Apakah Indonesia Masih Dijajah?

Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, Sakinah Finance, Colchester – Inggris

KOMPAS.com – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa kondisiekonomi Indonesia sekarang mirip pada masa penjajahan Belanda dahulu. (Baca: Kepala Bappenas: Kondisi Ekonomi Indonesia Sekarang Mirip Saat Dijajah Belanda)

colonial_masters.jpg

Sumber Gambar: Historiata

Masyarakat awam tentu saja bertanya–tanya, apa benar dan bagaimana cara dijajahnya? Sepertinya tidak mungkin, karena perekonomian Indonesia nampak makin baik dari tahun ke tahun, misalnya dari segi pendapatan keluarga.

Berapa pendapatan keluarga Indonesia?

Sebut saja Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang menurut Badan Pusat Statistik adalah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu negara dalam suatu periode tertentu baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan.

Atas dasar harga berlaku PDB per kapita per tahun adalah Rp 6,8 juta pada tahun 2000 naik menjadi Rp 12.5 juta pada tahun 2005, kemudian menjadi Rp 27 juta pada tahun 2010 dan Rp 36,5 juta.

Peningkatan PDB per kapita itu bisa kita lihat dari kemampuan keluarga Indonesia dalam memenuhi kebutuhannya seperti ekonomi, sosial, budaya, ilmu pengetahun dan teknologi.

Dari segi ekonomi kita bisa melihat kehidupan keluarga terutama di perkotaan yang makin modern, tinggal di rumah yang lebih dari layak, dibalut dengan perhiasan teknologi dan mode terkini serta gaya hidup kelas atas lainnya, sehingga kita mengatakan bahwa mereka sejahtera.

Tapi ternyata di balik itu, persoalan keluarga terjerat hutang makin tinggi dari waktu ke waktu, salah satu puncaknya adalah penggunaan kartu kredit yang tidak terkontrol baik.

Hingga akhir tahun 2015, data Bank Indonesia menunjukan adanya 16,81 juta keping kartu kredit beredar dengan pemakaian rata–rata Rp 767 miliar per hari.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menerima 1.030 pengaduan sepanjang tahun 2015 yang lalu, yang jika diurut lima besar pengaduan adalah sebagai berikut: perbankan dengan dominasi kartu kredit 176 kasus (17 persen); perumahan 160 kasus (16 persen); telekomunikasi 83 kasus (8 persen); belanja online 77 kasus (7 persen); dan leasing 66 kasus (6 persen).

Apakah model kesejateraan seperti ini yang kita inginkan? Bagaimana dengan fakta bahwa Indonesia adalah negara kaya sumber daya alamnya? Yang seharusnya dapat menyumbangkan kesejahteraan buat rakyatnya tanpa rakyatnya harus mendapatkannya dengan berutang.

Lawan kata kesejahteraan

Di sisi lain, kita melihat ketimpangan kesejahteraan pada keluarga Indonesia. Menurut BPS per Agustus 2016, pertumbungan ekonomi Indonesia saat ini adalah 5,2 persen, angka pengangguran terbuka 5,61 persen serta angkat kemiskinan 10,86 persen atau 28 juta orang.

Jika melihat angka kemiskinan versi Bank Dunia, ternyata ada 40 persen atau sekitar 100 juta rakyat Indonesia yang sebenarnya sangat rentan untuk jatuh miskin jika pendapatan dipatok 1,9 dollar AS per hari atau 87 dolar per bulan (lebih tinggi dari tolak ukur BPS yaitu 22,6 dollar AS per bulan).

Faktor penyulut kenaikan angka kemiskinan salah satunya adalah kenaikan harga BBM dan imbas dari perlambatan ekonomi yang menekan indikator kesejahteraan di sektor riil.

Sangat ironi jika melihat fakta ini, Indonesia yang kaya akan sumber daya alam seperti bahan bakar minyak tapi tidak bisa mengendalikan harga minyak.

Siapakah yang “menjajah”?

Jadi tepat sekali apa yang dikatakan oleh Bambang bahwa sumber daya alam Indonesia selama ini tidak sepenuhnya dinikmati oleh Indonesia. Bahkan ujung – ujungnya para keluarga Indonesia menggunakan barang jadi yang awalnya adalah barang mentah dari tanah sendiri.

Sebut saja minyak, tambang, gas, emas dan perak; Indonesia hanya pandai menggali dan mengeluarkan dari perut bumi tetapi tidak pandai atau dihambat untuk membuatnya menjadi barang jadi.

Pada akhirnya, aktifitas ekonomi ini dinikmati oleh pihak – pihak asing, seolah – olah kita masih berada di zaman penjajahan Belanda. Tentu saja kita sudah berada di alam kemerdekaan, sudah kita lalui jaman penjajahan (koloniaslime) namun sekarang telah beralih menjadi jaman penjajahan dalam bentuk lain (imperialisme).

Seperti yang dikatakan oleh Joe Painter dari Universitas Durham dan Alex Jeffrey dari Universitas Cambridge di dalam bukunya, Political Geography ,

“Although imperialism and colonialism focus on the suppression of an other, if colonialism refers to the process of a country taking physical control of another, imperialism refers to the political and monetary dominance, either formally or informally.”

Kebijakan ekonomi yang keliru adalah salah satu sebab yang memberikan peluang bagi pihak asing untuk leluasa membeli dan menggunakan sumber daya alam Indonesia.

Menurut Didin Damanhuri dalam tulisannya di Harian Republika 1 Oktober 2015, hingga akhir ini, ada sekitar 112 undang undang yang kurang sesuai denganUUD 1945, yang banyak berpihak kepada keuntungan pihak – pihak asing.

Sikap keluarga Indonesia?

Al-Quran menerangkan bahwa segala yang ada di langit dan di bumi (di dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa bentuknya adalah bintang – bintang, gunung – gunung, lautan, sungai – sungai, dan semua yang dapat dimanfaatkan) adalah milik Allah SWT sebagai rahmat kepada kita semua.

“Dan Dia menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu semuanya, (sebagai rahmat) dari-Nya. Sungguh, dalam hal demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir” (QS. Al-Jaatsiyah (45): 13].

Ternyata Allah SWT menuntut adanya kaum yang berfikir yaitu para intelektual selaku pemimpin (khalifah) di muka bumi yang paham akan adanya tanda – tanda, tahu bagaimana menggunakan sebaik-baiknya semua milik Allah tersebut karena semuanya hanya dititipkan sementara (amanah) dan sebagai ujian yang kelak akan dipertanggung-jawabkan.

Di ayat yang lain, para kaum berfikir ini juga dituntut untuk menggunakan semua nikmat Allah SWT dengan berlaku adil, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebijakan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran” (QS An-Nahl (16): 90).

Kesimpulannya adalah mari pastikan setiap anggota keluarga kita menjadi bagian kaum yang berfikir. Kaum yang berperan sebagai khalifah di muka bumi ini sehingga dapat menggunakan segala rahmat Allah SWT pada tempatnya, senantiasa berlaku adil atas sesama, belajar dari kejadian – kejadian masa lampau untuk dijadikan pelajaran serta menegakkan kebenaran dan memerangi kemungkaran. Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Editor : Bambang Priyo Jatmiko

Diterbitkan di: Kompas, 29 November 2016

Mukmin Kuat dari Andalusia

rayyan.jpg

Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, Sakinah Finance, Colchester – Inggris di Andalusia

Seperti yang sudah direncanakan, artikel Sakinah Finance yang lalu “Ummat Islam itu Harus Kaya” berlanjut pekan ini. Sebagian kita mungkin sudah pernah membaca sejarah kejayan Islam al-Andalus atau dikenal sekarang sebagai Andalusia, sebuah provinsi di Spanyol. Bahkan sebagian sudah hijrah, bekerja, studi atau melancong ke sana. Pelajaran apa saja yang dapat kita petik? Siapa saja Mukmin Kuat pada masa itu? Mari lihat kupasan Sakinah Finance kali ini.

Mari kita ke Cordoba
“One minute you are in Arabia, the next in Christendom” demikian sepenggal kalimat dari Globetrotter Travel Guide yang menceritakan La Mezquita, satu masjid raksasa yang masih tersisa di Cordoba, Andalusia, Spanyol. “Muslims are not allowed to pray inside” jerit petugas keamanan ketika melihat kami menunjukkan tiket masuk.

Sebelum abad ke-15, sebelum jatuhnya al-Andalus (Seville, Cordoba, Toledo, Malaga, Murcia, Granada, dan lainnya), masjid megah itulah yang memanggil para Muslim untuk sholat, di antara 600 masjid lainnya yang dibangun di Cordoba.

Peradaban dunia dibangun di sini CLICK TO TWEET
Sebelum itu, selama 781 tahun al-Andalus berada dalam pemerintahan Islam, di mana peradaban dunia dibangun, karya seni bertebaran, pendidikan dan pusat bisnis berkembang, penduduk hidup aman dan saling menghormati walau agama berlainan. Tariq ibn Ziyad lah yang memulai peradaban itu.

Abd ar-Rahman I seorang sultan dari Damaskus yang membangun Masjid Agung Cordoba pada tahun 756. Berkat keahlian para ahli pahat dan seni ukir, serta arsitek Islami, tak pernah puas mata menerawang bagaimana tempat wudhu digunakan, azan dikumandangkan di menara menjulang tinggi serta mihrab dihadapkan sebagai petanda arah kiblat yang bertatahkan emas, kristal dan keramik.

Menurut Alias dan Hikmah, 2013 di masa kedaulatan al-Andalus periode tahun 912-1013, Abdurrahman An-Nashir mendirikan Universitas Cordoba yang perpustakaannya memiliki ratusan ribu buku.

Mari beranjak ke Granada
Di Istana Alhambra (al-Hamra dalam bahasa Arab artinya Istana Merah), Granada, lagi-lagi pengunjung dibuat tercengang. Arsitek lulusan manakah yang dengan rapinya menorehkan pisau – pisau pahat di atas batu bata tanah liat bertuliskan “Wa laa ghaaliba illallah” di sekeliling istana itu 800 tahun yang lalu? Namun tulisan yang berarti “Tidak ada yang menang selain Allah” itu tidak lagi menjadi slogan setelah Raja Ferdinand dan Ratu Isabella menaklukan kerajaan Islam terakhir di wilayah tersebut pada tahun 1492.

Sekejap ke Seville
Bergerak ke arah selatan, nampak Istana Alcazar yang bersebelahan dengan Gereja Katedral Sevilla yang saat ini merupakan gereja terbesar ketiga di dunia. Nampak jelas sebuah menara berdiri tegak di sebelahnya yang dahulunya adalah menara masjid digunakan untuk memanggil para penghuni Alcazar dan rakyat untuk sholat.

rayyan

Lagi-lagi, ukiran seni dan arsitektur apik nampak di sekitar Alcazar, dikerumuni taman-taman bunga dan buah-buahan serta kolam ikan dan air mancur juga kolam besar bergaya gothic tempat menyejukan diri saat udara panas.

Ini sumbangan Islam era Andalusia pada dunia CLICK TO TWEET

Apa saja sumbangan al-Andalus?
Ternyata di kota – kota inilah lahir pakarnya ilmu pengetahuan yang menjadi cikal bakal ilmu pengetahuan modern. Dari Ensiklopedia Peradaban Islam karangan Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec dan Tim Tazkia di Volume 9 Andalusia, disebutkan nama-nama ahli sastra Ibn Hazm, Ibn Abdi Rabbihi, ahli astronomi Ahmad Ibn Nasr dan Az-Zarqali, dan ahli filsafat Ibn Rusyd, At-Turtusi, Ibn Bajah, Ibn Tufail.

Baca juga Ensiklopedia Peradaban Islam karya @SyafiiAntonio CLICK TO TWEET

Nampak riset apik dilakukan oleh Tim Tazkia yang dapat menjadi rujukan bagi yang ingin mendalami sejarah peradaban Islam di berbagai belahan dunia seperti Andalusia serta Makah, Madinah, Yerusalem, Damaskus, Baghdad, Kairo, Istanbul, Persia, Cina Muslim. Tentu saja kita dapat jadikan bahan baca sebelum pergi melancong ke tempat – tempat tersebut.

Tak asing nama – nama ahli kimia dan kedokteran kita dapatkan di Volume 9 itu seperti Ibn Sina, al-Razi, Ibn al-Baitar, Abbas bin Firnas, Jabr Ibn Hayyan. Begitu juga ahli bidang botani seperti at-Tighnari, al-Gharnati, Ahmad Ibn Hajjaj, dan al-Isybily. Disebutkan Ziryab atau Abu al-Hasan Ali bin Nafi’ berjasa memperkenalkan gaya busana dan tata rambut di benua Eropa disamping memperkenalkan penemuan pasta gigi dan deoderan.

Luar biasa, walau tanpa teknologi, tanpa fasilitas seperti sekarang ini mereka dapat menjadi para pakar rujukan dunia dalam bidangnya. Saat ini, walau sayup-sayup dan tanpa disadari, kita ternyata menikmati hasil karya mereka, sebagai ummat dunia.

Apa tugas kita?
Sesungguhnya sebuah anjuran bagi kita untuk berjalan di muka bumi untuk memperhatikan bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan para rasul dan melupakan Allah SWT seperti yang telah disebut di dalam Al-Qur’an diantaranya QS Ali Imran (3): 137, QS Al-An’am (6): 11, QS Yunus (10): 101; QS Yusuf (12): 109; QS Al-Hajj (22): 46; QS Al-Ankabut (29): 20; QS Al-Ankabut (29): 20; QS An-Naml (27): 69; QS Ar-rum (30): 42; Al-Fathir (35): 44; QS Al-Ghafir (40): 82; QS Muhammad (47): 10. Semoga kupasan singkat kali ini dapat memberikan manfaat.

Penting sekali belajar Alquran! CLICK TO TWEET

Teringat supir taksi yang mengantarkan kami ke Istana Alhambra, mengaku keturunan Arab, suka mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang disuarakan Sudais katanya, kini memilih menjadi ateis (tidak percaya Tuhan) menyampaikan pesan luar biasa kepada kami: “Es importante aprender Coran”, “Penting sekali belajar Al-Qur’an”. Diulanginya lagi sebelum kami turun dari taksinya, “Recuerde, es importante aprender Coran”, “Ingat, penting sekali belajar Al-Qur’an”. Tak peduli siapa dia, sungguh sebuah pesan luar biasa untuk kami dan bagi kita semua, bagaimana? Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Read more: http://sakinah.mysharing.co/14776/mukmin-kuat-dari-andalusia-spanyol/#ixzz4Oz5YfY74

 

Republika

Suara Islam

Hidayatullah

Ummat Islam Itu Harus Kaya

islamic-finance-5-cara-kaya-menurut-islam

Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, Konsultan Sakinah Finance, Colchester-Inggris

Masyarakat Indonesia yang bermukim di Derby-Leicester-Nottingham (Pe-DLN) UK memiliki kajian pekanan yang diselenggarakan secara online. Pada kajian Jumat pekan lalu, kami membicarakan posisi dan peranan ummat Islam saat ini dengan mengundang ustad Yusuf Mansur sebagai pembicara tamu.

Ustaz mengingatkan tentang kekuatan doa dan asmaul husna yang harusnya menjadi pegangan ummat Islam khususnya ummat Islam Indonesia supaya dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi saat ini. Dalam kesempatan tanya jawab, salah seorang anggota kajian, Nurisma Fira, dokter umum sekaligus penulis yang tinggal di Colchester menyampaikan kepada sang Ustaz bahwa dia sering mendapatkan pertanyaan dari para ilmuwan sekuler di Inggris tentang peranan Islam dalam kemajuan peradaban ummat Islam sendiri.

Apa peran Islam terhadap kemajuan peradabannya sendiri? CLICK TO TWEET
Ilmuwan tersebut lebih lanjut menyatakan bahwa negara-negara barat yang secara kasat mata tidak ada peran Islam di dalam kehidupan masyarakatnya menujukkan kemajuan dalam peradaban sementara negara-negara Muslim yang kehidupannya diwarnai Islam bisa dikatakan tertinggal jauh dari negara-negara barat tersebut.

Menanggapi pertanyaan tersebut diatas, ustaz menjelaskan bahwa tidak tepat jika mengatakan bahwa ummat Islam saat ini tidak maju dan terbelakang. Sama seperti ummat agama lainnya, ummat Islam di seluruh dunia juga mencapai kemajuan-kemajuan di segala bidang kehidupan. Selain itu, ummat Islam juga berperan aktif dalam peningkatan kemashalatan ummat manusia. Namun, sayangnya keberhasilan-keberhasilan tersebut miskin publikasi oleh media-media saat ini.

Pendapat ustaz mungkin adabenarnya. Namun, ada baiknya kita juga kita membaca kondisi ummat Islam di berbagai belahan dunia yang dikutip media-media sebagai sarana muhasabah agar kita setidaknya termotivasi untuk mengambil langkah-langkah strategis untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan tadi.

Apa kata media?

Saat ini media menyatakan bahwa jumlah orang miskin di dunia mayoritas ditemukan dari negara-negara dengan sebagian besar penduduknya beragama Islam. Business Insider UK melaporkan bahwa separuh dari 25 negara termiskin di dunia saat ini adalah negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam.

Mayoritas penduduk miskin dunia adalah orang Islam! CLICK TO TWEET
Miskinnya ummat Islam juga tergambar dari daftar orang terkaya di dunia yang marak dibuat media. Dari daftar tersebut, keterwakilan ummat Islam masih beraada pada tingkat yang rendah. Sebagai contoh, dari 50 Orang Terkaya Indonesia Versi Majalah Forbes Tahun 2015, jumlah orang Islam yang masuk dalam daftar tersebut bisa dihitung dengan jari. Posisi pertama dari 50 orang tadi, diduduki oleh Keluarga Hartono (Non-Muslim) pemilik perusahan rokok Djarum dan pemegang saham terbesar Bank Central Asia. Sedangkan Muslim yang masuk dalam list tersebut berada pada urutan ke-empat, Chairul Tanjung, pemilik Bank Syariah Mega Indonesia, Trans TV, dan bisnis lainnya yang kemudian diikuti oleh Achmad Hamami dan Keluarga di peringkat ke-24.

Tahun 2016 kembali Majalah Forbes melaporkan hasil risetnya tentang 100 Milyarder di Dunia Dalam Bidang Teknologi dengan total aset gabungan sebesar USD 892 milyar. Keseratus Milyader tersebutternyata berasal dari 11 negara yang tidak satu pun negara Islam (baca: Amerika Serikat (51 orang), Cina (19 orang), Kanada (5 orang), Jerman (4 orang), Korea Selatan (3 orang), Jepang (3 orang), Hong Kong (3 orang), Taiwan (2 orang), Israel (2 orang), India (2 orang), Australia (2 orang), dan Inggris Raya, Singapura, Rusia, Brazil masing – masing 1 orang).

Dalam ulasan Sakinah Finance beberapa waktu yang lalu dengan judul “Bukan Sekadar Sholat Jenazah” disebutkan bahwa hampir 80 persen dari biaya umrah, menyumbang kepada penyedia produk dan jasa yang notabene nya bukan dari pengusaha Muslim. Hal ini menunjukan ketergantungan ummat yang begitu besar pada sistem yang bukan dikuasai ummat Islam sendiri, dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari bahkan hingga pada penyelenggaraan ibadah haji dan dan umroh.

Selain dibidang ekonomi dan jasa, di bidang ilmu pengetahuan pun peran ummat Islam masih kecil sekali. Dari1360 Highly Cited Researchers (peneliti yang paling banyak dikutip karyanya) yang dikeluarkan Google Scholar bulan Juni 2016, peran peniliti Muslim atau peneliti dari universitas Islam masih sangat rendah, nyaris tidak terdeteksi.

Ummat itu harus kaya dan kuat

Nurlinawati Yunus seorang peneliti yang saat ini bermukim di Jerman dan juga aktif dalam pengajian PeDLN berpendapat bahwa ummat Islam itu harus kaya dan kuat. Setuju? Mari kita lihat ulasan berikut.

Ummat Islam harus kaya dan kuat, setuju? CLICK TO TWEET
Ada hadits yang menyatakan bahwa: Orang-orang faqir kaum Muslimin akan memasuki surga sebelum orang-orang kaya (dari kalangan kaum Muslimin) selama setengah hari, yaitu lima ratustahun (Hadits hasan shahîh, HR At-Tirmidzi No. 2353, 2354 dan HR Ibnu Majah No. 4122). Hal ini dikarenakan banyaknya harta si kaya yang perlu dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan waktu yang lama.

Namun hadits tersebut hendaknya tidak dijadikan pegangan supaya tidak perlu mengejar kekayaan dunia karena di hadits lain Rasulullah SAW bersabda: Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan (HR. Muslim No. 2664, HR Ahmad No. 370, HR Ibnu Majah No. 79, shahih). Kuat di sini dimaknai dari segi keyakinan, perkataan dan perbuatan yang semuanya harus dilakukan dengan sebaik-baiknya(konsep itqon).

Salah satu untuk menjadi Mukmin yang kuat itu adalah menjadi kaya hati, harta dan ilmu. Kaya dunia bukan diletakkan di hati tetapi di tangan karena dunia hanyalah tempat senda gurau, karena hanya kampung akhiratlah tempat yang terbaik (QS Al-An’am (6): 32).

Muslim harus kaya agar dapat mendominasi ekonomi Indonesia bahkan dunia! CLICK TO TWEET
Berikut beberapa alasan mengapa ummat Islam itu harus jadi Mukmin yang kuat dalam hal harta:

Untuk menjalankan rukun Islam yang sempurna karena Muslim yang kaya dapat mengeluarkan zakat, sedekah, wakaf, berhaji dan ibadah lainnya.
Agar dapat mengenyam pendidikan yang baik, sehingga selain kaya harta, mereka juga kaya ilmu (QS Al-Mujadalah (58):11, QS At-Taubah (9): 122).
Supaya mampu memberikan hartanya di jalan Allah (QS Al-Baqarah (2): 261) dan mengikuti sunah Rasulullah SAW yang selalu menyumbangkan hartanya untuk Islam. Tidak menjadi orang yang selalu meminta – minta karena ketika hari kiamat kelak ia akan datang dengan tidak ada sekerat daging di wajahnya (HR Bukhari No. 1474 dan Muslim No.1040).
Supaya dapat memilih makanan dan pendapatan yang halal lagi thayib(QS Al-Baqarah (2):168, 172, 173), karena dengan makanan bergizi akan menjadi sehat dan sigap sehingga dapat menjadi produktif.
Untuk memberikan nafkah yang layak untuk istri dan anak-anaknya (QS An-Nisaa (4) : 34).
Supaya dapat memberikan harta waris yang layak untuk keluarganya (lihat HR Bukhari No. 2742berkenaan dengan Saad IbnAbi Waqqas dan harta waris yang layak untuk anaknya).
Agar dapat mendominasi ekonomi Indonesia bahkan dunia sehingga dapat menjalankan sistem ekonomi tanpa riba (QS Al-Baqarah (2): 275).
Supaya dapat duduk di tempat strategis, membuat keputusan sesuai dengan ajaran Islam, yang sesungguhnya merupakan rahmat bagai seluruh alam, bagi semua manusia di muka bumi ini (QS Al-Anbiya (21): 107).
Bagaimana, siap jadi bagian dari ummat yang kaya dan kuat? Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah! (Tulisan bersambung pekan depan: “Mukmin Kuat di Andalusia, Spanyol”)

Read more: http://sakinah.mysharing.co/14774/orang-islam-harus-kaya/#ixzz4Oz4NtEf5

Republika

Suara Islam

Hidayatullah