Konsultasi #13 – Bagaimana Trading di Pasar Modal Syariah?

Kepada Yth.
Ibu Murniati,
Assalamualaikum wr.wb.

Bagaimana memulai investasi di pasar modal berbasis syariah dan bagaimana bisa mulai “trading”? Mohon penjelasannya.

Rusydi, Palu (Sulawesi Tengah)

Wassalamu’alaiakum wr.wb.
Yth. Bapak Rusydi

Dunia ekonomi Indonesia saat ini telah mengenal 2 pasar yang melayani/menyediakan fasilitas di bidang keuangan yaitu pasar uang, yang dilayani oleh pelaku perbankan dan pasar modal yang dilayani oleh pelaku perusahaan sekuritas. Ketika ekonomi syariah semakin berkembang maka masyarakat telah diberikan ‘pilihan’, selain produk konvensional ada juga produk syariah.

Perkembangan ini diikuti kemudian oleh dunia pasar modal dengan pilihan produk investasi reguler maupun syariah. Pilihan investasi produk di pasar modal karena mengambil pilihan kata ‘investasi’ tentunya dengan pertimbangan analisa fundamental (makro – mikro, termasuk kondisi laporan keuangan perusahaan) dan berjangka waktu menengah – panjang.

Bila pilihan berjangka waktu pendek (biasanya menggunakan analisa teknikal), tentunya tidak bisa dibilang ‘investasi’, tapi lebih dikenal istilah ‘trading’. Trading biasanya dengan tujuan mencari spread/selisih harga, trading ini tentunya sudah tidak sesuai dengan prinsip syariah.

Untuk memulai investasi, seorang investor harus membuka account terlebih dahulu melalui pojok bursa yang resmi atau di sebuah perusahaan sekuritas kompeten yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dana yang dimasukkan dalam rekening akan dibelikan saham yang terdaftar di dalam Daftar Efek Syariah (DES) atau Jakarta Islamic Index (JII). Transaksi jual beli (bai’ al-Musawamah) ini dapat dilakukan oleh investor langsung atau dengan meminta agen investasi yang ada di pojok bursa atau perusahaan sekuritas untuk melakukannya. Jika harga sahamnya naik, maka selisihnya adalah keuntungan investor. Sebaliknya, jika rugi, maka akan menjadi risiko investor. Di akhir tahun investor juga akan mendapatkan dividen dari perusahaan yang dibeli sahamnya. Jika sudah tidak mau meleburkan dananya lagi maka investor tersebut kapan saja dapat menarik dananya melalui prosedur yang berlaku.

Semoga kita dapat menjalankan aktifitas investasi ini sebagai salah satu bentuk jual beli seperti yang telah disebutkan dalam QS Al-Baqarah 275, yaitu: “…Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba….” Wallahu’alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s