Investasi Sesuai Syariah di Negara non-Muslim

Cash in basket

Bagi banyak masyarakat Indonesia yang tinggal di negara seperti UK, US atau negara lain dimana instrumen keuangan berbasis syariah sangat terbatas, atau tidak ada, sering muncul pertanyaan mengenai apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan ketika ingin berinvestasi.

Situasi ini cukup dilematis, terutama karena tidak adanya panduan yang jelas mengenai kehalalan suatu instrumen, sebagaimana yang tersedia di negara-negara dimana investasi syariah di pasar modal telah diatur. Di Indonesia misalnya, Bapepam-LK secara berkala mengeluarkan Daftar Efek Syariah yang bisa dijadikan acuan oleh investor di Bursa Efek Indonesia.

Namun kelengkapan institusi ini tidak tersedia dinegara-negara seperti di Eropa. Apakah dimungkinkan bagi masyarakat Indonesia di UK untuk tetap bisa berinvestasi sesuai prinsip syariah? Jawaban sederhana tentu saja ada, dan ini akan dibahas secara singkat dalam kesempatan kali ini.

Secara umum ada beberapa pilihan investasi yang bisa dipertimbangkan oleh masyarakat Muslim yang menetap di negara-negara Barat, atau bahkan di negara Asia seperti Jepang, Korea atau Hongkong.

a. Logam mulia. Ini merupakan pilihan investasi yang universal, karena mudah diperoleh dihampir semua negara dan sepanjang dibeli secara tunai atau pembiayaan secara syariah, insya Allah halal. Tentu saja bentuk logam mulia yang bisa diinvestasikan cukup beragam, mulai dari perak, emas, sampai permata.

Yang harus diperhatikan ketika ingin investasi logam mulia adalah mekanisme jual kembali, termasuk ketika harus pindah tempat tinggal lagi atau kembali ke Indonesia. Semua surat atau sertifikat harus dipastikan diakui ditempat tinggal yang baru dan ketika dijual/dibeli tidak menyalahi aturan transaksi secara Islami. Lebih mudah barangkali jika diuangkan sebelum pindah. Dan tentu saja yang paling penting adalah kewajiban zakat harus segera ditunaikan ketika sudah cukup nisab (emas: 85 gram) dan mencapai haul (genap satu tahun).

b. Investasi pasar modal. Untuk kategori ini ada beberapa rambu yang harus dipatuhi, misalnya rambu-rambu yang diterapkan oleh Bapepam dan DSN-MUI di Indonesia yang bisa dilihat dari situs Bapepam/OJK, diantaranya:

  • Portofolio tidak boleh mengandung emiten yang bisnis utama atau sebagian besar sumber pendapatannya dari jual beli, produksi atau distribusi barang-barang yang haram, mis. khinzir, khamr, judi atau bunga (bank, asuransi konvensional), total utang emiten yang berbasis bunga dibandingkan dengan total asset tidak boleh lebih dari 45%, serta total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10%.
  • Proses investasi tentu saja harus sesuai syariah juga, artinya broker yang kita pakai jasanya harus kita cari yang paling reliable dan kalau bisa sumber bisnis utamanya lebih sedikit haramnya. Untuk di UK, setidaknya ada satu perusahaan asset management retail yang dikelola secara syariah, yaitu Simply Sharia Wealth Management.

Selain itu, kita juga bisa berinvestasi di saham dengan mengacu kepada indeks syariah di bursa-bursa besar dunia. Diantara indeks yang bisa dijadikan acuan adalah Dow Jones Islamic Market Index atau FTSE Islamic Index, yang mempunyai berbagai jenis indeks syariah dengan cakupan global. Selain itu, di UK, US dan beberapa negara di Eropa sudah bermunculan perusahaan aset management atau wealth management yang mengeluarkan produk investasi syariah, dan umumnya untuk investor high net-worth atau investor institusi.

c. Investasi langsung untuk usaha mikro. Crowd funding termasuk skema investasi dan pembiayaan yang sedang populer, baik skala kecil maupun skala besar. Skema ini menarik karena semua proses investasi dan transaksi pembiayaan dilakukan secara langsung via website antara investor dengan peminjam. Bagi kita investor individu, pilihan investasi secara syariah baru tersedia untuk segmen usaha mikro.

Setidaknya ada dua platform yang menyediakan investasi secara syariah, yaitu Kiva dan Wafaa. Mekanisme crowd funding cukup sederhana. Kita cukup mendaftar di situs pengelola tersebut, kemudian memilih penerima dana dari profil yang disediakan, memilih nilai nominal investasi serta cara pembayarannya (paypal, debit atau credit card). Investasi minimal untuk Wafaa adalah $20, sementara Kiva $25. Secara berkala kita akan diberikan informasi mengenai perkembangan usaha dan kinerja investasi kita, termasuk tentunya ketika pinjaman sudah dilunasi.

Selain ketiga mekanisme diatas, pilihan lain masih cukup banyak, terutama untuk investasi di Indonesia. Untuk pilihan-pilihan tersebut, silahkan dilihat dari tulisan-tulisan Sakinah Finance sebelumnya. Atau kalau Anda punya pengalaman lain, mohon bisa juga di share di kolom comment. Terima kasih.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s