Bagaimana mendapatkan modal (lanjutan Konsultasi #14)

Assalaamu’alaikum,

image sakina 2Postingan ini melanjutkan pertanyaan yang diajukan oleh Mba Etik melalui post sebelumnya tentang modal usaha.

Terima kasih sudah berkenan bersilaturrahim di forum ini. Sertifikat tanah memang salah satu aset yang diterima oleh pihak bank syariah atau gadai syariah untuk dijadikan aset jaminan tentunya jika memenuhi syarat2 yang sudah ditentukan misalnya: sertikat atas nama sendiri jika tidak, nama yang tertera harus memberikan surat kuasa penggunaan aset; sertifikat belum pernah digadaikan ke tempat lain (atau jika sudah digadaikan harus dilihat apakah masih bisa berkongsi gadai/jaminan, tergantung dari nilai aset yang dimiliki dan berapa dana yang diperlukan); dll.

Tentunya sertifikat yang merupakan surat berharga ini sah di mata hukum, dan dapat dibawa ke saudara/kenalan yang memiliki modal untuk dapat memberikan pinjaman modal dengan cara gadai syariah, atau melalui institusi resmi seperti bank syariah atau kantor pegadaian syariah yang menerima sertifikat. Catatan: Hingga saat ini bank syariah yang menawarkan gadai syariah hanya menerima emas murni saja. Jadi jika membawa sertifikat ke bank syariah, nasabah akan ditawarkan bentuk kerjasama investasi Musyarakah atau Mudharabah, bukan melalui proses gadai.

Mengenai konsep gadai syariah (atau dalam bahasa Arabnya dikenal dengan Rahn) yang diterapkan bank syariah atau kantor pegadaian syariah adalah akad yang akan dijalankan adalah Qardh (yaitu pemilik modal memberikan dananya dengan tidak mengharap pengembalian) dan akad Ijarah (yaitu pemilik modal meminta biaya sewa atas jaminan yang diberikan kepadanya yang telah meminta pemilik modal menyimpannya).

Gadai sudah dipraktikkan oleh Rasulullah sejak dulu lagi, ketika Rasulullah menggadaikan baju besinya untuk sekarung gandum. Sehingga contoh ini dapat kita ikuti. Berikut adalah fatwa terkait dengan gadai syariah di Indonesia;

Fatwa DSN MUI No 25/DSN-MUI/III/2002 tentang rahn, Fatwa DSN MUI No 26/DSN-MUI/III/2002 tentang rahn emas, dan Fatwa DSN MUI No 68/DSN-MUI/III/2008 tentang rahn tasjily.

Semoga manfaat dan semoga rencana bisnis yang didahului dengan niat baik ini akan Allah lancarkan dan berikan keberkahan. Innamal a’malu binniyat.

Murniati
Glasgow, Scotland, United Kingdom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s