Pengaturan Keuangan Rumah Tangga

[Minggu ini blog ini akan menampilkan tulisan-tulisan istri saya, Murniati atau Anik, selamat membaca]

Peranan Suami Istri dalam keuangan rumah tangga

Dalam konteks perekonomian rumah tangga, tugas suami adalah bekerja mencari nafkah sedangkan istri selain menjadi guru utama bagi anak – anaknya, bertanggungjawab mengatur dan mengelola pengeluaran rumah tangga, seperti makanan, pakaian, perabot rumah tangga, dan lain-lainnya. Jadi fungsi istri di dalam perekonomian rumah tangga adalah seperti seorang manajer keuangan. Mengenai tugas masing-masing di dalam keluarga, Rasulullah saw bersabda

“… Suami adalah pemimpin dalam rumah tangga dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan ia akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya …” (HR. Bukhari).

Ketika Rasulullah menikahkan putrinya Fatimah, beliau berkata kepada Ali r.a.,

“Engkau berkewajiban bekerja dan berusaha sedangkan dia berkewajiban mengurus rumah tangga”

“…Istri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan ia akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya …”

juga dalam hadits lain:

“Apabila seorang istri menafkahkan makanan rumah tangga dengan tidak bermaksiat, maka dia mendapat pahala dari apa yang diusahakan, …” (HR. Thabrani)

Keadaan Keuangan Rumah Tangga

Sudah jelas bahwa tugas istri untuk mengatur atau memberikan saran atas keuangan rumah tangga baik dalam keadaan defisit atau pun surplus.

Jika dalam keadaan defisit, istri tentunya tahu biaya apa saja yang bisa dikurangi seperti mengurangi/menutup penggunaan kartu kredit, penghematan penggunaan listrik (a/c diganti dengan kipas angin), dispenser digantikan dengan masak dengan gas, makan diluar diganti dengan makan masakan sendiri, beli baju di butik diganti dengan mendaur ulang baju lama sehingga bisa tampak baru, dan cara lainnya yang tentunya disepakati oleh semua anggota keluarga.

Begitu juga jika dalam keadaan surplus, istri bisa menyarankan suami bahwa sisa pendapatan bulanan ditabungkan di bank A, di perusahaan asuransi B, di belikan reksadana di perusahaan C atau diinvestasikan di asset yang bisa memberikan passive income. Tentunya semua itu harus sesuai dengan tuntutan syariah dan aman ketika menginvestasikan surplus pendapatan tersebut seperti menginvestasikan di perusahaan yang jelas izin syariah dan operasional.

Rujukan investasi selayaknya didapat dari seorang financial planner namun dengan bekal membaca dan mengikuti kursus singkat, para suami istri dapat merancang pola investasi sendiri.

Bagaimana supaya keuangan keluarga bisa diberkahi oleh Allah?

Sebelum merancang keuangan keluarga, tentunya ada beberapa rambu yang harus diperhatikan yaitu bagaimana supaya keuangan keluarga kita bisa diberkahi oleh Allah S.W.T. Banyak sekali keluarga Muslim mengeluh, mengapa sudah bekerja keras selama 24 jam rezeki yang di dapat hanya itu itu saja, hanya cukup untuk sehari, seminggu atau sebulan. Banyak juga yang mengeluh bahwa walaupun pendapatannya lebih tinggi dari bulan sebelumnya tetapi tetap juga merasa kurang atau hutang tetap saja ada dan tidak bisa menyisihkan sedikitpun untuk ditabungkan atau digunakan untuk liburan keluarga.

Ada beberapa tips supaya keuangan keluarga kita bisa mendapatkan barokah yaitu dengan cara melakukan amal – amal soleh sebagai berikut:

1. Niat Mencari Rezeki

Pertama, marilah kita luruskan niat kita ketika bekerja, berdagang dan bertransaksi mumalah, bahwa semata – mata untuk mencari ridho Allah dan untuk beribadah kepadaNya. Jadi, tidak dipenuhi dengan target karena ketamakan dan ambisi duniawi semata.

Selain itu, dibinalah sifat qona’ah dan lapang dada dengan pembagian Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena hal itu merupakan kekayaan yang tidak ada bandingannya. Dengan jiwa yang dipenuhi dengan qona’ah, dan keridhaan dengan segala rizki yang Allah turunkan untuknya, maka keberkahan akan datang kepadanya. Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya Allah Yang Maha Luas Karunia-nya lagi Maha Tinggi, akan menguji setiap hamba-Nya dengan rizki yang telah Ia berikan kepadanya. Barangsiapa yang ridha dengan pembagian Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah akan memberkahi dan melapangkan rizki tersebut untuknya. Dan barangsiapa yang tidak ridha (tidak puas), niscaya rizkinya tidak akan diberkahi” (HR Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani)

2. Bersyukur atas apa yang Allah sudah berikah kepada kita hari ini

Syukur yang biasa dilakukan oleh kebanyakan kita adalah sujud syukur atas penyelesaian atas suatu masalah berat, mendapatkan bonus yang tidak disangka – sangka atau hal – hal yang dapat dilihat dengan kasat mata. Padahal banyak sekali nikmat Allah yang kita dapati setiap hari, nikmat dapat melihat matahari pagi hari ini, nikmat bisa menghirup udara segar, nikmat bisa berkumpul dengan keluarga dan nikmat lain yang setiap hari Allah berikan tanpa diminta. Maka dari itu, biasakanlah mengucapkan hamdallah, berbagi dengan orang lain sebagai tanda syukur kita atas nikmat yang diberikan oleh Allah. Sesungguhnya Allah berfirman:

“Dan ingatlah tatkala Rabbmu mengumandangkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” [Ibrahim : 7]

Jadi supaya penghasilan yang kita dapat hari ini, minggu ini, bulan ini bisa bertambah (bukan hanya dari segi angka rupiahnya) tapi bertambah manfaatnya, bisa menabung, mengurangi hutang, hidup lebih nyaman, maka selalulah bersyukur. Sebaliknya, jika kita baca sejarah, sesungguhnya Allah Ya Rauf telah mengirim azab kepada kaum Saba’ yang telah mengingkari nikmat Allah seperti tertulis di dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Rabb) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan) : “Makanlah olehmu dari rizki yang (dianugrahkan) Rabbmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabbmu) adalah Rabb Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon atsel (cemara) dan pohon bidara” (Saba : 15-16)

3. Keluarkan hak orang miskin dari harta kita dalam bentuk zakat, infaq, sodaqoh dan wakaf:

Telusuri semua harta dan pendapatan yang kita sudah dapatkan apakah sudah kita keluarkan zakatnya? JIka belum, mungkin itu salah satu penyebab mengapa kita tidak pernah merasakan cukup apa yang sudah kita dapatkan. Zakat wajib maupun sunnah (sedekah), merupakan salah satu amalan yang menjadi faktor yang dapat menyebabkan turunnya keberkahan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” (Al-Baqarah : 276)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:

“Tiada pagi hari, melainkan ada dua malaikat yang turun, kemudian salah satunya berkata (berdo’a) : “Ya Allah, berilah pengganti bagi orang yang berinfak”, sedangkan yang lain berdo’a :”Ya Allah, timpakanlah kepada orang yang kikir (tidak berinfak) kehancuran” (Muttafaqun alaih)

4. Bertaubat Dari Segala Perbuatan Dosa

Sebagaimana perbuatan dosa menjadi salah satu penyebab terhalangnya rizki dari pelakunya, maka sebaliknya, taubat dan istighfar merupakan salah satu faktor yang dapat mendatangkan rizki dan keberkahannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakan tentang Nabi Hud Alaihissallam bersama kaumnya.

“Dan (Hud berkata) : Hai kaumku, beristighfarlah kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan atasmu hujan yang sangat deras, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuta dosa” (Hud : 52)

Akibat kekufuran dan perbuatan dosa kaum ‘Ad -berdasarkan keterangan para ulama tafsir- mereka ditimpa kekeringan dan kemandulan, sehingga tidak seorang wanita pun yang bisa melahirkan anak. Keadaan ini berlangsung selama beberapa tahun lamanya. Oleh karena itu, Nabi Hud Alaihissallam memerintahkan mereka untuk bertaubat dan beristighfar. Sebab, dengan taubat dan istighfar itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menurunkan hujan, dan mengaruniai mereka anak keturunan.

5. Menabung Tali Silaturahmi

Di antara amal shalih yang akan mendatangkan keberkahan dalam hidup, yaitu menyambung tali silaturrahim. Ini merupakan upaya menjalin hubungan baik dengan setiap orang yang akan terkait hubungan nasab dengan kita. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan (atau diberkahi) rizkinya, atau ditunda (dipanjangkan) umurnya, maka hendaknya ia bersilaturrahim” (Muttafaqun ‘alaih)

Yang dimaksud dengan ditunda ajalnya, ialah umurnya diberkahi, diberi taufiq untuk beramal shalih, mengisi waktunya dengan berbagai amalan yang berguna bagi kehidupannya di akhirat, dan ia terjaga dari menyia-nyiakan waktunya dalam hal yang tidak berguna. Atau menjadikan nama harumnya senantiasa dikenang orang. Atau benar-benar umurnya ditambah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

6. Mencari Rizki Dari Jalan Yang Halal

Merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya keberkahan harta, ialah memperolehnya dengan jalan yang halal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Janganlah kamu merasa bahwa rizkimu datangnya terlambat. Karena sesunguhnya, tidaklah seorang hamba akan meninggal, hingga telah datang kepadanya rizki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya. Maka, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram” [HR Abdur-Razaq, Ibnu Hibbanm dan Al-Hakim]

Salah satu yang mempengaruhi keberkahan ini ialah praktek riba. Perbuatan riba termasuk faktor yang dapat menghapus keberkahan.

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” (Al-Baqarah : 276)

Begitu pula dengan meminta-minta (mengemis) dalam mencari rizki, termasuk perbuatan yang diharamkan dan tidak mengandung keberkahan. Dalam salah satu hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan sebagian dampak hilangnya keberkahan dari orang yang meminta-minta.

“Tidaklah seseorang terus-menerus meminta-minta kepada orang lain, hingga kelak akan datang pada hari Kiamat, dalam keadaan tidak ada secuil daging pun melekat di wajahnya” (Muttafaqun alaih)

6. Bekerja Saat Waktu Pagi.

Di antara jalan untuk meraih keberkahan dari Allah, ialah menanamkan semangat untuk hidup sehat dan produktif, serta menyingkirkan sifat malas sejauh-jaunya. Caranya, senantiasa memanfaatkan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hal-hal yang berguna dan mendatangkan kemaslahatan bagi hidup kita.

Termasuk waktu yang paling baik untuk memulai bekerja dan mencari rizki, ialah waktu pagi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memanjatkan do’a keberkahan.

“Ya Allah, berkahilah untuk ummatku waktu pagi mereka” [HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]

Hikmah dikhususkannya waktu pagi dengan doa keberkahan, lantaran waktu pagi merupakan waktu dimulainya berbagai aktifitas manusia. Saat itu pula, seseorang merasakan semangat usai beristirahat di malam hari. Oleh karenanya, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendo’akan keberkahan pada waktu pagi ini agar seluruh umatnya memperoleh bagian dari doa tersebut.

Contoh lain dari keberkahan waktu pagi, ialah sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Shakhr Al-Ghamidi Radhiyallahu ‘anhu. Yaitu perawi hadits ini dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Shakhr bekerja sebagai pedagang. Usai mendengarkan hadits ini, ia pun menerapkannya. Tidaklah ia mengirimkan barang dagangannya kecuali di pagi hari. Dan benarlah, keberkahan Allah Subhanahu wa Ta’ala dapat ia peroleh. Diriwayatkan, perniagaannya berhasil dan hartanya melimpah ruah. Dan berdasarkan hadits ini pula, sebagian ulama menyatakan, tidur pada pagi hari hukumnya makruh.

5 thoughts on “Pengaturan Keuangan Rumah Tangga

  1. Salamualaikum …

    Artikel yang sangat bagus. Pak/Bu’ bisakah kita tetap bersodaqoh sedangkan tanggungan kredit bulanan masih jalan terus, dengan niat agar dimudahkan Alloh dalam melunasi semua hutang..

    Jazakumulloh khoir .. Nasihatnya kami tunngu..

    • Insya Allah pak, kalau sodaqoh tidak akan mengurangi apapun dari keuangan/harta kita. Saya termasuk yang sangat percaya dengan ganjaran Allah yang serta merta atas kebaikan yang kita lakukan, termasuk sodaqoh. Mungkin Bapak sudah sering membaca kisah hikmah dari Ust. Yusuf Mansur; dan banyak sekali kisah yang menginspirasi saya secara pribadi, terutama akan berbaliknya nasib seseorang setelah bersodaqoh. Jadi, silahkan terus sodaqoh pak, semoga berkah dan cepat mendapat jalan dalam melunasi kredit.

      Salam,
      Luqyan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s