Konsultasi #2; Membantu Adik dan Keperluan Keluarga

Ini pertanyaan yang disampaikan pembaca SakinaFinance dalam post kami terdahulu.
Assalamu’alaikum wr.wb.Saya seorang karyawan di salah satu perkebunan swasta dgn gaji 3,5 jt perbulan.saya memiliki 1 istri dan 2 org anak. Bagi saya gaji saya saat ini sudah lebih dari cukup utk kebutuhan keluarga. Namun saya punya tanggungan adik2 di kampung yang masih sekolah. Saya sering tidak pandai mengelola keuangan sehingga terkadang uang sudah habis sebelum gajian berikutnya. Mohon solusinya.

Bapak A

Yth. Bapak A

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Terima kasih atas pertanyaannya, maaf atas keterlambatan jawaban ini.

Alhamdulillah, Bapak sudah mensyukuri nikmat yang sudah diterima sekarang dengan cara berbagi dengan yang membutuhkan, dalam hal ini Bapak memberikannya kepada keluarga yang terdekat. Sedekah yang paling utama adalah kepada kedua orang tua, kemudian kepada keluarga terdekat. Sebagaimana sabda Rasulallah SAW, “Hendaklah kamu berbuat baik kepada Ibumu kemudian ibumu sekali lagi ibumu, kemudian bapakmu kemudian orang orang yang terdekat dan terdekat”,(HR Bukhari). Sedekah kepada keluarga terdekat ini mengandung dua nilai sekaligus, nilai sedekah dan nilai silaturahim.

Namun, nilai sedekah Bapak harus dimasukkan ke dalam perencanaan keuangan bulanan Bapak, apakah dengan gaji yang diterima setelah dikurangi kebutuhan sekolah adik – adik, tetap juga dapat memenuhi kebutuhan pokok keluarga termasuk kebutuhan investasi jangka pangjang walaupun hanya sebesar 50ribu per bulan dan kebutuhan emergensi seperti kesehatan. Cek lagi daftar kebutuhan itu dengan cara membuat Cash Flow Bulanan (baca Konsultasi #1 dalam Category “Planning” tentang tehnik pencatatan. Jika ada kebutuhan sekunder yang dapat dipotong, itu adalah lebih baik daripada harus berhutang (Bapak termasuk sudah berhutang karena telah menggunakan gaji bulan berikutnya). Jika tidak dikontrol, kuatirnya hutang Bapak akan semakin berat dan akan lebih sulit mengaturnya di kemudian hari.

Antisipasi sejak dini dapat dilakukan dengan cara mendiagnosa realisasi pengeluaran atas semua pendapatan Bapak bulan sebelumnya, apakah sesuai dengan yang telah direncanakan, atau ada penyimpangan-penyimpangan dalam belanja barang – barang yang kurang bermanfaat. Setelah diketahui adanya belanja yang tidak diperlukan, bincangkanlah dengan semua anggota keluarga bahwa bulan selanjutnya, hal itu disepakati untuk tidak diulangi lagi.

Demikian bincang-bincang kita kali ini, ditunggu pertanyaan selanjutnya. Semoga bermanfaat.

Murniati Mukhlisin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s