Konsultasi #5 – Perencanaan Masa Pensiun

Kepada Yth.

Ibu Murniati,

Assalamu’alaikum wr.wb. Yth. Ibu Murniati, saya bekerja di perusahaan swasta yang nantinya ketika berhenti bekerja tidak akan mendapatkan pensiunan selayaknya PNS. Apa saja investasi untuk pertimbangan saya di masa pensiun kelak. Saya baru saja memikirkannya, semoga tidak terlambat. Saya memiliki istri dan 2 anak yang masih kecil. Umur saya 39 tahun.

Hamzah, Cibinong

Yth. Bapak Hamzah di Cibinong

Wa’alaikumussalam wr.wb.

Dalam dunia perencanaan keuangan, sebaik – baiknya merencanakan adalah seawal – awalnya. Jika masih berstatus belum menikah sudah memikirkan masa pensiun tentunya dana pensiun yang ada kelak diperkirakan cukup menanggung masa tua bapak dan istri kelak. Namun tidak ada kata terlambat, katakanlah masa produktif bapak di dunia kerja diperkirakan masih ada 16 tahun lagi dengan asumsi umur pensiun 55 tahun. Kata waltandzur nafsun maa qaddamat lighad dalam QS Al Hasyr: 18, dapat pula diartikan bukan saja anjuran untuk memperhatikan kehidupan akhirat namun juga memperhatikan kehidupan dunia  karena kata  ghad  bisa berarti besok pagi, lusa atau waktu yang akan datang. Artinya investasi akhirat dan dunia nampaknya menjadi suatu hal yang wajib bagi orang yang beriman kepada Allah dengan selalu Taqwa kepada-Nya.

Jika kelak bapak mengharapkan akan ada uang yang cukup untuk kebutuhan sehari – hari, contohnya Rp. 3.000.000 setiap bulannya selama 16 tahun maka bapak akan memerlukan uang sekian – sekian setiap bulannya untuk ditabung. Namun saya tidak tahu berapa jumlah gaji dan uang yang dapat disisihkan dari gaji bapak, sehingga saya akan membuat ilustrasi saja.

Dari setiap bulannya, harus dipastikan gaji yang diterima bapak dapat dialokasikan ke dalam program dana pensiun. Karena perusahaan bapak tidak menawarkan program ini maka sebagai alternatif, bapak dapat menabungnya di dalam DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) penyelenggara PPIP (Program Pensiun Iuran Pasti). Program ini dapat bapak jumpai di bank – bank syariah di sekitar kabupaten dan kota Bogor.

Program ini menawarkan skema minimal Rp. 50.000/bulan sebagai tabungan tetap hingga pada masa yang ditetapkan katakanlah selama 16 tahun atau hingga usia bapak mencapai 55 tahun. Supaya tertib bapak dapat membuat instruksi kepada pihak bank agar tabungan bapak dapat didebet setiap bulannya sejumlah dana yang bapak tetapkan.

Dana ini dapat bapak ubah katakanlah bapak ingin dinaikkan menjadi Rp.250.000/bulan dengan cara merubah akadnya dengan pihak bank. Tentunya jika ini dilakukan, bapak kelak akan mendapatkan dana pensiun yang lebih besar. Setiap 6 bulan, bapak akan menerima rekening koran berkenaan dengan jumlah dana pensiun yang telah dibayar ditambah dengan dana bagi hasil dari pihak bank.

Setelah bapak mencapai masa 55 tahun, bapak akan mendapatkan dana DPLK tersebut dalam jumlah sekaligus atau dana bulanan. Manfaat lain mengikuti program ini adalah menambah PTKP (Pendapatan Tidak Kena Pajak). Selamat mencoba!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s