Sakinah Finance Workshop; Keuangan Keluarga Islami

Sakinah Finance Workshop; Keuangan Keluarga Islami

Masjid Baitul Ihsan, Bank Indonesia, Jakarta, 3 June 2017/8 Ramadhan 1438H

Advertisements

Mukmin Kuat dari Andalusia

rayyan.jpg

Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, Sakinah Finance, Colchester – Inggris di Andalusia

Seperti yang sudah direncanakan, artikel Sakinah Finance yang lalu “Ummat Islam itu Harus Kaya” berlanjut pekan ini. Sebagian kita mungkin sudah pernah membaca sejarah kejayan Islam al-Andalus atau dikenal sekarang sebagai Andalusia, sebuah provinsi di Spanyol. Bahkan sebagian sudah hijrah, bekerja, studi atau melancong ke sana. Pelajaran apa saja yang dapat kita petik? Siapa saja Mukmin Kuat pada masa itu? Mari lihat kupasan Sakinah Finance kali ini.

Mari kita ke Cordoba
“One minute you are in Arabia, the next in Christendom” demikian sepenggal kalimat dari Globetrotter Travel Guide yang menceritakan La Mezquita, satu masjid raksasa yang masih tersisa di Cordoba, Andalusia, Spanyol. “Muslims are not allowed to pray inside” jerit petugas keamanan ketika melihat kami menunjukkan tiket masuk.

Sebelum abad ke-15, sebelum jatuhnya al-Andalus (Seville, Cordoba, Toledo, Malaga, Murcia, Granada, dan lainnya), masjid megah itulah yang memanggil para Muslim untuk sholat, di antara 600 masjid lainnya yang dibangun di Cordoba.

Peradaban dunia dibangun di sini CLICK TO TWEET
Sebelum itu, selama 781 tahun al-Andalus berada dalam pemerintahan Islam, di mana peradaban dunia dibangun, karya seni bertebaran, pendidikan dan pusat bisnis berkembang, penduduk hidup aman dan saling menghormati walau agama berlainan. Tariq ibn Ziyad lah yang memulai peradaban itu.

Abd ar-Rahman I seorang sultan dari Damaskus yang membangun Masjid Agung Cordoba pada tahun 756. Berkat keahlian para ahli pahat dan seni ukir, serta arsitek Islami, tak pernah puas mata menerawang bagaimana tempat wudhu digunakan, azan dikumandangkan di menara menjulang tinggi serta mihrab dihadapkan sebagai petanda arah kiblat yang bertatahkan emas, kristal dan keramik.

Menurut Alias dan Hikmah, 2013 di masa kedaulatan al-Andalus periode tahun 912-1013, Abdurrahman An-Nashir mendirikan Universitas Cordoba yang perpustakaannya memiliki ratusan ribu buku.

Mari beranjak ke Granada
Di Istana Alhambra (al-Hamra dalam bahasa Arab artinya Istana Merah), Granada, lagi-lagi pengunjung dibuat tercengang. Arsitek lulusan manakah yang dengan rapinya menorehkan pisau – pisau pahat di atas batu bata tanah liat bertuliskan “Wa laa ghaaliba illallah” di sekeliling istana itu 800 tahun yang lalu? Namun tulisan yang berarti “Tidak ada yang menang selain Allah” itu tidak lagi menjadi slogan setelah Raja Ferdinand dan Ratu Isabella menaklukan kerajaan Islam terakhir di wilayah tersebut pada tahun 1492.

Sekejap ke Seville
Bergerak ke arah selatan, nampak Istana Alcazar yang bersebelahan dengan Gereja Katedral Sevilla yang saat ini merupakan gereja terbesar ketiga di dunia. Nampak jelas sebuah menara berdiri tegak di sebelahnya yang dahulunya adalah menara masjid digunakan untuk memanggil para penghuni Alcazar dan rakyat untuk sholat.

rayyan

Lagi-lagi, ukiran seni dan arsitektur apik nampak di sekitar Alcazar, dikerumuni taman-taman bunga dan buah-buahan serta kolam ikan dan air mancur juga kolam besar bergaya gothic tempat menyejukan diri saat udara panas.

Ini sumbangan Islam era Andalusia pada dunia CLICK TO TWEET

Apa saja sumbangan al-Andalus?
Ternyata di kota – kota inilah lahir pakarnya ilmu pengetahuan yang menjadi cikal bakal ilmu pengetahuan modern. Dari Ensiklopedia Peradaban Islam karangan Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec dan Tim Tazkia di Volume 9 Andalusia, disebutkan nama-nama ahli sastra Ibn Hazm, Ibn Abdi Rabbihi, ahli astronomi Ahmad Ibn Nasr dan Az-Zarqali, dan ahli filsafat Ibn Rusyd, At-Turtusi, Ibn Bajah, Ibn Tufail.

Baca juga Ensiklopedia Peradaban Islam karya @SyafiiAntonio CLICK TO TWEET

Nampak riset apik dilakukan oleh Tim Tazkia yang dapat menjadi rujukan bagi yang ingin mendalami sejarah peradaban Islam di berbagai belahan dunia seperti Andalusia serta Makah, Madinah, Yerusalem, Damaskus, Baghdad, Kairo, Istanbul, Persia, Cina Muslim. Tentu saja kita dapat jadikan bahan baca sebelum pergi melancong ke tempat – tempat tersebut.

Tak asing nama – nama ahli kimia dan kedokteran kita dapatkan di Volume 9 itu seperti Ibn Sina, al-Razi, Ibn al-Baitar, Abbas bin Firnas, Jabr Ibn Hayyan. Begitu juga ahli bidang botani seperti at-Tighnari, al-Gharnati, Ahmad Ibn Hajjaj, dan al-Isybily. Disebutkan Ziryab atau Abu al-Hasan Ali bin Nafi’ berjasa memperkenalkan gaya busana dan tata rambut di benua Eropa disamping memperkenalkan penemuan pasta gigi dan deoderan.

Luar biasa, walau tanpa teknologi, tanpa fasilitas seperti sekarang ini mereka dapat menjadi para pakar rujukan dunia dalam bidangnya. Saat ini, walau sayup-sayup dan tanpa disadari, kita ternyata menikmati hasil karya mereka, sebagai ummat dunia.

Apa tugas kita?
Sesungguhnya sebuah anjuran bagi kita untuk berjalan di muka bumi untuk memperhatikan bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan para rasul dan melupakan Allah SWT seperti yang telah disebut di dalam Al-Qur’an diantaranya QS Ali Imran (3): 137, QS Al-An’am (6): 11, QS Yunus (10): 101; QS Yusuf (12): 109; QS Al-Hajj (22): 46; QS Al-Ankabut (29): 20; QS Al-Ankabut (29): 20; QS An-Naml (27): 69; QS Ar-rum (30): 42; Al-Fathir (35): 44; QS Al-Ghafir (40): 82; QS Muhammad (47): 10. Semoga kupasan singkat kali ini dapat memberikan manfaat.

Penting sekali belajar Alquran! CLICK TO TWEET

Teringat supir taksi yang mengantarkan kami ke Istana Alhambra, mengaku keturunan Arab, suka mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang disuarakan Sudais katanya, kini memilih menjadi ateis (tidak percaya Tuhan) menyampaikan pesan luar biasa kepada kami: “Es importante aprender Coran”, “Penting sekali belajar Al-Qur’an”. Diulanginya lagi sebelum kami turun dari taksinya, “Recuerde, es importante aprender Coran”, “Ingat, penting sekali belajar Al-Qur’an”. Tak peduli siapa dia, sungguh sebuah pesan luar biasa untuk kami dan bagi kita semua, bagaimana? Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Read more: http://sakinah.mysharing.co/14776/mukmin-kuat-dari-andalusia-spanyol/#ixzz4Oz5YfY74

 

Republika

Suara Islam

Hidayatullah

10 Tips Hidup Hemat di Luar Negeri

14344279_10209933212745026_2888283241690816543_n.jpgDr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, Konsultan Sakinah Finance, Colchester-Inggris

Dalam dua bulan terakhir ini ribuan mahasiswa baru asal Indonesia telah hadir di Inggris Raya dan negara lainnya untuk mengikuti perkuliahan di berbagai universitas dan jurusan.

Sebagian berbekal beasiswa pemerintah, sebagian lainnya berbekal pinjaman atau bantuan BI (baca: Bapak/Ibu). Ada yang datang sendiri atau membawa keluarga, baik didampingi suami atau isteri tanpa atau dengan anak-anak, ada juga suami dan istri sama – sama datang untuk tugas belajar.

Dengan kurs Poundsterling dan Dolar Amerika Serikat yang cukup rendah saat ini (harga jual menurut Bank Indonesia (BI) per hari Jum’at, 30 September 2016, satu Poundsterling senilai Rp. 16.934 dan satu Dolar Amerika Serikat senilai Rp. 13.603), membuat daya beli mahasiswa baru saat ini boleh dikatakan cukup tinggi.

Jika dibandingkan dengan kurs tahun 2014 atau 2015 sebelum EU Referendum atau Brexit (Britain Exit – keluarnya Inggris dari Uni Eropa), Poundsterling berada dalam posisi jual sebesar Rp. 20.649 pada tahun 2014 dan Rp. 22.321 pada tahun 2015, pada tanggal dan bulan yang sama.

Demikian juga Dolar Amerika Serikat yang bernilai jual sebesar Rp. 14.730 pada tahun 2015 yang lalu, sekarang terdepresiasi karena kebijakan The Fed yang tidak menentu. Begitu juga dengan nilai kurs mata uang AUD, RM, EUR dan lainnya, rupiah cenderung terapresiasi.

Namun ‘murahnya’ uang asing tidak boleh membuat lalai. Perencanan keuangan tetap diperlukan pada kondisi apapun juga. Jika memang saat ini uang dalam keadaan berlimpah, maka sebaiknya para mahasiswa berhemat untuk antisipasi kebutuhan masa depan dan dalam rangka memenuhi impian – impian.

Sisa uang saku yang ada mungkin saja dapat disisihkan untuk berangkat haji atau umrah dari luar negeri, membantu orangtua, menyicil pinjaman – jika ada, renovasi rumah, persiapan pernikahan, dan hal lain yang awalnya tidak terpikirkan.

Berikut beberapa tips Sakinah Finance tentang bagaimana hidup hemat di UK pada khususnya, dan di negara-negara maju lain pada umumnya. Dari hasil bincang-bincang dengan Zeynita Gibbons, seorang wartawati Kantor Berita Antara dan Siska Marhen, seorang dosen Universitas Telkom yang sedang menjalankan studi S3 di Universitas Strathclyde, ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu adik-adik dan teman-teman mahasiswa baru untuk lebih cerdas mengelola

Beli barang secara online, karena lebih murah CLICK TO TWEET
1. Beli barang online. Mengapa? Karena tidak memerlukan jam kerja penjaga toko jadi biaya administrasi dan harga yang ditawarkan relatif lebih rendah. Selain itu, sistem pengiriman paket di UK sangat efisien dan murah.

2. Beli barang jauh-jauh hari. Mengapa? Karena toko bisa memperhitungkan stok dan penjualan ke depan sehingga biaya gudang berkurang.

3. Beli dalam waktu diskon besar-besaran. Mengapa? Karena toko harus tukar stok ketika perubahan musim. Kebanyakan toko tidak akan menjual baju musim dingin seperti jaket atau cardigan kalau summer sudah tiba, dan seterusnya. Tapi jangan kalap ya, toko menurunkan margin dengan berharap bulk sale dapat menggenjot keuntungan secara keseluruhan.

4. Jadi anggota atau member untuk toko yang punya banyak jaringan, supaya dapat diskon khusus sebagai anggota. Mengapa? Karena toko berharap dapat retensi pelanggan dan dengan bebas dapat mengirim info dan promosi produk berdasarkan demografi pelanggan. Namun hati – hati, baiknya memilih member hanya untuk toko yang bonafide, karena salah-salah detil pribadi kita sebagai pelanggan akan dijual ke advertiser atau pihak ketiga.

5. Beli dalam jumlah banyak dengan diskon. Mengapa? Karena toko perlu perputaran uang yang cepat. Untung sedikit tapi menjadikan uang cepat mendatangkan bisnis baru.

6. Beli barang elektronik yang refurbished (restorasi toko), harga jauh lebih murah tapi barang seperti baru. Mengapa? Banyak barang yang masih dalam masa garansi kembali ke toko karena ada kerusakan. Sebagian barang ini bisa disempurnakan. Karena bukan asli baru makanya dijual dengan harga yang cukup miring.

7. Jadi orang bule jangan jadi orang Indonesia. Mengapa? Karena harga tempe di Inggris misalnya, paling murah £2 atau Rp.35ribu hanya dimakan satu atau dua orang, sedangkan harga roti 75 pence atau Rp.10ribu bisa dimakan 5 orang.

Tinggal di Inggris, Tempe lebih mahal ketimbang roti! CLICK TO TWEET
8. Berteman dengan banyak orang dimulai sebelum berangkat ke negara tujuan, misalnya melalui sosial media. Banyak Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dan persatuan komunitas Indonesia yang punya page atau group di facebook. Mengapa? karena mereka bisa memberikan info tempat tinggal yang murah, strategis tapi aman dan info barang longsoran seperti jaket dingin, peralatan rumah tangga, mainan anak-anak dan lain – lain.

9. Beli mainan dan barang rumah tangga di carboot sale atau charity shop. Mengapa? Banyak barang bagus dijual disana, sekalian juga beramal. Banyak juga barang yang second hand tapi masih layak pakai dalam waktu 1-3 tahun studi.

10. Dan terakhir, banyak bersyukur dan jangan mengeluh karena nikmat kita akan terus bertambah (QS Al-Baqarah (2): 152, QS Ibrahim (14): 7). Apapun masalah yang dihadapi di UK, merasalah menjadi orang yang lebih beruntung karena sudah terpilih dari jutaan calon mahasiswa yang tidak bisa kuliah ke luar negeri. Cara bersyukur lainnya adalah dengan mendermakan sebagian uang saku yang ada sebagai infaq, sedekah atau bantuan lainnya.

Jangan lupa bersyukur karena bisa kuliah di luar negeri! CLICK TO TWEET
Demikian tips Sakinah Finance kali ini, semoga bermanfaat! Tim Sakinah Finance mendoakan semoga selalu mendapatkan keberkahan dan ketenangan selama berada di luar negeri, baik dalam hal keuangan maupun dalam menyelesaikan perkuliahan. Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Read more: http://sakinah.mysharing.co/14772/10-tips-hidup-hemat-di-luar-negeri/#ixzz4Oz1vK1zy

Suara Islam

Hidayatullah