Ingin Bebas dari Hutang-Piutang dan Buka Usaha, Apa yang Harus Dilakukan?

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Saya mau minta solusi untuk masalah keuangan yang saat ini sedang saya alami. Saat ini saya sedang terbelit masalah hutang-piutang. Saya ingin sekali keluar dari belenggu ini. Saya ingin membuka lembaran baru di hidup saya dalam sisi keuangan yang bebas dari hutang-piutang.

Saat ini saya bekerja sebagai karyawan di perusahaan nasional. Yang saya inginkan dan belum tercapai adalah saya ingin membuka usaha sendiri (wiraswasta). Tapi, kira-kira usaha apa yang cocok buat saya dan apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan modal meskipun itu tidak terlalu besar? Sedangkan saat ini masih banyak tanggungan yang harus saya bayar.

Mohon solusi jitu dari tim Sakinah FInance. Atas perhatiannya, saya sampaikan terima kasih. Wassalamu’alaikum.

Yabil Hidayatulloh (yabilhidayatulloh@gmail.com)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Terima kasih atas pertanyaannya.

Hutang adalah kewajiban yang harus kita lunasi, dan menjadi kewajiban baik ketika kita hidup maupun ketika sudah tiada. Tidak ada strategi instan dalam membayar dan melunasi hutang, apalagi kalau tingkat ketergantungan kepada hutang cukup tinggi. Yang bisa kita lakukan ada beberapa ikhtiar berikut.

Pertama, harus ada upaya dan niat yang sangat kuat untuk melunasi semua hutang tersebut. Niat yang kuat ini haruslah dimulai dengan istighfar dan doa, karena istighfar merupakan awal untuk memulai hidup baru yang bebas dari hutang. Oleh itu mari kita mulai dengan memohon ampunan atas segala khilaf yang kita perbuat, terutama ketika berbelanja tanpa perhitungan dan perencanaan yang cermat sehingga terlilit hutang. Kemudian berdoa tentu saja, sebagaimana ajaran Rasulullah SAW dalam doa dalam sebuah hadits riwayat Abu Dawud:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari rasa gelisah dan sedih, Aku berlindung kepadaMu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepadaMu dari sifat pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepadaMu dari tekanan hutang dan kesewenang-wenangan orang.”

Langkah kedua adalah menyusun rencana yang rinci untuk pelunasan hutang kita. Kalau misalnya hutang Bapak adalah sebesar Rp.10 juta, maka harus dibuat rencana cicilan (kalau yang kita hutangi setuju dengan cara cicilan), baik per bulan atau lebih baik lagi kalau dibuat rencana cicilan sampai hitungan hari. Artinya kalau setiap hari kita bisa menyisihkan Rp.10 ribu, maka dalam waktu kurang dari tiga tahum hutang Bapak sudah lunas. Berapun besarnya hutang kita, kalau kita pecah dalam pecahan-pecahan kecil akan terasa ringan dan manageable. Ini sangat penting untuk memberi sugesti positif bahwa hutang tersebut mampu kita bayar, insya Allah.

Namun kalau memang pemberi hutang tersebut tidak mau dicicil dan minta dilunasi sekaligus, maka perlu diupayakan mencari bantuan talangan sementara berupa pinjaman lunak atau qardhul hasan, baik dari sahabat maupun saudara dekat. Untuk pinjaman lunak ini diharapkan bisa ditutup dengan rencana cicilan yang detil diatas tadi.

Secara konkret, berikut adalah langkah-langkah yang bisa segera diambil:

1. Membuat daftar hutang dan harta/aset yang ada. Untuk daftar aset, bisa diidentifikasi mana yang tidak diperlukan dan bisa dijual.

2. Membuat daftar pendapatan dan belanja bulanan serta secara rinci, terutama untuk mengetahui mana item-item belanja yang bisa dipangkas; mengetahui barangkali ada pendapatan yang tidak halal atau syubhat; mengetahui jenis belanja yang mungkin mubazir, mengetahui berapa zakat dan sedekah yang belum dikeluarkan; dan keperluan lainnya. Jika ditemukan ada pendapatan yang haram, baiknya segera dihentikan dan perbanyak taubat dan istighfar. Jika ada konsumsi yang mubazir, maka segera diubah “life style” kita sesuai kemampuan keuangan keluarga.

3. Jika bapak mempunyai kartu kredit, baiknya segera dikurangi atau dihentikan pemakaian kartu kredit tersebut sama sekali. Banyak sekali sumber hutang keuangan masyarakat sekarang bermula dari keputusan belanja yang dilakukan oleh pemiliknya via kartu kredit.

4. Pastikan zakat yang dikeluarkan selama ini sudah benar haul, nisab, nilai, dan penyalurannya (mari baca At-Taubah 60, At-Taubah 103).

5. Perbanyak sedekah untuk mendapatkan imbalan rezeki yang berlimpah untuk melunasi hutang yang ada (mari baca Al-Baqarah 261).

Mengenai keinginan Bapak untuk berwiraswasta adalah sangat mulia. Dari sejarah, kita membaca keberhasilan Rasulullah S.A.W. ketika menjadi pegawai, rekan, sekaligus pengusaha dalam urusan muamalah. Semoga kita dapat mencontoh uswatun hasanah dari beliau. Bapak bisa mulai dari apa yang ada dalam kepakaran atau hobi Bapak, tidak ikut-lkutan teman atau trend. Untuk modal, bisa mengajak partisipasi teman atau saudara, juga dengan mengajukan pembiayaan kepada lembaga pembiayaan syariah. Jika pilihan kedua yang dipilih, pastikan kerjasama ini mengikuti prinsip syariah seperti perkongsian (Musyarakah), pengusaha-pemilik modal (Mudharabah), jual beli (Murabahah), atau sewa menyewa (Ijarah).

Demikian Pak Yabil, kami tahu jawabannya mungkin tidak pas seperti yang diharapkan karena informasi yang kami terima dari Bapak sangat terbatas. Namun, kami sangat berlapang dada jika ada pertanyaan lanjutan dari Bapak dalam rubrik konsultasi Sakinah Finance ini. Wallahu’alam.

Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Sakinah Finance

Sumber: https://www.islampos.com/ingin-bebas-dari-hutang-piutang-dan-buka-usaha-apa-yang-harus-dilakukan-145271/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s