Mengatur Keuangan (lanjutan)

Wassalamualaykum.

Ibu Hasnah yang baik, dan pembaca lainnya. Supaya bisa memberikan pemahaman kepada semua, jawaban terhadap Image sakina 1pertanyaan ibu Hasnah kami post sebagai postingan baru.

Shobahulkhoir! Selamat pagi! Alhamdulillah sungguh sangat baik sekali ketika pada saat awal kehidupan rumah tangga, ibu sudah memikirkan kehidupan pada masa pensiun kelak. Mengenai investasi, saat ini sangat beragam, tergantung apakah ibu mau meleburkan dana/skill ibu dan suami dalam bentuk investasi yang ibu minat (konsep Musyarakah) atau ibu dan suami hanya ingin meleburkan dana dan meminta orang lain yang mengelolanya (konsep Mudharabah).

Konsep di atas disebut juga syirkah atau kongsi (bekerjasama dalam perniagaan baik pengadaan barang atau jasa yang bertujuan untuk menghasilkan keuntungan). Menurut berbagai sumber yang saya kutip (Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) website, Buku Bank Syariah dari Teori ke Praktik karangan Dr. Muhammad Syafii Antonio (Tazkia), dan Wikipedia Indonesia), ada berbagai jenis bentuk investasi di kedua konsep ini yaitu:

1) Syirkah Inan
Syirkah inan adalah syirkah di mana ada 2 pihak atau lebih, yang setiap pihak menyumbangkan modal dan terlibat dalam pekerjaan. Contohnya Bu Hasnah dan Bu Wati menjalankan usaha Salon Muslilmah bersama-sama dan masing-masing mengeluarkan modal Rp.30.000.000 (Bu Hasnah) dan Rp.70.000.000 (Bu Wati). Jika ada keuntungan, maka pembagiannya adalah berdasarkan kesepakatan para pihak (mungkin bisa 30:70, atau 50:50) sedangkan pembagian kerugiaan berdasarkan persentase modal (yaitu dalam hal ini 30:70).

2) Syirkah Abdan
Kerjasama ini berdasarkan tenaga saja tanpa ada modal. Keuntungan yang didapat dibagi berdasarkan kesepakatan dengan melihat siapa yang berkontribusi lebih banyak dll.

3) Syirkah Mudharabah
Kerjasama ini adalah satu pihak mengeluarkan modal (misalnya Bu Hasnah) dan pihak lain menjalankan pekerjaan (misalnya Bu Wati). Mengenai keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan namun untuk kerugiaan harus ditanggung pemilik modal saja sepanjang kerugiaan tidak keluar dari apa yang sudah disepakati atau kerugiaan yang terjadi adalah diluar kekuasaan pengelola.

4) Syirkah Wujuh
Disebut syirkah wujuh karena berdasarkan kepada posisi, ketokohan atau keahlian (wujuh) seseorang di depan masyarakat. Jadi pihak – pihak (Bu Hasnah dan Bu Wati dan pihak lain kalau ada) ini menggunakan nama baiknya untuk mendapatkan barang dari suplier dengan cara berhutang yang akan dibayar setelah barang dapat laku dijual. Adapun keuntungan dan kerugiaan ditanggung oleh Bu Hasnah dan Bu Wati.

5) Syirkah Mufawadhah
Syirkah mufawadhah adalah syirkah antara 2 pihak atau lebih yang menggabungkan semua jenis syirkah di atas (syirkah inan, ‘abdan, mudharabah dan wujuh).

6) Syirkah al Milk
1. Syirkah Al Milk mengandung arti kepemilikan bersama (co-ownership) ketika dua orang atau lebih memperoleh kepemilikan bersama (joint ownership) atau suatu kekayaan (aset). Misalnya, Bu Hasnah dan Bu Wati menerima warisan/hibah/wasiat sebidang tanah atau harta kekayaan. Aset tersebut dikelola bersama untuk mendapatkan keuntungan, misalnya disewakan atau dijadikan tempat cucian mobil. Keuntungan yang didapat dibagi berdasarkan kesepakatan para pihak, begitu juga kerugiaan hingga saatnya harta tersebut/aset tersebut dipisah berdasarkan hak milik masing – masing.

Dari gambaran jenis – jenis investasi di atas sekarang tergantung Bu Hasnah, apakah akan menjalankannya secara langsung (seperti ilustrasi di atas) atau melalui institusi keuangan syariah, seperti bank syariah, asuransi syariah, pegadaian syariah, pasar modal syariah, dan manajemen keuangan syariah. Jika memilih untuk berinvestasi melalui instansi keuangan syariah, keuntungan yang ditawarkan beragam, dari yang resikonya rendah dan bagi hasil rendah seperti deposito di bank syariah dengan konsep Mudharabah (lihat penjelasan nomor 3 di atas) atau dengan investasi modal Musyarakah Al-Inan (lihat nomor 1) atau dengan resiko tinggi dan bagi hasil (dividen) yang mungkin bisa tinggi seperti peleburan dana di pasar modal syariah dengan konsep Mudharabah.

Silahkan baca posting kami sebelumnya mengenai pengelolaan dana pensiun sebelumnya.

Semoga manfaat, silahkan dicoba, biidznillah. Salam ta’zim,

Murniati
Glasgow, Scotland, United Kingdom
Pukul 9:26 pagi, Sabtu penuh keberkahan, 26 Januari 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s