Pesantren kilat untuk anak-anak?

Untuk liburan kali ini, ada baiknya mendaftarkan anak-anak untuk ikut Pesantren Kilat selama 2-3 hari. Jika anggaran terbatas, bisa menghubungi pihak DKM Mesjid di lingkungan anda untuk menyelenggarakannya.Para orangtua mungkin bisa berembuk bersama untuk mengatur acara ini dengan mengeluarkan dana yang sangat sedikit bahkan bisa gratis. Caranya adalah meminta kesediaan bagi yang punya Villa, transportasi, usaha catering untuk menyediakan fasilitas tersebut untuk anak- anak di lingkungan anda.

Atau pilihkan tempat yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal anda, sehingga biaya transportasi tidak akan terlalu mahal. Adapun motivator dapat dipilih dari pihak mesjid atau menghubungi mahasiswa yang sudah berpengalaman – yang mungkin tinggal di sekitar lingkungan anda – untuk mengatur program Pesantren Kilat ini.

Bagi yang mempunyai anggaran lebih, bisa menghubungi pihak ESQ untuk mendaftarkan anak-anak dalam Program ESQ for Teens. Bisa baca lebih detail di ESQ.

Saya berpendapat bahwa program Pesantren Kilat ini adalah salah satu ibadah kita sesuai dengan Firman Allah SWT:

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu” (Q. S. Adz-Zarriyat 56)
“Dan hendaklah takut kepada Allah dan rosul-Nya, orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap mereka, oleh karena itu hendaklah mengucapkan perkataan yang benar.” (Q.S. Annisaa, 9)

Tentunya kita harus memastikan bahwa Pesantren Kilat ini diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut :

  1. Mengakrabkan anak-anak dengan lembaga pendidikan Islam
  2. Meningkatkan pemahaman anak-anak tentang Islam
  3. Membentuk sikap, tingkah laku dan budi pekerti yang Islami
  4. Membuka wawasan pemikiran anak-anak
  5. Menanamkan ruh Ibadah dalam seluruh aktivitas kehidupan
  6. Mengenalkan konsep kewirausahaan Islam (perlu motivator yang bisa juga menguasai hal ini)

Untuk liburan kali ini, anak kami Layyin (8 tahun, naik Kelas 3 tahun ini) sudah mengawali dengan Pesantren Kilat. Layyin pergi bersama 50 anak-anak lain dari Sentul City sebelum Sholat Jum’at di hari Jum’at yang lalu menuju sebuah Vila di Puncak, tidak jauh dari Ciawi.

Izinkan Layyin untuk berbagi sedikit pengalamannya kepada Anda semua, yang ditulis dalam Buku Diary-nya selama di Puncak dari hari Jum’at – Ahad yang lalu. Saya membacanya dan meminta izin untuk diketikkan di sini.

Tulisan Layyin di Hari Pertama:

Saya pergi ke puncak di Ciawi, seru lho! Banyak teman, ada Amel, Ka Ehan, Salsa, Ka April dan banyak lagi. Saya tidur bareng Amel. Seru Lho. Saya akan mendapat pengalaman baru. Alhamdulillah.

By Layyin.
NB: Amel adalah teman sekelasnya dan teman dekatnya setelah Velya.

Tulisan Layyin di Hari Kedua:

Pagi – pagi saya bercanda dengan teman – teman walau suasana dingin. Aku suka sekali karena banyak orang yang ikutan. Saya jogging dan ikut acara mentoring. Sesudah itu, saya makan nasi goreng, timun, sosis dan baso, tapi basonya cuma satu. Lalu saya mandi kemudian saya ikut lomba. Seru lho. Saya senang sekali.

By Layyin
NB: mentoring adalah salah satu sebutan acara ceramah singkat untuk peserta yang diadakan selepas sholat.

Tulisan Layyin di Hari Ketiga:

Saya berolahraga dan jalan-jalan. Sehabis itu saya makan. Lalu saya menggambar. Isi mentoring hari ini adalah mengenai peta Indonesia, dimanakah kita sekarang di sini. Ustaz Abdullah Hay mengingatkan semua anak-anak untuk tidak menyakiti hati kedua orangtua terutama Ibu. Allah akan memberikan hukuman kepada manusia yang melakukan hal tersebut yaitu ketika manusia itu meninggal, kepalanya akan berubah menjadi kepala seekor binatang ‘haram’ yaitu ‘babi’ dan kemudian ada seekor ular yang akan mengigitnya.

(Layyin menggambar dua orang, satu Ibu dan satu Ayah dan menjelaskan bahwa keluarga itu berarti Ayah + Mama + Aku + Adik – Adik. Terakhir dia menulis I love you Mom and Dad, I love you Mom and Dad, I love you Mom and Dad).

By Layyin
NB: Layyin menceritakan bahwa dia menangis ketika Ustaz bercerita mengenai anak-anak yang sering menyakiti hati orangtua tersebut. Layyin berkata bahwa dia rindu kepada Daddy dan Mommy saat itu dan ingin meminta maaf.

Demikianlah ringkasan Pesantren Kilat. Sudah mencoba? Mau mencoba? Ditunggu komentar anda.** (Mu Kim Ni)

3 thoughts on “Pesantren kilat untuk anak-anak?

  1. Dear Mbak Desy dan Mbak Titi,

    Salam kenal.

    Terima kasih sudah mengunjungi blog kami. InsyaAllah kami tambah semangat untuk lebih banyak menulis tentang “finance, syariah, education”.

    Mengenai info pesantren kilat, afwan, seharusnya saya posting pekan lalu kalau tgl 26-28 Juni Cahaya Siroh mengadakan lagi di Tapos, Ciawi. Namun sudah lewat ya….

    Untuk selanjutnya CS tidak ada jadwal, namun jika ada permintaan khusus, mungkin bisa diadakan lagi. Bisa lihat websitenya: http://www.cahayasiroh.com, atau telp Bapak Arif di nomor 081386287977.

    Kali ini Layyin ikut lagi. Ini sudah tahun ke-3 Layyin ikut, sekarang umurnya sudah 10 tahun. Dia semakin dewasa jika pulang dari PK. Dia suka membaca tentang sejarah nabi dan terjemahan Al-Qur’an. Besok Layyin pulang, saya yakin hal yang pertama yang dia akan lakukan adalah minta maaf kepada ayah, ibu, adik – adik dan pembantu di rumah. He he…ngerasa banyak salah selama ini.

    Anak – anak memang perlu sekali – kali dibiasakan jauh dari rumah supaya bisa mandiri dan menghargai orang – orang dekat sekelilingnya. Semoga Mbak Desi dan Mbak Titi berhasil kirim putra – putrinya ke PK tahun ini.

    Sebagai alternatif, Mbak Desi dan Mbak Titi bisa juga kontak ESQ for Teens.

    That’s all for now. Semoga bermanfaat.

    Ani Kim
    0815-9282-555

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s