Konsultasi #11 – Perhitungan Zakat (Lanjutan)

Assalamu’alaikum

Yth. Para Pembaca,

Sehubungan dengan adanya pertanyaan – pertanyaan tentang jenis – jenis zakat lainnya maka berikut adalah panduan praktis perhitungan jenis – jenis zakat. Adapun, jika didapati pendapat yang berlainan berkenaan dengan nisab, haul dan kadar zakat, maka penulis menyarankan para pembaca untuk menanyakan kepada Majlis Ulama setempat. Mengapa zakat perlu dibahas dalam konteks “Manajemen Keuangan Keluarga”? Karena zakat adalah salah satu syarat untuk menjadikan keuangan keluarga kita semua berkah, seperti yang telah ditulis dalam artikel sebelumnya.

Semoga bermanfaat.

Murniati @ Mu Kim Ni

PERHITUNGAN JENIS – JENIS ZAKAT

Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Zadul Ma’ad (2/5): “Rasulullah mewajibkan zakat pada empat jenis harta yang merupakan harta-harta yang paling banyak beredar di kalangan manusia dan kebutuhan akan mereka demikian urgen, yaitu:

1. Binatang ternak berupa unta, sapi, dan kambing/domba.

2. Biji-bijian dan buah-buahan (hasil tanaman).

3. Dua benda yang merupakan penopang alam semesta, yaitu emas dan perak.

4. Harta perdagangan dengan berbagai macamnya.

Dari ke-empat itu dirincikan jenis – jenis zakat seperti di bawah ini untuk mempermudah para pembaca dalam mencocokan jenis zakat dalam kehidupan sehari – hari, yaitu sebagai berikut:

1. Zakat Profesi, yaitu zakat atas pendapatan dari pelayanan seseorang terhadap orang / pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan kualifikasi ilmu, ketrampilan dan sertifikat/ijazah yang diperolehnya khusus untuk terjun dalam aktivitas tersebut. Landasan hukum: “Dan pada harta – harta mereka ada hak untuk orang – orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (QS Al-Dzariyat:19). Dan juga hadith Nabi: “Kamu tidak memiliki kewajiban zakat sehingga kamu memiliki 20 dinar dan harta itu telah menjalani satu putaran haul” (Shahih,HR. Abu Dawud).

 

Sebagian ahli fiqh berpendapat untuk mengqiyaskannya dengan zakat harta mustafad (harta yang masuk dalam kepemilikan seseorang setelah sebelumnya tidak dimiliki) yang mana harta yang didapat dari pekerjaan tersebut digabungkan dengan harta tunai lainnya dan semuanya dizakati di akhir haul jika mencapai nisab sebesar 2,5%. Pendapat yang dianut di Indonesia dalam menarik zakat dari gaji pegawai adalah menghitungnya dari gaji kotor dikurangi kebutuhan hidup layak (KHL) kepada golongan yang dianggap mampu sedangkan yang tidak mampu harus diperhitungkan kembali, jika mencapai nisabnya barulah mereka wajib membayar zakat. Adapun haulnya diqiyaskan dengan zakat pertanian yang tidak perlu menunggu hingga putaran 1 haul.

Haul = 1 tahun/kurang, nisab = 85gram emas 21 karat atau 20 dinar atau 672gram perak, kadar = 2,5%

2. Zakat Perdagangan, landasannya adalah: “Hai orang-orang yang beriman nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (QS. Al-Baqarah: 267). Dan juga hadith Nabi yang berbunyi: “Nabi saw memerintahkan kami untuk mengeluarkan zakat dari sesuatu yang kami persiapkan untuk perdagangan.” (HR. Abu Daud dan Al-Baihaqi).

Adapun langkah – langkah menghitung zakat perdagangan adalah menghitung semua barang yang ada, piutang, investasi, dana di bank, uang kas, kemudian dikurangi dengan cicilan kredit, hutang, nota pembayaran, uang muka dari pelanggan, biaya yang layak. Kemudian gunakan rumus penghitungan zakat: tempat zakat = harta yang ada – tanggungan kontan dan jangka pendek. Jika nisabnya sudah sampai setara dengan nilai 85gram emas 21 karat atau lebih, maka kewajiban zakat dihitung dengan mengalikan tempat zakat dengan 2,5% jika mencapai haul 1 tahun hijriah atau 2,75% jika mencapai haul 1 tahun masehi.

Haul = 1 tahun, nisab = 85gram emas 21 karat atau 20 dinar atau 672gram perak, kadar = 2,5%

3. Zakat Mustaghalat adalah harta yang mendatangkan manfaat dan pendapatan dengan cara menyewakannya atau menjual hasil produksinya seperti: bisnis penyewaan aset tetap, bisnis pemeliharaan binatang untuk diambil susunya, kulit, bulu atau dagingnya, bisnis peternakan lebah, pembibitan ternak dan perikanan serta yang sejenisnya, bisnis perhotelan, losmen dan penginapan, aktivitas praktek kedokteran, rumah sakit dan pusat-pusat kesehatan, bisnis penyewaan hak-hak maknawi seperti hak penciptaan dan hak istimewa . Adapun landasannya: “Hai orang-orang yang beriman nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik.” (QS. Al-Baqarah: 267) serta: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka.” (QS. At-Taubah: 103. Adapun haulnya adalah 1 tahun hijriah, nisabnya adalah 85gram emas 21 karat.

Haul = 1 tahun, nisab = 85gram emas 21 karat atau 20 dinar atau 672gram perak, kadar = 2,5%

4. Zakat Pertanian, haulnya adalah segera setelah dipetik, adapun landasan hukumnya adalah “Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya).” (QS. Al-An’am: 141). Untuk kadar zakat pertanian, tergantung dari sistem perairan, jika memakai irigasi atau sistem perairan buatan, makanya kadarnya 5%, jika murni pertaniannya diairi oleh hujan atau air alam, maka kadarnya 10%. Landasannya adalah hadith Nabi yang berbunyi: “Dalam apa-apa yang diairi sungai dan hujan adalah sepersepuluh dan dalam apa-apa yang diairi dengan para penyiram adalah setengah dari sepersepuluh (seperduapuluh – 5 %).” (HR. Muslim). Adapun nisabnya adalah 5 watsaq atau 50 kail atau 653 kilogram.

Haul = ketika dipetik, nisab = 5 watsaq atau 50 kail atau 653 kilogram, kadar = 5% atau 10%

5. Zakat Binatang Ternak. Yang dimaksud dengan binatang ternak adalah unta, sapi, kambing dan yang sejenisnya. Landasannya adalah: “Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya? Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka, maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?” (QS. Yaasiin: 71–73).

Ternak yang dipelihara untuk membantu pertanian, pengangkutan dan transportasi tidak tunduk kepada zakat. Adapun nisab unta = 5 ekor, nisab sapi = 30 ekor, nisab kambing = 40 ekor. Adapun kewajiban zakatnya adalah mengeluarkan 1 ekor setelah mencapai nisab, dan jika lebih dari itu, ditambah 1 ekor lagi dan seterusnya.

Haul = ketika mencapai jumlah, nisab = nisab unta = 5 ekor, nisab sapi = 30 ekor, nisab kambing = 40 ekor, kadar = 1 ekor dst dengan umur tertentu berdasarkan jumlah ternak

6. Zakat Harta Tunai dan Investasi Keuangan. Adapun harta yang dimaksud adalah sebagai berikut: emas, perak dan yang dihukumi sama dengan keduanya, uang, baik uang logam, kertas serta yang sehukum dengan keduanya, piutang, amanah dan perjanjian keuangan, perhiasan dan mahar, surat-surat berharga, seperti saham, obligasi dan cek, serta simpanan investasi pada bank. Dari harta investasi tersebut dikurangi hal-hal berikut: tanggungan jangka pendek, nafkah kebutuhan pokok dan riil, pembayaran untuk pembelian harta tersebut, serta pendapatan bunga/non halal yang berasal dari investasi. Adapun haulnya adalah 1 tahun hijriah, nisabnya adalah 85gram emas 21 karat atau 20 dinar atau 672gram perak dan kadarnya adalah 2,5%.

Haul = 1 tahun, nisab = 85gram emas 21 karat atau 20 dinar atau 672gram perak, kadar = 2,5%

7. Zakat Industri yaitu zakat yang berasal dari proses pengolahan bahan baku dan yang sejenisnya yang kemudian menjadi produk atau menjadi jasa yang mempunyai manfaat dan nilai tambah. Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa aktivitas ini termasuk sesuatu yang baik dan mengisyaratkan lebih pada satu tempat. Landasan hukumnya adalah: “Dan telah kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memeliharamu dalam peperanganmu. Maka hendaklah kamu bersyukur.” (QS. Al-Anbiya’: 80). Adapun haulnya adalah 1 tahun hijriah, nisabnya adalah 85gram emas 21 karat dan kadarnya adalah 2,5%.

Haul = 1 tahun, nisab = 85gram emas 21 karat atau 20 dinar atau 672gram perak, kadar = 2,5%

8. Zakat Konstruksi Bangunan. Para ulama dan ahli fiqh kontemporer telah berijtihad dalam menentukan bentuk fiqh dari aktivitas konstruksi bangunan dan investasi real estate dengan menyamakannya dengan aktivitas industri.

Haul = 1 tahun, nisab = 85gram emas 21 karat atau 20 dinar atau 672gram perak, kadar = 2,5%

9. Zakat Rikaz, Barang Tambang Dan Hasil Laut. Di antara sumber rizki yang diberikan oleh Allah swt. kepada hamba-Nya adalah barang tambang yang terpendam dalam perut bumi, kekayaan yang ada di atas permukaannya serta barang-barang yang dikeluarkan dari dalam laut, sungai dan danau. Maha suci Allah swt. yang Maha Memiliki segala sesuatu, pemberi segala sesuatu. Dialah yang berfirman dalam kitab-Nya:“Yaitu Tuhan Yang Maha pemurah, Yang bersemayam di atas arsy. Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang ada di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah.” (QS. Thaha: 5-6). Rizki ini mengharuskan kita bersyukur kepada Allah swt. dan wajib zakat atasnya. Dalil atas hal ini adalah firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (QS. Al-Baqarah: 267). Artinya: “Dan dalam rikaz seperlima” (HR. Jamaah).

Hasil rikaz dihargai dan dikurangi pembiayaan yang dikeluarkan dalam rangka mencapainya, diqiyaskan dengan zakat pertanian. Nisab rikaz adalah senilai 85 gram emas 21 karat menurut pendapat yang terkuat dari para ahli fiqh. Di antara ahli fiqh ada juga yang berpendapat bahwa rikaz ini tidak mempunyai nisab, namun pendapat pertama lebih kuat dan kami akan mengambil pendapat tersebut. Tarif zakat rikaz adalah 20 % berdasarkan sabda Rasulullah dalam hadis di atas yang menyatakan bahwa dalam rikaz bagian zakatnya adalah seperlima (HR. Jamaah).

Sedangkan nisab zakat untuk barang tambang dan hasil laut adalah 85 gram emas 21 karat, haulnya adalah setelah didapat dan kadarnya adalah 2,5% berdasarkan ijtihad ulama. Cara penghitungannya adalah dengan cara mengurangi biaya pengelolaan dan hutang terkait.

Haul = ketika diperoleh, nisab = 85gram emas 21 karat atau 20 dinar atau 672gram perak, khusus rikaz ada yang berpendapat, berapapun yang ditemukan tidak perlu capai nisab, kadar = rikaz (20%), tambang dan hasil laut (2,5% setelah diolah)

10. Zakat Fitrah, wajib bagi semua umat Islam baik laki – laki atau perempuan, bayi, anak – anak, dewasa, kaya atau miskin. Waktu membayarknya adalah setelah terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan atau setelah terbit fajar sampai menjelang sholat Idul Fitri. Landasannya: Dari Ibnu Umar ra berkata : “Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau gandum pada budak, orang merdeka, lelaki perempuan, anak kecil dan orang dewasa dari ummat Islam dan memerintahkan untuk membayarnya sebelum mereka keluar untuk sholat ‘iid. ( Mutafaq alaih ). Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: “Bahwa Rasulullah saw. memerintahkan agar zakat fitrah diberikan sebelum manusia berangkat untuk salat Ied”. (Shahih Muslim No.1645).

Haul = -, nisab = -, kadar = 1 sha (2,5 kg beras), jika bentuk uang, mengikuti harga makanan pokok yang berlaku

Wallahu’alam bissawaf

Referensi:

Hafidhuddin Didin, (2002). Panduan Zakat, Republika, Jakarta

Qardawi Yusuf, (1996). Hukum Zakat, Mizan, Jakarta

Utomo Budi S., (2010). Metode Praktis Penetapan Nisab Zakat, Mizania, Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s