Mukmin Kuat dari Andalusia

rayyan.jpg

Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc, Sakinah Finance, Colchester – Inggris di Andalusia

Seperti yang sudah direncanakan, artikel Sakinah Finance yang lalu “Ummat Islam itu Harus Kaya” berlanjut pekan ini. Sebagian kita mungkin sudah pernah membaca sejarah kejayan Islam al-Andalus atau dikenal sekarang sebagai Andalusia, sebuah provinsi di Spanyol. Bahkan sebagian sudah hijrah, bekerja, studi atau melancong ke sana. Pelajaran apa saja yang dapat kita petik? Siapa saja Mukmin Kuat pada masa itu? Mari lihat kupasan Sakinah Finance kali ini.

Mari kita ke Cordoba
“One minute you are in Arabia, the next in Christendom” demikian sepenggal kalimat dari Globetrotter Travel Guide yang menceritakan La Mezquita, satu masjid raksasa yang masih tersisa di Cordoba, Andalusia, Spanyol. “Muslims are not allowed to pray inside” jerit petugas keamanan ketika melihat kami menunjukkan tiket masuk.

Sebelum abad ke-15, sebelum jatuhnya al-Andalus (Seville, Cordoba, Toledo, Malaga, Murcia, Granada, dan lainnya), masjid megah itulah yang memanggil para Muslim untuk sholat, di antara 600 masjid lainnya yang dibangun di Cordoba.

Peradaban dunia dibangun di sini CLICK TO TWEET
Sebelum itu, selama 781 tahun al-Andalus berada dalam pemerintahan Islam, di mana peradaban dunia dibangun, karya seni bertebaran, pendidikan dan pusat bisnis berkembang, penduduk hidup aman dan saling menghormati walau agama berlainan. Tariq ibn Ziyad lah yang memulai peradaban itu.

Abd ar-Rahman I seorang sultan dari Damaskus yang membangun Masjid Agung Cordoba pada tahun 756. Berkat keahlian para ahli pahat dan seni ukir, serta arsitek Islami, tak pernah puas mata menerawang bagaimana tempat wudhu digunakan, azan dikumandangkan di menara menjulang tinggi serta mihrab dihadapkan sebagai petanda arah kiblat yang bertatahkan emas, kristal dan keramik.

Menurut Alias dan Hikmah, 2013 di masa kedaulatan al-Andalus periode tahun 912-1013, Abdurrahman An-Nashir mendirikan Universitas Cordoba yang perpustakaannya memiliki ratusan ribu buku.

Mari beranjak ke Granada
Di Istana Alhambra (al-Hamra dalam bahasa Arab artinya Istana Merah), Granada, lagi-lagi pengunjung dibuat tercengang. Arsitek lulusan manakah yang dengan rapinya menorehkan pisau – pisau pahat di atas batu bata tanah liat bertuliskan “Wa laa ghaaliba illallah” di sekeliling istana itu 800 tahun yang lalu? Namun tulisan yang berarti “Tidak ada yang menang selain Allah” itu tidak lagi menjadi slogan setelah Raja Ferdinand dan Ratu Isabella menaklukan kerajaan Islam terakhir di wilayah tersebut pada tahun 1492.

Sekejap ke Seville
Bergerak ke arah selatan, nampak Istana Alcazar yang bersebelahan dengan Gereja Katedral Sevilla yang saat ini merupakan gereja terbesar ketiga di dunia. Nampak jelas sebuah menara berdiri tegak di sebelahnya yang dahulunya adalah menara masjid digunakan untuk memanggil para penghuni Alcazar dan rakyat untuk sholat.

rayyan

Lagi-lagi, ukiran seni dan arsitektur apik nampak di sekitar Alcazar, dikerumuni taman-taman bunga dan buah-buahan serta kolam ikan dan air mancur juga kolam besar bergaya gothic tempat menyejukan diri saat udara panas.

Ini sumbangan Islam era Andalusia pada dunia CLICK TO TWEET

Apa saja sumbangan al-Andalus?
Ternyata di kota – kota inilah lahir pakarnya ilmu pengetahuan yang menjadi cikal bakal ilmu pengetahuan modern. Dari Ensiklopedia Peradaban Islam karangan Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec dan Tim Tazkia di Volume 9 Andalusia, disebutkan nama-nama ahli sastra Ibn Hazm, Ibn Abdi Rabbihi, ahli astronomi Ahmad Ibn Nasr dan Az-Zarqali, dan ahli filsafat Ibn Rusyd, At-Turtusi, Ibn Bajah, Ibn Tufail.

Baca juga Ensiklopedia Peradaban Islam karya @SyafiiAntonio CLICK TO TWEET

Nampak riset apik dilakukan oleh Tim Tazkia yang dapat menjadi rujukan bagi yang ingin mendalami sejarah peradaban Islam di berbagai belahan dunia seperti Andalusia serta Makah, Madinah, Yerusalem, Damaskus, Baghdad, Kairo, Istanbul, Persia, Cina Muslim. Tentu saja kita dapat jadikan bahan baca sebelum pergi melancong ke tempat – tempat tersebut.

Tak asing nama – nama ahli kimia dan kedokteran kita dapatkan di Volume 9 itu seperti Ibn Sina, al-Razi, Ibn al-Baitar, Abbas bin Firnas, Jabr Ibn Hayyan. Begitu juga ahli bidang botani seperti at-Tighnari, al-Gharnati, Ahmad Ibn Hajjaj, dan al-Isybily. Disebutkan Ziryab atau Abu al-Hasan Ali bin Nafi’ berjasa memperkenalkan gaya busana dan tata rambut di benua Eropa disamping memperkenalkan penemuan pasta gigi dan deoderan.

Luar biasa, walau tanpa teknologi, tanpa fasilitas seperti sekarang ini mereka dapat menjadi para pakar rujukan dunia dalam bidangnya. Saat ini, walau sayup-sayup dan tanpa disadari, kita ternyata menikmati hasil karya mereka, sebagai ummat dunia.

Apa tugas kita?
Sesungguhnya sebuah anjuran bagi kita untuk berjalan di muka bumi untuk memperhatikan bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan para rasul dan melupakan Allah SWT seperti yang telah disebut di dalam Al-Qur’an diantaranya QS Ali Imran (3): 137, QS Al-An’am (6): 11, QS Yunus (10): 101; QS Yusuf (12): 109; QS Al-Hajj (22): 46; QS Al-Ankabut (29): 20; QS Al-Ankabut (29): 20; QS An-Naml (27): 69; QS Ar-rum (30): 42; Al-Fathir (35): 44; QS Al-Ghafir (40): 82; QS Muhammad (47): 10. Semoga kupasan singkat kali ini dapat memberikan manfaat.

Penting sekali belajar Alquran! CLICK TO TWEET

Teringat supir taksi yang mengantarkan kami ke Istana Alhambra, mengaku keturunan Arab, suka mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang disuarakan Sudais katanya, kini memilih menjadi ateis (tidak percaya Tuhan) menyampaikan pesan luar biasa kepada kami: “Es importante aprender Coran”, “Penting sekali belajar Al-Qur’an”. Diulanginya lagi sebelum kami turun dari taksinya, “Recuerde, es importante aprender Coran”, “Ingat, penting sekali belajar Al-Qur’an”. Tak peduli siapa dia, sungguh sebuah pesan luar biasa untuk kami dan bagi kita semua, bagaimana? Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Read more: http://sakinah.mysharing.co/14776/mukmin-kuat-dari-andalusia-spanyol/#ixzz4Oz5YfY74

 

Republika

Suara Islam

Hidayatullah

Menukar Uang – di dalam negeri atau di negara tujuan?

Euro image

Beberapa minggu yang lalu kami berkesempatan mengunjungi beberapa kota di Eropa.

Pengalaman kami, ketika terpaksa harus menukar uang dari Euro ke Swiss Franc – karena Swiss tidak menggunakan Euro, dan sebaliknya, serta ketika menukar Pound Sterling ke Euro, kurs yang ditawarkan money changer di Paris, Amsterdam dan Bonn, sangatlah tidak menguntungkan. Selain nilai tukar yang murah, semua exchange yang kami kunjungi mengenakan komisi tidak kurang dari 3 Euro (hampir 50,000) per transaksi, per mata uang.

Kalau dihitung, untuk komisi saja kami harus mengeluarkan hampir 10 Euro ke beberapa money changer. Mungkin lebih murah kalau kita mengambil uang di ATM lokal. Beruntung kami tidak perlu sering menukar uang selama 14 hari perjalanan ini, karena kami memang sudah mempersiapkan dana dalam Euro sejak tahun 2011, sebelum berangkat ke UK.

Dari pengalaman ini, setidaknya untuk perjalanan ke Eropa, sebaiknya semua dana dipersiapkan dalam mata uang Euro (atau mata uang lokal tempat tujuan kita) ketika masih di Indonesia. Selain masih mungkin mendapatkan kurs yang bagus, kemungkinan dikenakan komisi beberapa kali bisa dihindari.

Bagaimana kalau US Dollar? Mata uang yang menjadi pilihan pertama banyak orang Indonesia ketika ke luar negeri ini, juga akan mengalami nasib serupa ketika di Eropa.***

Pesantren Wirausaha pengisi liburan

Ketika sedang melanglang dunia maya, saya terdampar di portal bisnis Islami Niriah.com, terutama kolom/blog-nya Mas Jamil Azzaini. Beliau adalah salah satu pendiri Dompet Dhuafa dan penulis buku Kubik Leadership (yang belum tamat-tamat saya baca).

Salah satu seri tulisannya yang membuat saya kagum adalah artikel yang memberi memotivasi pembaca untuk menjadi wirausaha, supaya bisa hidup mandiri dan kaya. Dan ini bukan sekedar nasihat kosong; karena ada saran konkrit yang disodorkan oleh beliau. Salah satunya adalah nyantri di pesantren wirausaha binaannya di Klaten, Jawa Tengah.

Pesantren wirausaha ini persisnya diberi nama Pesantren Wirausaha Abdurrahman bin Auf (Perwira AbA), dan beralamat di:

Desa Bulan, Wonosari, Klaten, Jawa Tengah PO.Box 35 Delanggu 57471,Telp. 0271-7060430 ~ HP 0813-29384549

Salah satu aktivitas di pesantren ini yang sangat ‘revolusioner’, minimal bagi saya, adalah memagangkan santri-santrinya – yang kebanyakannya berasal dari keluarga kurang mampu, di lingkungan orang kaya. Selama magang, para santri diharapkan bisa mengenal lebih dekat kebiasaan dan cara hidup orang-orang kaya (pengusaha). Syukur-syukur bisa ketularan kemampuan finansialnya.

“Untuk mengikis mental miskin, Perwira AbA melakukan berbagai terapi dan cara. Salah satunya, para santri harus tinggal di komunitas orang kaya selama kurang lebih dua bulan. Setelah dibekali dengan berbagai ilmu, attitude, dan keterampilan, para santri wajib hidup dan berinteraksi dengan komunitas orang kaya sekaligus belajar bisnis dan menyadap ilmu dari mereka”.

Detail artikelnya bisa baca disini.

Kegiatan ini barangkali bisa menjadi salah satu alternatif bagi mengisi liburan sekolah tahun ini, terutama bagi remaja dan mahasiswa.

Pesantren kilat untuk anak-anak?

Untuk liburan kali ini, ada baiknya mendaftarkan anak-anak untuk ikut Pesantren Kilat selama 2-3 hari. Jika anggaran terbatas, bisa menghubungi pihak DKM Mesjid di lingkungan anda untuk menyelenggarakannya.Para orangtua mungkin bisa berembuk bersama untuk mengatur acara ini dengan mengeluarkan dana yang sangat sedikit bahkan bisa gratis. Caranya adalah meminta kesediaan bagi yang punya Villa, transportasi, usaha catering untuk menyediakan fasilitas tersebut untuk anak- anak di lingkungan anda.

Atau pilihkan tempat yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal anda, sehingga biaya transportasi tidak akan terlalu mahal. Adapun motivator dapat dipilih dari pihak mesjid atau menghubungi mahasiswa yang sudah berpengalaman – yang mungkin tinggal di sekitar lingkungan anda – untuk mengatur program Pesantren Kilat ini.

Bagi yang mempunyai anggaran lebih, bisa menghubungi pihak ESQ untuk mendaftarkan anak-anak dalam Program ESQ for Teens. Bisa baca lebih detail di ESQ.

Saya berpendapat bahwa program Pesantren Kilat ini adalah salah satu ibadah kita sesuai dengan Firman Allah SWT:

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu” (Q. S. Adz-Zarriyat 56)
“Dan hendaklah takut kepada Allah dan rosul-Nya, orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap mereka, oleh karena itu hendaklah mengucapkan perkataan yang benar.” (Q.S. Annisaa, 9)

Tentunya kita harus memastikan bahwa Pesantren Kilat ini diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut :

  1. Mengakrabkan anak-anak dengan lembaga pendidikan Islam
  2. Meningkatkan pemahaman anak-anak tentang Islam
  3. Membentuk sikap, tingkah laku dan budi pekerti yang Islami
  4. Membuka wawasan pemikiran anak-anak
  5. Menanamkan ruh Ibadah dalam seluruh aktivitas kehidupan
  6. Mengenalkan konsep kewirausahaan Islam (perlu motivator yang bisa juga menguasai hal ini)

Untuk liburan kali ini, anak kami Layyin (8 tahun, naik Kelas 3 tahun ini) sudah mengawali dengan Pesantren Kilat. Layyin pergi bersama 50 anak-anak lain dari Sentul City sebelum Sholat Jum’at di hari Jum’at yang lalu menuju sebuah Vila di Puncak, tidak jauh dari Ciawi.

Izinkan Layyin untuk berbagi sedikit pengalamannya kepada Anda semua, yang ditulis dalam Buku Diary-nya selama di Puncak dari hari Jum’at – Ahad yang lalu. Saya membacanya dan meminta izin untuk diketikkan di sini.

Tulisan Layyin di Hari Pertama:

Saya pergi ke puncak di Ciawi, seru lho! Banyak teman, ada Amel, Ka Ehan, Salsa, Ka April dan banyak lagi. Saya tidur bareng Amel. Seru Lho. Saya akan mendapat pengalaman baru. Alhamdulillah.

By Layyin.
NB: Amel adalah teman sekelasnya dan teman dekatnya setelah Velya.

Tulisan Layyin di Hari Kedua:

Pagi – pagi saya bercanda dengan teman – teman walau suasana dingin. Aku suka sekali karena banyak orang yang ikutan. Saya jogging dan ikut acara mentoring. Sesudah itu, saya makan nasi goreng, timun, sosis dan baso, tapi basonya cuma satu. Lalu saya mandi kemudian saya ikut lomba. Seru lho. Saya senang sekali.

By Layyin
NB: mentoring adalah salah satu sebutan acara ceramah singkat untuk peserta yang diadakan selepas sholat.

Tulisan Layyin di Hari Ketiga:

Saya berolahraga dan jalan-jalan. Sehabis itu saya makan. Lalu saya menggambar. Isi mentoring hari ini adalah mengenai peta Indonesia, dimanakah kita sekarang di sini. Ustaz Abdullah Hay mengingatkan semua anak-anak untuk tidak menyakiti hati kedua orangtua terutama Ibu. Allah akan memberikan hukuman kepada manusia yang melakukan hal tersebut yaitu ketika manusia itu meninggal, kepalanya akan berubah menjadi kepala seekor binatang ‘haram’ yaitu ‘babi’ dan kemudian ada seekor ular yang akan mengigitnya.

(Layyin menggambar dua orang, satu Ibu dan satu Ayah dan menjelaskan bahwa keluarga itu berarti Ayah + Mama + Aku + Adik – Adik. Terakhir dia menulis I love you Mom and Dad, I love you Mom and Dad, I love you Mom and Dad).

By Layyin
NB: Layyin menceritakan bahwa dia menangis ketika Ustaz bercerita mengenai anak-anak yang sering menyakiti hati orangtua tersebut. Layyin berkata bahwa dia rindu kepada Daddy dan Mommy saat itu dan ingin meminta maaf.

Demikianlah ringkasan Pesantren Kilat. Sudah mencoba? Mau mencoba? Ditunggu komentar anda.** (Mu Kim Ni)

Masih bingung mengisi liburan?

Apa kabar Anda semua di minggu ke-3 liburan sekolah ini? Mau liburan gratis ke luar negeri? Ke negeri antah berantah?

Ada satu ide yang insya Allah bisa memberikan manfaat untuk keluarga Anda dalam mengisi waktu liburan kali ini. Yang jelas, bisa dilakukan sambil bersenang-senang dengan anak-anak.

Mau tau caranya? Mari kita telusuri petunjuk di bawah ini:

  1. Pinjam laptop dari kantor atau syukur alhamdulillah kalau sudah ada Laptop atau PC di rumah
  2. Siapkan jaringan telepon untuk jaringan Telkomnet Instan atau syukur alhamdulillah kalau sudah ada jaringan WIFI di tetangga yang bisa masuk ke rumah kita.
  3. Siapkan cemilan, bisa french fries, nugget, pan cake dan teh manis atau sirup ros merah campur timun serut. Asyik dihidangkan di hari yang agak panas sekarang-sekarang ini.
  4. Buat pengumuman kepada anak-anak (umur balita – SD) -terutama yang jarang berkenalan dengan internet – agar siap sedia untuk pergi ‘melalang buana’ di negara mana saja mereka mau.
  5. Letakkan cemilan yang disebut di atas lengkap dengan tissue atau lap tangan.
  6. Sambungkan internet.
  7. Start Googling, www.google.com
  8. Jika punya anak lebih dari satu, beri kesempatan satu persatu kepada mereka untuk negara atau hewan apa yang mereka ingin lihat atau baca.
  9. Pilih ‘Gambar’ terletak nomor 2 sebelah kiri atas lembar Google.
  10. Mulailah melalang buana. Saya yakin pilihan pertama anak lelaki anda adalah Power Rangers, Raihan Rangers, Ultraman, Dinosourus, Turtle Ninja, Dolphin, Naruto (upss…yang satu ini sebaiknya dihindari karena tokohnya tidak begitu baik). Dan pilihan anak perempuan anda adalah Barbie, Fulla, Princess, Snow White, Mermaid dan putri – putri kerajaan lainnya.
  11. Setelah puas, ajaklah mereka dimana Pinokio pertama kali dilagendakan. Saya ingat tourist guide yang menemani rombongan kami ketika tiba di Firenze (Florence), Italy, menceritakan bahwa di kota itulah Pinokio mulai pertama kali dipopulerkan. Negara lain yang menarik bisa Australia, dimana Steve Irwin – Crocodile Hunter dari Australia Zoo, berenang bersama dengan ikan pari yang tiba-tiba menusuk dadanya. Hari itu merupakan hari terakhir bagi Steve bercengkrama dengan hewan-hewan buas yang senantiasa menghiasi program televisi di seluruh belahan dunia. Untuk detail mengenai Steve, baca di situs Wikipedia.
  12. Jika anak-anak anda ingin menggambar online, banyak situs-situs gratis yang menyediakan dan anak-anak kami sudah mencobanya, asyik loh. Coba ini Online Coloring Book.
  13. Jika anda mempunyai printer dan kertas A-4 (daur ulang juga boleh), bisa mencetak ‘Coloring Pictures’ yang jumlahnya ribuan dan anak-anak anda bisa pilih apa saja; tinggal click, copy-paste ke MS Word dan cetak. Siapkan crayon (bisa bekas yang anda bisa kumpulkan dari sudut-sudut buku dan meja belajar anak-anak) dan anda sudah bisa membuat perlombaan mewarnai, ajak teman-teman mereka se-RT. Ehm….minta mereka bayar untuk ganti biaya internet, kertas dan crayon juga ide bagus tuh.
  14. 4 Jam tidak terasa, tiba makan siang. Lanjutkan setelah Sholat Zuhr.

Bagi keluarga yang sudah mencoba, boleh sharing komentar anda di sini. Bagi yang belum, semoga ini menjadi alternatif pengisi liburan kali ini dan semoga bermanfaat. Ditunggu komentarnya.** (Mu Kim Ni)

Liburan 250 Rupiah?

Bagaimana dengan liburan Anda semua? Kita akan menginjak minggu ke-2 liburan panjang ini, masih bingung menentukan pilihan? Atau Anda masih belum mendapat izin cuti dari kantor? Mudah-mudahan Anda secepatnya bisa menemani buah hati Anda berlibur. 

Saya tertarik dengan survey yang diadakan oleh sebuah harian ibukota baru – baru ini. Koran ini mewancarai secara random 20 anak muda di jalan raya mengenai jumlah museum di Jakarta dan apakah mereka pernah mengunjunginya. Surprisingly, tidak ada satupun yang berhasil menjawab dengan tepat jumlah museum tersebut dan hanya sedikit sekali yang pernah mengunjunginya dan tahu dengan betul namanya.

Dan pada hari ini, di Harian Kompas ada sebuah artikel keluarga mengenai “Liburan 250 Rupiah”. Artikel ini mengajak kita yang prihatin dengan kenaikan BBM yang mengakibatkan naiknya harga kebutuhan pokok dan menurunkan purchasing power keluarga.

Nah, untuk mensiasati kesulitan ini, dan tetap bisa menikmati liburan artikel ini mengupas biaya masuk museum yang super murah. Seperti yang kita ketahui bahwa tiket masuk museum dan tempat bersejarah umumnya sangat murah. Di Museum Nasional Jakarta, misalnya, karcis masuknya hanya Rp. 750,- untuk umum dan Rp.250,- untuk pelajar.

Di samping prihatin dengan purchasing power yang semakin menurun, mengunjungi museum juga memberikan nilai baru bagi anak-anak. Kita seharusnya cukup prihatin dengan kecintaan anak-anak kita terhadap sejarah bangsa dan negara ini. Apakah museum hanya wajar dikunjungi oleh turis manca negara saja? Apakah Shopping Mall sudah menjadi pengganti Museum yang wajib dikunjungi oleh kita sekeluarga?

Siapa bilang Museum tidak asyik?

Sekolah anak kami, SDIT Fajar Hidayah baru-baru mengadakan kunjungan ke Museum Zoologi di samping Kebun Raya Bogor, dan Layyin adalah salah satu murid yang wajib pergi. Kami sedang mencari waktu yang tepat di liburan ini untuk sekeluarga pergi ke sana karena sepulangnya Layyin dari kunjungan tersebut, tak henti – hentinya dia mempromosikan dan menceritakan isi Museum kepada kami.

Dia masih tidak terima penjelasan saya ketika dia bertanya mengapa tidak boleh memotret jika berada di dalam museum. Karena tanpa foto, dia tidak bisa banyak bercerita. Maka dari itu, dia berkali – kali mengajak kami sekeluarga ke sana. Ehmmm, it’s already included in the budget this second week.

Selain itu, ada juga beberapa museum yang menawarkan pengalaman kreatif seperti Museum Tekstil di Jalan Aipda KS Tubun yang menawarkan kursus membatik. Ada biaya tambahan untuk itu, satu paket kursus membatik Rp. 200.000. Tapi untuk kursus singkat seperti saputangan, dikenakan biaya Rp. 35.000 untuk pengunjung lokal dan Rp. 75.000 untuk turis asing. Wah asyik juga kursus membatik, bisa jadi peluang usaha buat anak-anak di rumah.

Museum Fatahillah juga menarik untuk dikunjungi, ada 23.500 koleksi benda bersejarah disana. Antara lain ada meriam Si Jagur, pembatas ruang, patung Hermes, pedang eksekusi tahanan zaman VOC dan lukisan Gubernur Jenderal VOC Hindia Belanda dari 1602 hingga 1942. Asyik untuk keluarga yang punya anak-anak SMP, SMA apalagi anak laki-laki yang umumnya suka perang-perangan.

Untuk mengetahui alamat lengkap museum – museum di Jakarta, bisa dijumpai di www.budayajakarta.com.

Selain museum, ada ide yang tak kalah menarik yaitu mengunjungi mesjid-mesjid yang megah dan cantik diseputar Jabodetabek.

Mesjid Kubah Emas di Depok yang fenomenal layak dikunjungi, minimal shalat jamaah satu waktu disana akan menimbulkan kebanggaan kita sebagai Muslim. Kemudian Mesjid Istiqlal yang menjadi Mesjid Resmi Negara di Jakarta Pusat, Mesjid Jami’ Kampung Baru di Jalan Bandengan Selatan – yang konon katanya punya mimbar paling indah, Mesjid At-Tin di TMII yang mempunyai kenangan sendiri terhadap Ibu Negara Tien Soeharto (almarhumah), atau Mesjid Raya Pondok Indah di Pondok Indah.

Yang paling asyik adalah masuk mesjid ini tidak perlu bayar sama sekali tetapi jika lihat Kotak Amal, jangan pikir dua kali untuk memasukkan uang sedekah kita. Coba yuk…** – (Mu Kim Ni/Anik)