Konsultasi #1: Hidup Cermat dan Hemat

Ini pertanyaan yang disampaikan pembaca SakinaFinance dalam post kami terdahulu.

Assalamualaikum:
Saya seorang ibu Rumah tangga berumur 24th. Saya selalu boros dalam berbelanja bulanan dan harian buat makan.
Saya sudah berusaha nabung , tapi dipertengahan pasti kepake lagi uang tabungannya…

Tolong ya gimana caranya supaya saya bisa mengatur uang dgn baik?

Terimakasih: FA

***

Yth. Mbak FA,

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Terima kasih atas pertanyaannya, maaf atas keterlambatan jawaban ini.

Memang ini menjadi masalah rumah tangga yang paling umum terutama untuk pasangan muda. Hidup hemat sangat dianjurkan oleh Rasulullah seperti dalam salah satu hadith yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash radhiallahu ‘anhuma: “Makan, minum dan berpakainlah, tanpa berlebih-lebihan dan tanpa kesombongan”. Juga dalam Al-Qur’an sangat jelas peringatan yang diturunkan Allah S.W.T untuk hidup seimbang, tidak berlebihan dan tidak pula takut membelanjakan atau  hidup di antaranya, seperti dalam ayat berikut: “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (hartanya), mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak pula kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (Qs. al-Furqan: 67). Berikut ulasan tafsir yang saya kutip dari http://www.PengusahaMuslim.com;

Al-Qurthuby al-Maliky berkata, “Ada tiga pendapat tentang maksud dari larangan berbuatisraf (berlebih-lebihan) dalam membelanjakan harta:

Pendapat pertama: Membelanjakan harta dalam hal yang diharamkan dan ini adalah pendapat Ibnu Abbas.

Pendapat kedua: Tidak membelanjakan dalam jumlah yang banyak, dan ini adalah pendapat Ibrahim an-Nakha’i.

Pendapat ketiga: Mereka tidak larut dalam kenikmatan, bila mereka makan, maka mereka makan sekadarnya, dan dengan agar kuat dalam menjalankan ibadah, dan bila mereka berpakaian, maka sekadar untuk menutup auratnya, sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan ini adalah pendapat Yazid bin Abi Habib.”

Selanjutnya, al-Qurthuby menimpali ketiga penafsiran ini dengan berkata, “Ketiga penafsiran ini benar, karena membelanjakan dalam hal kemaksiatan adalah diharamkan. Makan dan berpakaian hanya untuk bersenang-senang, dibolehkan, akan tetapi bila dilakukan agar kuat menjalankan ibadah dan menutup aurat, maka itu lebih baik. Oleh karena itu, Allah memuji orang yang melakukan dengan tujuan yang utama, walaupun selainnya adalah dibolehkan, akan tetapi bila ia berlebih-lebihan dapat menjadikannya pailit. Pendek kata, menabungkan sebagian harta itu lebih utama.” (Ahkamul Qur’an oleh al-Qurthuby, 3/452).

Adapun maksud dari “Tidak kikir dalam membelanjakan harta“, maka para ulama tafsir memiliki dua penafsiran:

Penafsiran pertama: Tidak enggan untuk menunaikan kewajiban, misalnya zakat dan lainnya.

Penafsiran kedua: Pembelanjaan harta tersebut tidak menjadikannya terhalangi dari menjalankan ketaatan (Ahkamul Qur’an oleh al-Qurthuby, 3/452), sebagaimana halnya orang yang hanyut dalam berbelanja di mall, sampai lupa untuk mendirikan shalat.

Bila seseorang telah terhindar dari sifat kikir, niscaya ia dapat menunaikan tanggung jawabnya dengan baik. Sebagaimana ia akan senantiasa bergegas dalam berinfak, bersifat dermawan, dan terhindar dari ambisi untuk menguasai harta orang lain (bacaSyarah Shahih Muslim oleh Imam an-Nawawi, 17/30).

Saran saya, sebaiknya Mbak dan suami musyawarah bersama tentang rencana keuangan keluarga, tentang dana zakat/bantuan untuk keluarga/sosial yang harus dikeluarkan, berapa persen yang harus ditabung (dalam bentuk investasi jangka panjang dan bukan tabungan yang ada ATM-nya sehingga susah untuk ditarik), dan berapa persen yang harus dibelanjakan. Mbak dan suami harus setuju untuk mengikuti rencana tertulis ini dan Mbak atau suami sebaiknya mencatat realisasi pengeluaran dalam buku harian. Lihat posting kami sebelumnya tentang cara pembuatan Cash Flow Keuangan Keluarga dan Konsultasi #7 – Perencanaan Keuangan Minim (pelajari table di dalamnya dan sesuaikan dengan kepentingan Mbak dan keluarga.

Selamat mencoba!🙂

Salam dari Leicester, United Kingdom,

Murniati Mukhlisin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s