Setelah Hamburg dan London, apa lagi? Flashback awal 1436 Hijriah dan akhir 2014

Hamburg, Jerman dan London, Inggris adalah dua kota pertama mengawali Sakinah Finance di tahun 1436 Hijriah sekaligus merupakan dua kota terakhir di perjalanan Sakinah Finance tahun 2014 yang lalu. Dua kota ini adalah dua kota tersibuk di dunia yang masing – masing mempunyai karakteristik keunggulan berbeda. Hamburg adalah kota pelabuhan yang dibelah oleh kanal dan danau dihiasi taman dan museum diseputar kotanya. Adapun London, kota distrik keuangan ini yang bisa dikatakan kota kunjungan pebisnis dunia untuk meningkatkan portfolionya dan juga kota bagi kaum jetset untuk menghamburkan uangnya.

Mengetik dan mengirim kabar pada saat itu agak tersendat, teman – teman wartawan agak kecewa sepertinya. Berita hangat setelah roadshow di Hamburg dan London kali ini ternyata tidak kunjung sampai di meja mereka. Maafkan🙂

DSC_4507DSC_3774

Terlalu banyak forum konsultasi yang harus kami tangani sepulangnya dari roadshow dan memakan waktu cukup panjang untuk mengatasi kasus per kasus, karena biasanya kami perlu menghubungi pihak ketiga seperti lembaga keuangan syariah untuk update terkini mengenai produk – produk misalnya. Sayangnya, produk lembaga keuangan syariah di Indonesia belum begitu ‘friendly’ untuk menjadi mitra bagi warga Indonesia yang berada di luar negeri. Sedangkan di negar – negara di mana mereka tinggal belum dapat memberikan solusi syariah untuk mengemas manajemen keuangannya.

ekonomi

Tetapi tujuan Sakinah Finance jelas sudah, untuk memastikan keuangan keluarga adalah syariah bukan tiba – tiba harus berhubungan dengan lembaga keuangan syariah, masih banyak PR yang belum dikerjakan oleh sebagian dari keluarga – keluarga kita. Apakah pendapatan yang selama ini diterima sudah tertib syariahnya? bagaimana cara mengeluarkannya? apakah selama ini hanya babi dan alkohol yang harus diwaspadai? bagaimana elemen yang lainnya? bagaimana cara bertransaksi di pasar – pasar? hutang piutang dengan tetangga dan keluarga? bagaimana hutang nazar dan fidiyah? bayaran zakatnya? cara menyalurkannya? adab bersedekah? sangkutan waris? wasiatnya bagaimana? dst, dst….Rasanya banyak sekali yang harus dibicarakan dalam satu kali pertemuan yang biasanya berkisar antara 2 hingga 4 jam ini. Ahhhh…waktu cepat kali berlalu.

Jam-Biologis-Tubuh-Manusia

Rubrik konsultasi selalu baik melalui email, facebook message dan WA cukup beragam, bahkan update dari para alumni Sakinah Finance pun banyak macamnya, dari yang masih pusing dan bosan menerapkan tips Sakinah Finance hingga yang menyampaikan kegembiraannya karena hasil yang dituai setelah menjalankan Sakinah Finance. Salah satunya:

“Terima kasih Ibu Murniati Mukhlisin beserta keluarga atas waktu & ilmu yang telah di sampaikan. Alhamdulillah sejak pertemuan pertama, perubahan besar yang saya ambil ketika saya pulang ke Indonesia. InsyaaAllah impian menjadi keluarga SAKINAH secara financial bisa saya wujudkan.”

Kembali ke Hamburg…

DSC_4458

Mbak Ayu Nurinsiyah, seorang mahasiswi Indoenesia yan sedang menempuh PhD di Universitat Hamburg tersenyum sambil melambaikan tangannya ketika saya dan kakak – kakak dari Aceh (Anda Zakiah dan Kak Ulyani) tiba di Hamburg Hauptbahnhof sore itu. Tema pertama yang dibawakan yaitu mengenai prinsip – prinsip keuangan bagi keluarga Muslim di Islamic Center Hamburg. Pada hari keduanya, silaturrahim Sakinah Finance disambung dengan tema perhitungan zakat di kediaman Bapak Hera dan istri, keduanya merupakan ahli pesawat Airbus asal Indonesia yang sudah bertahun – tahun bermukim di sana. Turut hadir pula besan A’a Gym, Ibu Mei Mei Wang serta keluarga – keluarga Indonesia dari latar belakang pelaut, insinyur penerbangan, pengusaha, ibu rumah tangga, aktifis da’wah dan mahasiswa.

DSC_4473Hamburg9Hamburg1

Pada bulan Desember tepatnya di bulan Shafar 1436H, Sakinah Finance ke-empatkalinya berjumpa dengan komunitas INDUK, komunitas pekerja wanita asal Indonesia yang saat ini bermukim di jantung kota London dan sekitarnya. Setelah pertama kali mengikuti pelatihan, komunitas INDUK yang bernaung di bawah KBRI London ini senantiasa mengundang kami untuk melengkapi tema – tema Sakinah Finance lainnya. Kali ini hutang piutang dibahas dan kami juga menyampaikan presentasi mengenai pendirian koperasi syariah. Ternyata komunitas INDUK sudah makin serius, mereka ingin mempraktekkan langsung apa itu keuangan syariah di komunitas mereka sendiri.

DSC_5487DSC_5550DSC_5600

Kali ini warga INDUK diberikan sertifikat sebagai tanda kelulusan pelatihan Sakinah Finance Level 1. Bapak Duta Besar RI untuk Britania Raya dan Irlandia Utara, Bapak T.M. Hamzah Thayeb berkenan membubuhkan tanda tangannya untuk memberikan semangat kepada warga INDUK supaya senantiasa menambah life skill guna memperbaiki manajemen keuangannya serta masa depan pribadi maupun keluarga.

Di bulan – bulan selanjutanya di tahun 1436H atau di awal tahun 2015, Sakinah Finance kembali membawa corak baru yang diawali dengan peringatan hari lahirnya Rasulullah SAW di KBRI London. Dengan menguak Siddiq, Amanah, Fathonah, Tabligh, sebagai sifat – sifat mulia Rasulullah SAW, tips untuk menjalankan transaksi keuangan dibahas. Walau tidak tuntas lagi – lagi karena waktu, namun diskusi mengenai dasar keuangan syariah yang dipraktekkan Rasulullah SAW menjadi oleh – oleh bagi yang hadir. Semoga terus menuai manfaat, “Khoirunnas Anfa’uhum Linnas”.

1wew

Tunggu ulasan sepenggal tahun 2015 dan 1436H di bulan Ramadhan yang akan datang.

Salam Sakinah!

Murniati Mukhlisin dan Luqyan Tamanni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s