Konsultasi #2 – Perbaikan Keuangan Keluarga

Q : Bapak Ahmad, Darmaga, Bogor

Kepada Yth. Ibu Murniati,

Saya guru di sebuah sekolah di Bogor. Alhamdulillah, selain dari penghasilan saya sebagai guru, istri saya juga berjualan kebutuhan rumah tangga di rumah (warung kecil – kecilan). Kami rasa pendapatan kami pas – pasan, cukup makan dan bayar cicilan kredit rumah. Terkadang memikirkan bagaimana nanti ketika anak – anak sudah besar. Setelah membaca rubrik ini, saya ingin lebih tahu apa saja langkah – langkah untuk memperbaiki keadaan keuangan keluarga kami?

Jawaban:

Yth. Bapak Ahmad di Darmaga, Bogor

Pekerjaan istri Bapak untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan berdagang adalah sangat tepat. Selain mengurus anak – anak di rumah, ibu membagi waktu dengan pengurusan warung.

Dalam perencanaan keuangan ada suatu prinsip yang harus dijalankan yaitu dengan menabung. Dari pendapatan kotor sebelum dibelanjakan untuk kebutuhan, sebaiknya disisihkan untuk menabung untuk masa depan pendidikan anak – anak, mulailah dengan 10% dari pendapatan kotor. Tabungan itu harus dimasukkan ke bank tetapi ingat Bapak cukup memegang buku tabungannya saja, tanpa kartu ATM, untuk menghindari keinginan memakainya sebelum waktunya.

Ada alternatif lainnya yaitu dengan menabung dalam bentuk investasi asuransi syariah pendidikan. Pilih paket asuransi yang pembayaran preminya ringan terlebih dahulu. Tabungan asuransi ini sangat cocok untuk orang yang tidak dapat disiplin dalam pengaturan keuangan keluarga karena tabungan ini hanya bisa cair ketika tiba masanya yaitu ketika anak – anak Bapak masuk ke jenjang pendidikan TK, SD, SMP, SMA dan kuliah selama 4 tahun (yaitu di tahun 1, tahun 2, tahun 3 dan tahun 4). Tabungan jenis ini diproteksi asuransi yang dalam syariah menggunakan akad “takaful” yaitu saling tolong menolong. Ketika salah satu dari orangtua meninggal sebelum masa akad berakhir, pihak perusahaan asuransi akan memberikan klaim sejumlah uang untuk memastikan kelangsungan biaya hidup sang anak.

Menabung adalah satu sifat untuk mengantisipasi keadaan yang akan datang, dan ini sudah diingatkan oleh Allah dalam firmannya di QS Al-Hasyr Ayat 18, yang artinya: “ Hai orang – orang yang beriman, bertakwallah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk esok hari dan bertakwallah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Menabung juga adalah sifat hemat karena tidak membelanjakan semua rezeki yang Allah berikan pada hari itu tetapi menyisihkannya sebagian.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s