Keluarga Brunei Butuh Perencanaan Keuangan Islami

13627026_10209415072351840_3011915265354325124_n-2

Persatuan Masyarakat Indonesia di Brunei Darussalam (PERMAI) menggelar Talkshow Keuangan Keluarga Sakinah Finance di Bandar Seri Begawan.

Dalam kunjungan yang hanya sehari di negara Islam pimpinan Sultan Hassanal Bolkiah itu, Perencana Keuangan Syariah dari Sakinah Finance, Murniati Mukhlisin berbicara mengenai pentingnya keuangan keluarga.

Acara talkshow pada tanggal 25 Juli 2016 itu dihadiri oleh PERMAI yang ada di sekitar Bandar Seri Bagawan dan mahasiswa – mahasiswa yang belajar di Universiti Brunei Darussalam (UBD).

Menurut Rahmah yang sudah tinggal di Brunei lebih lima tahun, talkshow sejenis Sakinah Finance sangat diperlukan bagi keluarga-keluarga Indonesia yang hidup di luar negeri, sebagaimana siaran pers yang diterima MySharing, Selasa (26/7). Walaupun banyak keluarga yang hidup di Brunei lebih dari cukup namun pengelolaan keuangan Islami sangat diperlukan untuk antisipasi di masa depan, ujar Rahmah.

Selain mengadakan talkshow, Murniati juga meninjau dua kampus besar di Brunei yaitu UBD dan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) yang telah mengembangkan kurikulum dan program keuangan syariah. Beberapa mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari Kementerian Luar Negeri Brunei Darussalam sempat berbagi pengalaman studi dan hidup di Brunei.

Kami sangat puas dengan pendidikan dan bantuan beasiswa yang lebih dari cukup dengan fasilitas asrama yang sangat memadai, ujar Mitachul Huda, Ketua Persatuan Pelajar Indonesia Brunei, yang juga hadir dalam talkshow Sakinah Finance ini.

Diberitakan di: MySharing

 

 

Dompet Dhuafa Australia Gelar Roadshow Pengelolaan Keuangan Keluarga

dompet-dhuafa-_120911085157-185.jpg

Dompet Dhuafa Australia mengadakan roadshow yang berbentuk talkshow dan pelatihan yang dibawakan oleh Murniati Mukhlisin, penulis buku Sakinah Finance sekaligus motivator pengelolaan keuangan keluarga Islami. Murniati juga merupakan dosen University of Essex, Inggris.

Roadshow yang dimulai dari kota Melbourne kemudian ke Sydney, Brisbane dan berakhir di Sydney ini diadakan sejak tanggal 10 hingga 23 Juli 2016 dan dihadiri sekitar 400 orang.

Dari siaran pers yang diterima MySharing, Rabu (27/7), Cecep Haji Solehudin, Direktur Dompet Dhuafa Australia, roadshow ini bertujuan untuk membuka wawasan para keluarga Indonesia yang hidup di Australia akan pentingnya manajemen keuangan keluarga bersumberkan ajaran Islam.

“Yang hadir sangat antusias dengan paparan yang disampaikan Ibu Murniati bahkan komunitas Iqro Foundation di Sydney memutuskan untuk memberikan modal untuk praktik bisnis syariah buat kelompok terbaik remaja sebesar seribu dolar Australia”, kata Cecep menambahkan.

Menurut Murniati, modal yang diberikan akan dikelola dengan menggunkan akad mudharabah. Dalam skema ini, keuntungan akan dibagi sesuai kesepakatan di awal dan jika ada kerugiaan akan ditanggung oleh pemilik modal kecuali ada kelalaian dari pengelola. Adapun durasi bisnis akan berlangsung selama tiga bulan.

Diberitakan oleh:

Republika

MySharing