Konsultasi #10 – Perhitungan Zakat

Kepada Yth.

Ibu Murniati,

Assalamualaikum wr.wb.

Yth Ibu Murniati,

Selama ini saya membayar zakat tapi hanya dari bagian gaji yang dipotong dari gaji PNS. Bagaimana cara perhitungan zakat lainnya? Istri saya ada usaha bisnis restoran di Puncak. Saya ingin menunaikan semua kewajiban zakat saya di bulan Ramadhan ini nanti.

Terima kasih,

Kosasih, Bogor

Wassalamu’alaiakum wr.wb.

Yth. Bapak Kosasih di Bogor

Alhamdulillah, ada beberapa jenis pendapatan/harta kena zakat yang harus kita tunaikan. Bapak periksa semua pendapatan/investasi/harta yang ada misalnya: pendapatan restoran, sawah, tabungan di bank dll. Semoga dengan membayar zakat yang rutin, kesejahteraan Bapak sekeluarga akan semakin lebih baik.

Berikut adalah jenis-jenis zakat dan cara perhitungan singkat: 1. Zakat Perdagangan, adapun landasannya adalah: “Hai orang-orang yang beriman nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (QS. Al-Baqarah: 267). Dan juga hadith Nabi yang berbunyi: “Nabi saw memerintahkan kami untuk mengeluarkan zakat dari sesuatu yang kami persiapkan untuk perdagangan.” (HR. Abu Daud dan Al-Baihaqi).

Adapun langkah – langkah menghitung zakat perdagangan adalah menghitung semua barang yang ada, piutang, investasi, dana di bank, uang kas, kemudian dikurangi dengan cicilan kredit, hutang, nota pembayaran, uang muka dari pelanggan, biaya yang layak. Kemudian gunakan rumus penghitungan zakat: tempat zakat = harta yang ada – tanggungan kontan dan jangka pendek. Jika nisabnya sudah sampai setara dengan nilai 85gram emas 21 karat atau lebih, maka kewajiban zakat dihitung dengan mengalikan tempat zakat dengan 2.5% setelah mencapai haulnya yaitu satu tahun hijriah.

2. Zakat Pertanian, haulnya adalah segera setelah dipetik, adapun landasan hukumnya adalah “Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya).” (QS. Al-An’am: 141). Untuk kadar zakat pertanian, tergantung dari sistem perairan, jika memakai irigasi atau sistem perairan buatan, makanya kadarnya 5%, jika murni pertaniannya diairi oleh hujan atau air alam, maka kadarnya 10%. Landasannya adalah hadith Nabi yang berbunyi: “Dalam apa-apa yang diairi sungai dan hujan adalah sepersepuluh dan dalam apa-apa yang diairi dengan para penyiram adalah setengah dari sepersepuluh (seperduapuluh – 5 %).” (HR. Muslim). Adapun nisabnya adalah 5 watsaq atau 50 kail atau 653 kilogram.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s