Kredit Pesta Penikahan, Bijaksanakah?

nikah-tangan-cincin-gelang-2xoca7tahvmpuftrnkpt6o

Dok: http://www.hidayatullah.com

Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc
Konsultan Sakinah Finance, Colchester-Inggris

Sebuah iklan beredar di media sosial menawarkan kredit pesta pernikahan. Perlukah sampai demikian berutang demi meriahnya sebuah pesta yang konon dipercayai meningkatkan martabat orangtua, kedua mempelai dan sanak keluarga?

Menikah adalah satu cara untuk mengikut sunnah Rasulullah SAW namun bukan hanya tata cara menikah saja yang patut kita ikuti, sebaiknya hal – hal seputar pernikahan pun kita ikuti secara keseluruhan (kaafah).

Persiapan Pernikahan
Sebagian masyarakat Muslim di Indonesia menyiapkan pernikahan mulai dari mahar, jenis kartu undangan, acara tunangan (khitbah), hantaran lamaran, pesta pernikahan termasuk sewa gedung dan baju pengantin serta paket foto, tanda mata untuk tamu, baju seragam keluarga, bulan madu, rumah yang akan ditinggali dan banyak hal lainnya.

Bermewah untuk pesta pernikahan, apalagi sampai berutang, perlukah? CLICK TO TWEET
Biasanya yang stres adalah antara orangtua dan keluarga besar, calon mertua dan keluarga besar, serta kedua mempelai sendiri. Adapun keinginan untuk memeriahkan acara biasanya datang dari orangtu atau anak, atau keduanya.

Pengantin baru Manis dan Bagus berbagi cerita: “Sebelum menikah, kami sih maunya pesta sederhana saja, tapi ya gitu deh, ortu maunya yang meriah. Biayanya ditanggung separuh-separuh antara dua keluarga.” Mereka mengatakan bahwa biaya pernikahannya ketika mengundang 1000 tamu termasuk keluarga dekat menghabiskan biaya hampir Rp. 500 juta dengan rincian: kartu undangan dan ongkos kirim Rp 20juta, mas kawin (mahar) Rp75juta, paket pesta pernikahan Rp 300juta, tanda mata tamu Rp20 juta, baju seragam keluarga Rp25juta, dan paket bulan madu Rp60juta.

Manis melanjutkan bahwa ada juga dana yang masuk dari amplop yang dibawa tamu, sekitar Rp200juta, kado – kado serta bunga ucapan. Sebagian kado tidak terlalu digunakan, bunga ucapan apalagi, biasanya diambil lagi oleh pengirim bunga setelah pesta usai. Sedihnya, pesta berakhir dengan hutang Rp100juta!

Besarnya biaya pernikahan dan keinginan keluarga untuk membuat pesta besar inilah yang dimanfaatkan lembaga pemberi kredit pesta pernikahan.

Ketika Rasulullah SAW Menikahkah Putrinya
Fatimah Az-Zahra ra adalah putri keempat dari istri Rasulullah SAW, Khadijah binti Khuwaliid. “Marhaban wa sahlan” itulah ucapan Rasulullah SAW kepada Ali bin Abu Thalib ra ketika ia datang meminang Fatimah yang bermakna bahwa Rasulullah SAW menerima pinangannya. Maka menikahlah keduanya.

Pernikahannya sangat sederhana bertempat di rumah yang sederhana, tidak ada musik dan hamburan kekayaan. Perabot rumahnya pun hanya ada kain beludru, bantal kulit berisi rumput kering, penggilingan gandum, alat minum, dan dua buah wadah. Mahar yang diminta tidak lebih dari 12 uqiyah (HR Darimi No. 2103; Ibnu Majah No. 1877), atau sekitar 500 dirham, Rp35 juta nilai sekarang.

Itulah pernikahan Fatimah Az-Zahra ra, yang disebut sebagai Ummu Abiha (ibu dari ayahnya) karena selalu menghibur Rasulullah SAW ditengah penderitaannya dalam mensyiarkan Islam.

Itulah pernikahan Fatimah Az-Zahra ra, anak satu-satunya Rasulullah SAW yang disebut sebagai salah satu dari empat wanita terbaik di dunia yang namanya dihafal setelah Asiyah, Maryam, dan Khadijah.

Itulah pernikahan Fatimah Az-Zahra ra, yang selalu dipuji, dicium tangan dan wajahnya kala berjumpa dengan ayahnya, Rasululllah SAW.

Infografis kebutuhan menikah dari sebuah situs perbandingan produk keuangan
Infografis kebutuhan menikah dari KreditGoGo, situs perbandingan produk keuangan.

Jadi Perlukah Berhutang?
Bagi yang ingin menikah, hendaknya mengkaji lagi pesan – pesan Rasulullah SAW bahwa pernikahan adalah urusan mudah, jangan menyusahkan siapapun juga, sehingga akan dapat mengundang keberkahan.

Pernikahan yg paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya CLICK TO TWEET
“Sebaik-baik pernikahan ialah yang paling mudah” (HR. Abu Daud No. 1808) dan “Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya” (HR. Ahmad No. 24595). Rasulullah SAW pernah menikahkan seorang wanita dengan seorang lelaki dengan mahar hafalan Qur’an, karena sang lelaki hanya punya sehelai sarung, tidak mampu mencari walau sebuah cincin besi (lihat HR Bukhari No. 5422; HR Nasa’i No. 3287; HR Darimi No. 2104).

Menyiarkan kabar pernikahan dan berbagi kegembiraan dengan sanak keluarga dan tetangga serta para teman dan sahabat adalah suatu yang dianjurkan, namun jangan sampai memaksakan diri hingga berhutang. Anggaran sederhana dapat diupayakan, misalnya dengan mengirim undangan digital yang didesain cantik, menggunakan rumah sebagai ajang menyambut tamu, dan masak menggunakan catering sederhana.

Karena biaya makanan adalah porsi terbesar, ada baiknya adat kampung dilestarikan dimana biaya pesta makan ditanggung bersama. Seperti yang diceritakan oleh sahabat kecil penulis, Fery Dubara bahwa tradisi membawa ayam dan beras masih ada di Baturaja, Sumatera Selatan, yang jangan sampai diganti dengan tradisi moderen yang serba praktis dan materialitis katanya.

Menikahlah sesuai sunnah Rasulullah SAW CLICK TO TWEET
Kesimpulannya, menikah dengan cara memaksakan diri seperti berutang adalah tidak mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Banyak hal yang mudharat dibandingkan manfaatnya, belum lagi masalah riba karena pinjamannya.

Mungkin sementara pengantin dan keluarganya disanjung khalayak ramai, sementara naik martabat di hadapan tamu, namun hina di mata Allah karena ternyata orang yang bermartabat dan mulia adalah bukan dengan kekayaannya tapi yang mulia adalah karena ketaqwaannya (QS. Al-Hujurat (49): 13).

Selain tentang utang, banyak kisah makanan pesta yang tidak habis kemudian terbuang begitu saja (mubazir), serta menganjurkan gaya tamu makan sambil berdiri. Itukah taqwa dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW? Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Read more:

Republika

MySharing

Hidayatullah

Islampos

Suara Islam

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s