Konsultasi #3 – Bisnis Syariah yang Berkah

Q: Ibu Wati, Bogor

Kepada Yth. Ibu Murniati,

Saya seorang mahasiswi di Bogor, selain menjalankan rutinitas sebagai mahasiswi saya juga aktif berjualan snack, asesoris dan makan siang untuk teman – teman di kampus. Lumayan, dengan pendapatan yang berasal dari berjualan, saya tidak perlu lagi meminta uang dari orangtua untuk bayar kos dan makan sehari – hari. Bagaimanakah saya memastikan supaya bisnis saya tergolong bisnis syariah dan menjadi berkah?

Jawaban:

Yth. Mbak Wati,

Kegiatan berbisnis seperti itu sudah mengikuti jejak Rasulullah yang sejak dalam usia muda memulai bisnisnya. Bahkan Rasulullah menghabiskan waktunya untuk berdagang (25 tahun) lebih lama dibandingkan masa beliau berda’wah (23 tahun).

Tentunya untuk memastikan bisnis kita syariah ada beberapa check listyaitu memastikan barang dan jasa yang kita jual tidak bersinggungan dengan riba (unsur bunga berbunga), maysir (unsur judi) dan gharar (unsur yang tidak jelas) atau untuk ringkasnya barang dan jasa itu harus halal dan thoyyiban. Untuk menghindari unsur bunga berbunga, barang dan jasa yang dijual adalah berbentuk barang dan jasa yang nampak dan dapat dirasakan manfaatnya, juga tidak mengarah kepada kemubaziran.

Allah menyebut orang – orang yang mubazir di dalam QS Al-Isra 27 adalah sebagai berikut:

Sesungguhnya orang-orang mubazir itu adalah saudara syaiton”.

Adapun barang atau jasa yang tidak mengandung unsur judi adalah barang atau jasa yang tidak mengarah kepada spekulasi atau menebak – nebak untuk waktu yang akan datang. Barang dan jasa juga dilarang mengandung unsur yang tidak jelas seperti pembeli tidak tahu apa barang yang sebenarnya dia beli dan skema pembayarannya tidak dimasukkan di dalam akad yang jelas.

Jadi sebaiknya barang dan jasa yang dijual Mbak Wati adalah barang dan jasa yang bagi pembelinya dapat mendekatkan diri kepada Allah S.W.T. Untuk menjadikannya berkah, kita dianjurkan untuk menyikapi bisnis yang berhasil dengan berorientasi kepada kebaikan seperti hadith Rasulullah yang berbunyi:

Sesungguhnya harta itu hijau dan lezat. Maka barang siapa mengambilnya dengan jiwa yang mulia, dia akan mendapatkan keberkahan padanya. Dan barang siapa mengambilnya dengan jiwa yang tamak, dia tidak diberkahi padanya dan bagaikan orang yang makan tetapi tidak pernah merasa kenyang.” (HR Al-Bukhari No. 1472).***

2 thoughts on “Konsultasi #3 – Bisnis Syariah yang Berkah

  1. Saya seorang pekerja salah satu BUMN yang telah bekerja selama 20 tahun dan sampai saat ini hanya hidup dari gaji bulanan.
    Saat ini saya ingin sekali memulai bisnis tetapi belum tahu harus mulai dari mana.
    Saya coba memberanikan diri mengambil Kios ukuran 2.5 x 6 meter di Gateway Apartement beserta satu apartement type studio (23 m2) Bandung, yang saat ini masih tahap pembangunan dan akan selesai pada bulan Oktober 2012.
    Sampai saat ini yang terpikirkan oleh saya baru bisnis laundry dan mini market pada kios dan apartement rencana akan saya sewakan. Kira2 bisnis apa yang sebaiknya saya jalankan sesuai dengan syariah islam. kalau ada bukunya tolong diinfokan, saya ingin sekali bisnis ini dapat menambah penghasilan terutama saat saya pensiun nanti sesuai dengan syariah islam.
    wslm

    • Wassalamu’alaikum wr.wb., Bapak Irmuda, terima kasih sudah singgah di blog kami. Untuk pertanyaan Bapak, sudah kami reply di post terbaru kami. Silahkan di comment kembali kalau ada pertanyaan atau pengalaman lain untuk dishare dengan kami. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s