Konsultasi #7 – Perencanaan Keuangan Minim

Kepada Yth.

Ibu Murniati,

Saya seorang Satpam di sebuah bank syariah di Bogor. Gaji saya sekitar Rp. 1.5-2juta perbulan, saya selalu berikan kepada istri di rumah dan saya diberi jatah Rp. 15.000 per hari untuk transpor, makan dan rokok. Alhamdulillah dari hari ke hari konsumsi rokok saya sudah berkurang karena tidak diizinkan oleh kantor. Istri saya selalu mengatakan keuangannya kurang mencukupi karena anak – anak sudah besar dan meminta saya untuk memikirkan bisnis sambilan.  Istri saya adalah ibu rumah tangga dan kami dikaruniai 3 putra yang masih sekolah SD. Apakah solusi keuangan untuk saya?

Dadan, Bogor

Yth. Bapak Dadan,

Untuk mulai merancang keuangan keluarga, seharusnya pengelolaan gaji suami harus disepakati bersama antara suami dan istri dengan cara membuat perencanaan tertulis. Bapak Dadan bisa mencoba memulainya dengan panduan Arus Kas Kelaurga yang saya buatkan di bawah ini. Sesungguhnya tidak ada formula yang baku, tergantung dari tujuan hidup masing – masing keluarga, misalnya Bapak dan istri saat ini mau fokus untuk pendidikan anak. Ada hal – hal prinsip yang harus dipatuhi contohnya membayar zakat, menyisihkan untuk tabungan/asuransi pendidikan selain pemenuhan kebutuhan pokok makanan. Bisnis sambilan yang dimaksud oleh istri adalah satu ide yang bagus. Hal ini bisa dipelajari apakah rumah yang sekarang ada dapat dimanfaatkan oleh istri untuk membuka warung atau membuka usaha jahit/ketrampilan. Mengenai modal, dapat Bapak dapatkan dari BMT terdekat atau menggadaikan perhiasan seperti mas kawin atau barang berharga di kantor pegadaian syariah di kota Bogor/bank syariah di tempat Bapak bekerja. Semoga dengan berbisnis, keuangan keluarga Bapak akan semakin baik dan dapat menyisihkan lebih besar lagi dana untuk pendidikan anak misalnya dengan membeli premi asuransi pendidikan syariah yang sekarang sudah ada paket sederhana yaitu Rp.50.000/bulan. Untuk mengurangi pengeluaran, Bapak sudah mengambil langkah bagus karena telah berhasil mengurangi belanja rokok. Semoga dapat segera berhenti total supaya dapat dapat dialihkan untuk tabungan anak.

Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya kewajiban orang tua dalam memenuhi hak anak itu ada tiga, yakni: pertama, memberi nama yang baik ketika lahir. Kedua, mendidiknya dengan al-Qur’an dan ketiga, mengawinkan ketika menginjak dewasa.” Karena niat Bapak dan istri adalah dalam rangka memenuhi kewajiban sebagai orangtua, insyaAllah perencanaan keuangan keluarga Pak Dadan akan dimudahkan. Amin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s