena salah-salah detil pribadi kita sebagai pelanggan akan dijual ke advertiser atau pihak ketiga.

5. Beli dalam jumlah banyak dengan diskon. Mengapa? Karena toko perlu perputaran uang yang cepat. Untung sedikit tapi menjadikan uang cepat mendatangkan bisnis baru.

6. Beli barang elektronik yang refurbished (restorasi toko), harga jauh lebih murah tapi barang seperti baru. Mengapa? Banyak barang yang masih dalam masa garansi kembali ke toko karena ada kerusakan. Sebagian barang ini bisa disempurnakan. Karena bukan asli baru makanya dijual dengan harga yang cukup miring.

7. Jadi orang bule jangan jadi orang Indonesia. Mengapa? Karena harga tempe di Inggris misalnya, paling murah £2 atau Rp.35ribu hanya dimakan satu atau dua orang, sedangkan harga roti 75 pence atau Rp.10ribu bisa dimakan 5 orang.

Tinggal di Inggris, Tempe lebih mahal ketimbang roti! CLICK TO TWEET
8. Berteman dengan banyak orang dimulai sebelum berangkat ke negara tujuan, misalnya melalui sosial media. Banyak Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dan persatuan komunitas Indonesia yang punya page atau group di facebook. Mengapa? karena mereka bisa memberikan info tempat tinggal yang murah, strategis tapi aman dan info barang longsoran seperti jaket dingin, peralatan rumah tangga, mainan anak-anak dan lain – lain.

9. Beli mainan dan barang rumah tangga di carboot sale atau charity shop. Mengapa? Banyak barang bagus dijual disana, sekalian juga beramal. Banyak juga barang yang second hand tapi masih layak pakai dalam waktu 1-3 tahun studi.

10. Dan terakhir, banyak bersyukur dan jangan mengeluh karena nikmat kita akan terus bertambah (QS Al-Baqarah (2): 152, QS Ibrahim (14): 7). Apapun masalah yang dihadapi di UK, merasalah menjadi orang yang lebih beruntung karena sudah terpilih dari jutaan calon mahasiswa yang tidak bisa kuliah ke luar negeri. Cara bersyukur lainnya adalah dengan mendermakan sebagian uang saku yang ada sebagai infaq, sedekah atau bantuan lainnya.

Jangan lupa bersyukur karena bisa kuliah di luar negeri! CLICK TO TWEET
Demikian tips Sakinah Finance kali ini, semoga bermanfaat! Tim Sakinah Finance mendoakan semoga selalu mendapatkan keberkahan dan ketenangan selama berada di luar negeri, baik dalam hal keuangan maupun dalam menyelesaikan perkuliahan. Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Read more: http://sakinah.mysharing.co/14772/10-tips-hidup-hemat-di-luar-negeri/#ixzz4Oz1vK1zy

Suara Islam

Hidayatullah

 

Mana yang Halal dan Mana yang Thayib?

halal-thayib

Dok: indriummistore.wordpress.com

Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc
Konsultan Sakinah Finance, Colchester-Inggris

Saat ini edukasi tentang makanan halal makin gencar diadakan. Media sosial pun tidak ketinggalan. Ada satu situs Must Be Halal yang saat ini mempunyai 20 ribuan anggota, aktif membahas kehalalan produk di tanah air.

Salah satu narasumber media ini adalah seorang Auditor Lembaga Pengajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM), Majlis Ulama Indonesia – Yogyakarta, Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., PhD. Konten dari LPPOM memang sangat diperlukan mengingat tugas dari LPPOM itu sendiri adalah mengkaji dan mengawasi makanan, minuman dan obat–obatan termasuk kosmetika yang beredar di Indonesia, apakah telah memenuhi syarat halal atau tidak.

Seperti yang telah dibahas di kolom Sakinah Finance pekan lalu sebelumnya yaitu Makanan dan Keuangan Keluarga, ada pesan khusus di ujung artikel itu, ternyata halal saja tidak cukup, thayyib juga perlu diperhatikan. Kita lihat apa itu thayyib (baik) hari ini.

Definisi halal dan thayyib

Dalam Surah Al-Baqarah (2): 168 dan Al-Maaidah (5): 88 disebutkan dua kata ‘halal’ dan ‘thayyib’. Di surah Al-Baqarah, makna ayat adalah dianjurkan bagi manusia untuk memakan apa–apa saja di muka bumi ini sepanjang halal dan thayyib.

Sedangkan di surah Al-Maaidah, ayat tersebut melarang manusia yang beriman untuk tidak terlalu membatasi dirinya dengan kehidupan di dunia. Manusia tetap dianjurkan untuk menikmati kehidupan layak yang dicontohkan Rasulullah SAW (menjadi sunah) salah satunya adalah makan apa saja sepanjang halal dan thayyib.

Ayat-ayat yang berkenaan dengan halal yaitu thayib tersebut ditafsirkan sebagai sehat, bergizi, bermanfaat untuk fisik dan akal manusia (Tafsir Ibnu Katsir).

Contoh halal dan thayyib

Dari segi makanan, makanan halal adalah semuanya kecuali yang dilarang yang dinyatakan di Al-Qur’an dan hadits. Contohnya adalah bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah (QS Al-Baqarah (2):173; QS Al-Maaidah (5):3).

Minuman keras (alkhomru) secara tegas juga dilarang (QS Al-Maaidah (5):90), dan segala makanan yang buruk (QS Al-Araf (7):157) termasuk al-khabaaits atau sesuatu yang menjijikan, berbahaya dan haram. Begitu juga hewan yang berkuku tajam dan bertaring (HR Muslim No. 1933), serta pemakan kotoran (jalallah) (HR Abu Daud No. 3785; Tirmidzi No.1823; dan Ibnu Majah: 3189).

Selanjutnya hidup dari rezeki yang thayyib disebutkan di QS Al-Baqarah (2):172 menjadi anjuran bagi orang yang beriman. Sedangkan contoh-contoh makanan yang thayyib atau bernutrisi tinggi dan memberikan dampak kesehatan banyak disebutkan di dalam Al-Qur’an seperti hewan ternak beserta susunya, ikan segar, jagung, zaitun, kurma, anggur, madu, dan tumbuh–tumbuhan lainnya, termasuk jintan hitam yang disebutkan dalam sebuah hadits.

Walaupun umat Islam diperintahkan untuk memakan dari rezeki yang halal dan thayyib, tetap saja harus seimbang (hadits tentang cara makan Rasulullah SAW) dan tidak boleh berlebihan seperti yang tertera di dalam QS Taha (20):81 yang artinya: “Makanlah dari rezeki yang baik – baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampau batas…”

Panduan makanan thayyib

Semakin canggihnya teknologi, banyak makanan instan yang diproduksi seperti ayam broiler dan telurnya, susu kaleng, beras non-organik, ikan yang diawetkan, dan sayur–sayuran yang berpestisida tinggi, beras non-organik, buah–buahan yang dililin, makanan ber-MSG dan makanan instan lainnya.

Hal ini jauh beda dengan ayam kampung, ikan segar, susu segar, beras organik dan sayur – sayuran organik.

Seorang penulis, Michael Pollan dalam bukunya Food Rules menyatakan bahwa ada 10 petunjuk memilih makanan sehat:

1. Jangan makan apapun yang nenek moyang kita tidak mengakuinya sebagai makanan.

2. Makan tumbuh–tumbuhan terutama daun–daunan.

3. Makan makanan yang kelak akan basi.

4. Keluar dari supermarket secepat mungkin untuk menghindari makanan instan.

5. Bukan makanan jika dia datangnya lewat jendela mobil.

6. Bukan makanan jika disebut dengan nama yang sama di semua bahasa.

7. Makanlah hewan yang memakan makanan yang baik.

8. Makan junk-food asal buatan sendiri.

9. Jangan sarapan pagi dengan sereal yang dapat merubah warna susu.

10. Jangan remehkan ikan kecil yang berprotein tinggi.

Petunjuk dari Michael Pollan di atas sudah cukup baik yang dapat menambah pemahaman kita terhadap makanan yang halal dan thayyib menurut Al-Qur’an dan Hadits.

Murah atau mahal

Dari panduan di atas tentu saja para keluarga sangat peka dengan harga karena menyangkut soal anggaran keuangan keluarga. Sebenarnya tidak semua yang baik dan sehat itu mahal, misalnya memakan buah–buahan lokal seperti papaya, nenas, rambutan, mangga lebih baik dan murah dari apel yang dililin atau mangga dalam kemasan kaleng.

Namun tidak dipungkiri, sebagian besar makanan organik dipasang dengan harga tinggi karena waktu produksinya lebih lama dan memakai energi manusia lebih banyak.

Sebagai panduan keluarga, usahakan sebisanya untuk mengkonsumsi makanan halal dan thayyib dengan menggunakan anggaran yang ada. Jika tidak mampu, jangan kemudian terpaksa berhutang hanya ingin memastikan makanan yang dikonsumsi harus organik misalnya.

Jangan lupa niat dan doa, karena hanya Allah SWT jualah yang akan memastikan konsumsi keluarga kita senantiasa halal dan thayyib. Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Artikel ini diterbitkan di: Bisnis Keuangan, Kompas

 

Bank Makanan; sebuah kepedulian

Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc

Konsultan, Sakinah Finance, Colchester-UK

bank.png

Salah satu donasi publik melalu toko untuk Bank Makanan (Model: Rayyan Tamanni) 

Sekitar 13 juta orang di Inggris dinyatakan hidup di bawah garis kemiskinan. Ironis memang, negara yang masuk dalam kategori negara maju dan berpengaruh ini masih bicara soal kelaparan. Pameo ‘yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin’ sangat nyata di Inggris, yang menurut Cooper dkk, 2010 adalah buah dari mengakarnya neoliberalisme di Inggris hasil dari kebijakan ekonomi neoliberal oleh iron lady Margaret Thatcher. Thatcher memegang jabatan Perdana Menteri Britania Raya dari tahun 1979 hingga tahun 1990.

Siapakah yang miskin itu?

Data Office for National Statistics menunjukkan bahwa seseorang masuk kategori miskin atau berpendapatan rendah jika pendapatannya kurang dari £16.000 per tahun atau £1.333 per bulan (sekitar Rp. 27 juta per bulan).

Tentu saja melonjaknya kemiskinan ini tidak tiba-tiba. Krisis ekonomi Eropa baru-baru ini memberikan dampak bagi Inggris, bebasnya masyarakat Eropa masuk ke negara ini menjadikan lowongan kerja makin kompetitif. Tambahan, jika imigran maupun penduduk lokal tergolong kelompok pendapatan rendah maka mereka berhak mendapatkan tunjangan dari pemerintah antara lain berupa bantuan sewa rumah, tunjangan pengangguran (unemployment benefits) dan tunjangan anak-anak. Mau tidak mau dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin lesu, pemerintah terpaksa memangkas beberapa bantuan untuk kesejahteraan rakyat.

Akibatnya keluarga pendapatan rendah kalang kabut untuk menutupi biaya hidupnya termasuk makanan sehari sehari. Ditambah dengan gaya hidup yang makin tinggi akibat godaan  konsumerisme yang makin dahsyat (baca artikel Sakinah Finance “Gaya Belanja Tipe Manakah Kita?” terbit di bulan Oktober 2015).

Solusi

Banyak individu atau lembaga sosial yang kemudian berinisiatif menawarkan solusi antara lain menampung makanan yang disebut ‘bank makanan’ (food bank). Trussel Trust misalnya sebuah organisasi sosial di Inggris yang didirikan pada tahun 1997 fokus menampung makanan untuk kemudian dibagikan kepada individu atau keluarga miskin minimum selama tiga hari.

Menurut website Trussel Trust, tahun 2014-2015 organisasi ini sudah menyuplai makanan kepada sebanyak 1.084.604 orang termasuk di dalamnya ada sebanyak 396.997 anak-anak. Operasi pembagian dilakukan di 420 titik bank makanan di seluruh Inggris.

Program sejenis ini dipercayai mengurangi tindakan kriminal, kehilangan tempat tinggal, kekacauan rumah tangga, dan sakit mental. Lihat saja pengakuan salah seorang penerima makanan dari bank makanan: ‘If there was no foodbank I’d have to steal something to feed my family’ ‘Jika tidak ada bank makanan, saya mungkin sudah mencuri untuk memberi makan keluarga saya’ (Andover Jamie, penerima jasa bank makanan).

Setelah menerima donasi makanan kaleng atau makanan dalam kemasan dari publik, para sukarelawan memilah dan mengumpulkan hanya yang masih layak dimakan dan tidak kadaluarsa. Kemudian tim sukarelawan dokter menentukan kadar nutrisi yang dipastikan ada dalam kemasan. Dengan kupon makanan maka para keluarga miskin ini akan mengambil makanan tersebut dari bank makanan terdekat.

Ternyata bank makanan pertama di dunia adalah St. Mary’s Food Bank, dimulai pada tahun 1967 di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. Tetapi 1400 tahun yang lalu food dan juga welfare bank yang bernama baytulmaal sudah dimulai oleh Rasulullah SAW yang diteruskan oleh para pemimpin umat setelahnya. Kita sudah membaca atau mendengar kisah Umar bin Khattab yang mengambil sekarung gandum dari baytulmaal yang kemudian memikul serta memasaknya sendiri untuk sebuah keluarga yang sedang kelaparan di suatu malam.

Bagaimana Indonesia?

Sudah banyak kita dengar individu, sekelompok masyarakat dan berbagai lembaga sosial membagi-bagikan makanan gratis namun sifatnya insidental atau sekali – kali jika ada bencana alam atau di bulan atau hari tertentu misalnya Ramadhan, hari-hari ketika membayar fidyah atau nazar. Tetapi orang miskin bukan hanya butuh makanan saat hari hari tertentu saja, mereka perlu dibantu secara berkesinambungan.

Ide bank makanan ini mungkin dapat ditiru untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia paling tidak sebagai pertolongan pertama (first aid) yang jelas – jelas adalah tanggung jawab Muslim terhadap sesamanya, lihat QS Al-Ma’arij (70): 24-25: dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu bagi orang (miskin) yang meminta dan tidak meminta. Menurut Tafsir Fi Zhilalil Qur’an, ayat ini menganjurkan untuk membuang sifat kikir dan rakus serta menumbuhkan sifat saling menjamin dan menanggung.

Selain semangat, tentunya ada sistem yang harus dibangun dengan mengedapankan profesionalisme sebuah bank makanan. Di kota New York misalnya, The Food Bank for New York City yang merupakan lembaga bank makanan terbesar di Amerika meminta insinyur Toyota meningkatkan efisiensi kerja mereka selama ini.

Alhasil program Kaizen di Bank Makanan tersebut menunjukan beberapa perbaikan, diantaranya: memangkas waktu tunggu untuk makan malam, dari 90 menit menjadi 18 menit, mengurangi waktu yang digunakan orang untuk mengisi kantung makanan dari 11 menit menjadi 6 menit, serta mengepak 1 buah kotak dari 3 menit menjadi 11 detik.

Dalam kesempatan ini pesan Sakinah Finance adalah untuk mengingatkan penulis secara pribadi dan kita semua yang telah banyak diberikan nikmat, rahmat dan karunia oleh Allah SWT melalui keuangan keluarga yang biidznillah makin lebih baik dari waktu ke waktu. Mari kita perbanyak lagi infaq dan shadaqah keluarga kita dan mari kita hilangkan sifat mubazir karena jutaan orang di luar sana yang saat ini kelaparan. Sifat menyia-nyiakan makanan atau masuk kategori mubazir ini akan dibahas khusus di tulisan Sakinah Finance yang akan datang, Layyina akan bercerita tentang ‘Let’s declare war on waste’, tunggu tanggal mainnya.

Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

 

Eat Halal and Well for Less

Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc dan Layyina Tamanni

Sakinah Finance, Colchester, UK

eat1

Gregg dan Chris, pembawa acara Eat Well for Less
Foto: www.bbc.ac.uk

Kali ini Layyina kembali menceritakan program televisi yang kerap ditontonnya, “Eat Well for Less” atau “Makan lebih baik dengan harga murah” yang mulai ditayangkan oleh BBC di awal tahun 2015 ini. Program tv reality show ini ingin mengajak para keluarga untuk belanja sehat dan berhemat dalam berbelanja.
Pesan program

Menurut Layyina pesan yang didapat adalah kita sebaiknya tidak melihat merek barang ketika mengkonsumsi makanan dan minuman karena dapat menghemat ratusan pound dalam satu bulan belanja (£100 kira-kira Rp. 2juta). Pelajaran lain yang dapat dipetik  dari program ini juga mahal tidak semestinya sehat, jadi carilah makanan minuman sehat yang murah. Biaya hidup di Inggris yang termasuk salah satu termahal di dunia menjadikan program ini tontonan yang diminati terutama dari kalangan menengah ke bawah. Apalagi masalah kesehatan yang luar biasa menjadi tumpuan utama si negerinya Harry Porter ini.

Bagaimana memilih yang sehat dan murah

Memilih produk yang tidak popular bukan berarti tidak mengkonsumsi makanan yang tidak sehat. Pembeli seharusnya jeli dan cermat ketika membaca bahan-bahan yang terkandung di dalam produk dan tidak serta merta percaya kepada iklan di media. Dengan keahlian berbelanja yang baik, pembeli akan berhasil berhemat dan pada saat yang bersamaan mendapatkan barang berkualitas baik.

Hal pertama yang perlu dijadikan kebiasaan bagi keluarga adalah makan masakan rumah dan mengurangi makanan siap saji. Kedua, belanja di pasar tradisional karena lebih menjanjikan bahan makanan segar, sehat dan murah. Secara logika, pasar tradisional dapat menekan harga karena para penjual tidak perlu belanja iklan, membayar sewa mahal, dan mengemas baik produk jualannya. Ketiga, membawa catatan belanja dan uang secukupnya untuk menghindari sifat shopaholic (hobi belanja). Keempat, pandai merencanakan makanan yang bervariasi penuh gizi untuk konsumsi keluarga dan tamu.

Pola belanja masyarakat kita

Bagaimana dengan prilaku konsumsi masyarakat Indonesia? Sejauh mana merek atau brand mempengaruhi gaya belanja mereka? Ternyata para perusahaan besar berlomba-lomba untuk mendapatkan posisi teratas berkenaan dengan Top of Market Share, Top of Mind Share dan Top of Commitment Share yang diadakan oleh Majalah SWA, majalah Marketing, Frontier Consulting Group dan lain – lain. Maka dari itu para perusahaan tidak merasa rugi jika harus belanja iklan ratusan juta yang terkadang melibatkan artis seksi hanya untuk merebut hati masyarakat supaya menjadikan produk mereka pilihan utama.

Eat halal dan thayib

Satu hal yang paling utama bagi keluarga Muslim di Inggris ketika berbelanja adalah memastikan makanan dan minuman yang dibeli adalah halal. Bisa dibayangkan para pendatang yang baru ke negara ini akan kewalahan di hari-hari pertama mereka berbelanja. Namun dibandingkan negara Eropa lainnya, pencantuman label halal lebih banyak ditemui di pasar tradisional, toko-toko dan pusat belanja di Inggris. Di Itali dan Perancis misalnya, bagi pendatang yang hanya tahu berbahasa Inggris, membaca bahan-bahan makanan yang ada di luar kemasan adalah suatu hal yang tidak mudah karena bahasa yang digunakan adalah kebanyakannya bukan bahasa Inggris. Untuk bertanya dengan pegawai toko dan pembeli di sekitar kita pun tidak mudah karena bahasa Inggris yang jarang dipakai di sana. Kalaupun mereka tahu konsep halal, hanya terbatas tahu bahwa produk jualannya tidak mengandung babi.

eat2Logo Halal yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia

Topik pengajian makanan halal adalah salah satu topik kajian terlaris di kalangan masyarakat Muslim di Inggris termasuk komunitas Muslim Indonesia di Glasgow, Skotlandia yang baru-baru ini diselenggarakan oleh Pengajian KIBAR Glasgow,. Bukan hanya Muslim, bahkan sebagian masyarakat non-Muslim mulai menyadari tentang banyak hikmah dibalik makanan yang diproses secara halal yang sejalan dengan keprihatinan mereka selama ini yaitu tentang animal rights, harus higenis, dan proses pemotongan yang tidak melalui pembiusan (stunned).

Dari bacaan di atas kita mungkin punya usulan kalau saja reality show tersebut dapat dikemas lebih baik lagi yang bukan saja sehat dan murah tetapi sehat, murah dan halal (Eat Halal and Well for Less) paling tidak untuk konsumsi masyarakat Muslim. Sebagai umat Islam, kita dapati bahwa 1437 tahun yang lalu, Rasulullah SAW sudah menda’wahkan firman Allah dalam salah satu surah madaniyah, yaitu Surah Al-Baqarah (2): 168 yang artinya:”Wahai manusia! Makanlah yang halal (halalan) lagi baik (thayyiban) yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.”

Menurut tafsir Ibnu Katsir, Allah swt memerintahkan seluruh manusia agar memakan apa saja yang ada dimuka bumi, yaitu makanan yang halal, baik, dan bermanfaat bagi dirinya sendiri yang tidak membahayakan bagi tubuh dan akal pikirannya. Halal di sini mencakup halal memperolehnya, seperti tidak dengan cara merampas dan mencuri, demikian juga tidak dengan melalui transaksi dagang yang haram atau cara yang haram dan tidak membantu perkara yang haram. Sedangkan thayyib, mengutip tulisan di Majalah Gontor, 27 Agustus 2014 ada dua pemahaman yaitu menurut al-Isfahani, adalah sesuatu yang dirasakan enak oleh indra dan jiwa, atau segala sesuatu selain yang menyakitkan dan menjijikkan. Yang kedua adalah dari Ibnu Taimiyah yang menerangkan dalam kitab Majmu’ Fatawa bahwa thayyib adalah yang membuat baik jasmani, rohani, akal dan akhlak manusia. Kalau sekedar halal saja tidak cukup, perlukah MUI menerbitkan logo “Halal & Thayyib”? Wallahu a’lam bis-shawaab.

Ditayangkan di:

MySharing

Republika

Islampos

Suara Islam