Bagaimana mengatur tabungan dengan baik?

  • Assalaamua’alaikum wr.wb.

    Kak Ani/Murniati, saya mohon saran.
    Saya punya dana (tabungan) sebesar 150jt.
    Sd. saat ini saya masih punya utang cicilan KPR sebesar Rp 45juta, cicilan ONH Rp 50 juta (saya dan suami masing2 baru setor @25jt), asuransi anak saya Rp 3,6juta/th asuransi saya dan suami 6,3jt/th

    Saya juga punya keinginan untuk renovasi rumah yang rencanaya rmh tsb nantinya akan dikontrakan, juga pengen beli sepeda motor dan beli mobil.

    Dari sekian banyak kewajiban dan keinginan, menurut Kak Ani, klo saya beli motor mendingan tunai atau kredit demikian juga beli mobil mendingan tunai/kredita/second/baru?

    Duitnya cuman sedikit tapi banyak maunya,yaaa…

    Terima kasih banyak atas sarannya.

    Mbak ISS, Jakarta
    Mbak ISS yang baik,

    Wassalaamualaykum.wr.wb.

    Alhamdulillah masih ada kewajiban dan keinginan, itulah contoh keluarga normal. :):) Perencanaan dalam perspektif Islam itu sangat dianjurkan seperti firman Allah dalam Surat Al-Hasyir:18, yang berbunyi:

    “ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” ( Surat Al-Hasyr, ayat 18 ). Juga salah satu sifat Allah dari 99 sifat (Asmaul Husna), yaitu Allah Ya Bari’ yang maknanya adalah Allah Maha Pencipta, Allah yang merencanakan penciptaan makhluknya. Sehingga setiap insan seperti kita harus mampu merencanakan apa yang harusnya terbaik buat hidup kita termasuk juga halnya perencanaan keuangan ini. Yang terbaik adalah yang kelak lebih mendekatkan kita kepada Allah, bukan karena cinta materi dan berlebih-lebihan.

    1. Kak Ani sebaiknya perlu diberitahu berapa jumlah gaji mbak atau gaji gabungan dan pendapatan lain2.
    2. Atau mbak hitung dulu: coba hitung kewajiban cicilan skrg yang jika dibayar perbulan (KPR, ONH, asuransi anak, asuransi istri dan suami), apakah melebihi 1/3 dari total pendapatan yang diterima? jika belum maka boleh ambil cicilan lagi, yaitu mobil/rumah. jika sudah pas atau melewati tapi masih bisa dikawal dari pendapatan yang sekarang, maka jangan ambil cicilan lagi. katakanlah cicilan yang sekarang masih bisa diatasi dan bahkan bisa ambil cicilan lagi, silahkan ke tahap selanjutnya (no. 3).
    3. Namun sebelum ambil cicilan, baiknya gunakan dulu tabungan yang ada tapi jangan dihabiskan (sisakan untuk dana emergensi 6 bulan x pendapatan yang sekarang atau kebutuhan pokok perbulan, katakanlah 3 juta untuk sekeluarga, jadi sisakan minimal 18-20 juta dalam bentuk deposito 3 bulan/6 bulan ARO).
    4. Kemudian gunakan tabungan. Mengapa tabungan sebaiknya dipakai semua (130juta) karena kalau tidak dipakai dan kemudian kita ambil cicilan baru, kita akan rugi di tabungan, karena bagi hasil yang kita dapat dari tabungan lebih kecil dari margin yang kita harus bayar ke bank.
    5. Dari 130juta ini bisa dipakai untuk renovasi rumah, katakanlah renovasi rumah 50juta, dan sisanya (80juta) dipakai untuk beli sepeda motor 15jt, sisanya 65juta untuk d/p mobil baru. katakanlah Avanza 165juta (termasuk pajak, asuransi dll), dengan d/p 65juta, artinya mbak harus ke bank minta pembiayaan Murabahah 100juta. Untuk jangka panjang 10 tahun dengan margin 10% per tahun, jika pakai skim ini, mbak harus membayar setiap bulannya, Rp. 1.666.666 selama 120 bulan. Kalau pembiayaannya hanya bisa 5 tahun, maka dengan asumsi margin 10%, mbak harus membayar setiap bulannya, Rp. 2.5jt selama 60 bulan.
    6. Diskusi dengan suami apakah sanggup dari pendapatan sekarang plus hasil sewa nanti dipakai untuk bayar cicilan yang sudah ada + cicilan mobil baru?
    7. Untuk lebih jelasnya sebagai bahan diskusi, mbak buat posisi keuangan keluarga seperti contoh format di bawah ini:
    1. Aset
    Rumah 1
    Rumah 2
    Tabungan
    Emas
    Asuransi Anak (dalam tabungan)
    Asuransi Suami Istri (dalam tabungan)
    Dana Pensiun
    Dikurangi dengan:
    2. Kewajiban
    Cicilan KPR
    Cicilan ONH
    Cicilan Asuransi Anak
    Cicilan Asuransi Suami Istri
    Net Aset

    Juga buat Arus Kas Keluarga Bulanan:
    Pendapatan Jan Feb Mar….
    – Suami
    – Istri
    – Lain – lain
    Dikurangi:
    – Zakat
    – Pajak
    – Bantuan ke ortu, Infaq dll
    – Cicilan KPR
    – Cicilan ONH
    – Cicilan Asuransi Anak
    – Cicilan Asuransi Suami Istri
    – Cicilan Mobil
    – Belanja bulanan
    – Air/listrik
    – Transpor
    – Makan diluar/jalan2

    Hasilnya surplus atau defisit? Kalau defisit, sebaiknya dipikirkan lagi rencana untuk ambil pembiayaan mobil seperti ilustrasi di atas. Atau jika defisit, apakah hasil sewa rumah nanti akan dapat meringankan biaya cicilan tiap bulan? dan kapan hasil sewa akan segera dinikmati?

    Kalau sudah dihitung akan keliatan bagaimana baiknya langkah ke depan. Semoga bermanfaat!

    Kak Ani/Murniati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s