Konsultasi #6 – Bentuk Investasi di Bank, Asuransi dan Pasar Modal Syariah

Kepada Yth.

Ibu Murniati,

Assalamu’alaikum wr.wb. Yth. Ibu Murniati, mohon penjelasannya mengenai bentuk – bentuk investasi baik itu di bank, asuransi atau pasar modal syariah?

Lily, Sindang Barang, Bogor

Yth. Ibu Lily di Sindang Barang, Bogor

Wa’alaikumussalam wr.wb.

Alhamdulillah sekarang produk – produk di bank dan asuransi syariah sudah makin beragam dan dapat dijadikan alternatif investasi keluarga Ibu. Produk di bank syariah antara lain Tabungan dan Deposito. Akad yang digunakan adalah mudharabah mutlaqoh dan wadi’ah yad dhamanah baik dalam mata uang rupiah maupun mata uang asing.

Akad mudharabah mutlaqoh artinya dana tabungan kita digunakan sebagai modal bagi bank untuk diinvestasikan ke pihak lain yang ditentukan oleh pihak bank. Sebagai imbalannya bank akan memberikan bagi hasil kepada pemilik tabungan sesuai dengan saldo mengendap setiap akhir bulannya. Syarat saldo awal tabungan di setiap bank syariah beragam dari Rp.80.000 – Rp.5.000.000.

Adapun akad wadi’ah yad dhamanah artinya dana tabungan kita sebenarnya dititipkan ke pihak bank sehingga ada biaya administrasi yang harus dibayar oleh pemilik tabungan akan tetapi karena bank syariah berhak menggunakan saldo yang ada di dalam tabungan untuk diinvestasikan lagi, maka bank syariah akan memberikan imbalan bagi hasil sesuai dengan saldo akhir yang ada di dalam tabungan setiap akhir bulan.

Ada juga bentuk tabungan di bank syariah yang memiliki jangka waktu dan uang yang disetor ditetapkan sesuai dengan ketetapan awal, biasanya tabungan jenis ini mempunyai tujuan – tujuan tertentu yaitu sebagai dana simpanan untuk kegunaan masa depan seperti pendidikan anak dan pensiun. Dana ini akan dikeluarkan sesuai dengan umur masuk usia pendidkan dan umur masa pensiun.

Selain tabungan, bentuk investasi yang ada di bank syariah adalah deposito berjangka yang menggunakan akad mudharabah mutlaqoh atau mudharabah muqayyadah. Simpanan deposito berjangka 1, 3, 6 atau 12 bulan ini dapat diperpanjang otomatis (ARO) sesuai dengan permintaan pemilik deposito dengan setoran minimal Rp.1 juta di kebanyakan bank syariah. Akad mudharabah muqayyadah yaitu dana deposito yang diserahkan ke bank syariah harus diinvestasikan lagi sesuai dengan permohonan pemilik deposito.

Untuk asuransi syariah, jenis investasi yang ada antara lain investasi pendidikan berasuransi yang menggunakan akad mudharabah dan tabarru’. Pemilik dana dapat membayar premi asuransi bulanan/setiap 3 bulan/tahunan dengan jumlah premi yang sesuai dengan yang ditetapkan.  Dana akan dicairkan sesuai dengan umur anak ketika masuk ke jenjang pendidikan TK, SD, SMP, SMA, Universitas Tingkat 1/2/3/4. Bedanya dengan tabungan di bank syariah, selain mendapatkan imbalan bagi hasil setiap bulan sesuai dengan keuntungan perusahaan asuransi diproporsikan dengan saldo akhir bulanan, ahli waris pemilik polis asuransi syariah ini berhak mendapatkan klaim sejumlah dana tertentu jika pemilik polis meninggal dunia sebelum masa akad berakhir.

Jenis investasi lainnya adalah dana yang disimpan di perusahaan asuransi syariah akan dileburkan kembali ke bank syariah dan pasar modal syariah. Selain bagi hasil yang didapat dari kedua jenis macam investasi itu, ahli waris akan diberikan klaim asuransi jika pemilik dana meninggal dunia.

Jenis – jenis investasi di atas tentunya bukan hanya untuk keluarga Muslim tetapi untuk siapa saja karena Islam adalah rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi seluruh alam. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s