Ini Tips agar Keuangan Makin Sehat Setelah Lebaran

erreygerye.jpgOleh: Murniati Mukhlisin

Sebentar lagi kita akan merayakan Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1437H. Bersyukurlah bagi yang menjalankan puasa di bulan Ramadhan kali ini yang berhasil memperbanyak amal soleh lebih banyak dari bulan – bulan sebelumnya.

Allah SWT menjanjikan ganjaran berlipat untuk amalan puasa karena amalan itu hanya untukNya (HR Bukhari No. 6938; Ahmad 8995; Ibnu Majah 1628).

Sesungguhnya, Allah SWT memberikan ganjaran satu kebaikan untuk sebuah niat baik dan 10 hingga 700n atau lebih untuk sebuah perbuatan baik (HR Ahmad No. 6898; Muslim No. 184; Tirmidzi No. 2999), ternyata di bulan Ramadhan, Allah SWT menjanjikan lebih banyak dari itu (HR Ahmad No. 9337).

Sungguh luar biasa, maka dari itu mari kita bermunajat supaya dapat dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan yang akan datang.

Tentu saja ganjaran amalan puasa yang berlimpah tadi menganjurkan kita untuk berusaha berbuat semaksimal mungkin, supaya latihan menahan nafsu, disiplin, prihatin, sabar, dan suka berbagi sebulan penuh ini akan senantiasa membekas di hari lebaran dan di hari–hari selanjutnya.

Untuk itu, mari kita cek hal–hal berikut ini:

1. Gaya walau hutang

Lebaran adalah ajang silaturrahim namun sering dijadikan ajang pamer rumah baru, mobil baru, perabot baru dengan cara berlebihan, berhutang atau memaksakan diri.

Adik saya, Kim Sui yang punya toko handphone di Tangerang menceritakan bahwa sebuah tradisi biasa bagi sebagian pekerja pabrik–pabrik sekitar Tangerang untuk membeli handphone baru dan motor kreditan baru untuk dibawa ketika mudik lebaran.

Sayangnya, barang – barang itu akan dibawa ke kampung halaman sebagai bahan pamer. Mungkin saja orangtua dan keluarga di kampung bangga, namun tentu saja mereka kecewa jika tahu bahwa beberapa minggu kemudian handphone baru itu akan dijual dan motor kreditan akan ditarik oleh dealer karena tidak mampu bayar bulanan.

Ternyata bukan gaya–gaya dengan niat pamer yang dianjurkan. Melainkan menjadikan rumah lebih nyaman untuk ditinggali, baju–baju yang lebih baik untuk dipakai.

Tentu saja tidak semua harus berurusan dengan hutang kalau memang tidak mampu dan juga tidak berlebihan walaupun mempunyai keuangan yang lebih dari cukup. Dengan bekal latihan sebulan puasa, mari pertahankan gaya hidup sederhana di mana saja level keuangan kita berada.

2. Baju Lebaran

Sangat miris melihat harga–harga baju di Jakarta dan di kota–kota besar lainnya. Kalau dibandingkan dengan harga baju-baju di Inggris misalnya, bisa lebih mahal atau kurang lebih sama. Bayangkan para keluarga yang tidak cerdik, akan terjebak membeli baju – baju mahal.

Latihan sebulan puasa tentu menjadikan kita makin prihatin. Ada trik–trik berikut yang mungkin bisa membantu, misalnya belanja di factory outlet, menjahit sendiri dan membeli saat diskon jauh hari sebelum lebaran.

3. Sikap mubadzir

Lebaran adalah saatnya memasak makanan khas dan menyajikan kue-kue terbaik untuk menyambut sanak–saudara, tetangga dan para kenalan.

Namun sering kali kita tidak memperhatikan makanan–makanan sisa. Kita masih bisa merasakan bagaimana ketika melatih prihatin selama bulan puasa. Tentu dengan modal itu, kita dapat memastikan makanan dan minuman yang disajikan tidak terbuang sia–sia.

Dari ketiga hal yang harus kita hindari, ada tiga tips yang bisa membantu keuangan kita makin baik setelah Lebaran Insya Allah, yaitu:

1. Sinergi

Mari jadikan ajang silaturrahim lebaran kali ini menjadi ajang bersinergi dengan menerapkan praktik–praktik bisnis syariah. Misalnya sinergi antara yang punya modal dengan yang menjalankan bisnis dengan sistem mudharabah, bisnis berbagi hasil dengan sistem musyarakah, sewa beli cara syariah dengan prinsip ijarah dll.

Dengan latihan prihatin selama bulan puasa, kita dapat melanjutkannya melalui ajang sinergi ini, misalnya dengan cara mengumpulkan dana dari keluarga yang mampu dan menyampaikan kepada yang memerlukan dengan prinsip qardhul hasan (pinjaman tanpa imbalan). Pastikan semua transaksi tercatat dengan baik.

2. Zakat, Infaq, Shadaqah, Waqf (ZISWAF)

Salah satu topik ngobrol saat Lebaran adalah bagaimana caranya supaya dapat memastikan ZISWAF dihitung dan disalurkan dengan baik.

Keluarga Ibu Wieke di Houston, Texas pernah berbagi pengalaman bahwa beliau dan keluarga besarnya biasa mengumpulkan zakat bersama dan kemudian menyalurkannya ke Indonesia.

Tentu saja ini hal yang baik untuk dicontoh.

3. Waris

Jadikan ajang lebaran kali ini supaya digunakan untuk saling mengingatkan seputar masalah hukum waris Islami (mawarits), baik yang lampau maupun yang akan datang.

Semoga dengan sikap sabar yang makin baik selama bulan Ramadhan ini, segala sengketa dan kesalahpahaman dapat diatasi.

Demikian tips lebaran dari Sakinah Finance kali ini. Untuk memastikan amalan soleh semasa bulan Ramadhan terjaga, mari kita niat dan praktikan Puasa Syawal Enam dan puasa Senin – Kamis, dan jangan lupa untuk mendahulukan puasa ganti dan membayar

fidyah. Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Taqabbalallahu minna wa minkum. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437H,

Mohon Maaf Lahir dan Bathin!

Diterbitkan di:

Ekonomi, Kompas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s