Tips mensiasati meningkatnya biaya hidup

Siapa yang tidak sesak dengan kondisi ekonomi negara dan dunia sekarang. Setiap hari berita yang kita baca, dengar dan saksikan tidak jauh dari fenomena naiknya harga-harga komoditas dunia secara tajam. Dan semua gejolak pasar ini, secara langsung atau tidak langsung, akan berimbas ke pengeluaran kita sehari-hari.

Tulisan ini mencoba memberikan sedikit inspirasi dalam upaya kita mensiasati hidup yang semakin sulit dan mahal ini. Pendekatan yang saya ambil adalah memilah-milah komponen pengeluaran atau belanja yang paling besar, dan kemudian mencoba memangkas atau mensiasati bagaimana caranya belanja ini bisa dihemat.

Pertama, kita harus sepakat bahwa kita hanya berbelanja hal-hal yang sangat pokok saja, yang memang sangat kita butuhkan – bukan yang sangat kita inginkan.

Kedua, sering kita membeli sesuatu karena ada tekanan dari luar (pandangan orang akan status kita) dan juga desakan dari dalam (ingin memberikan yang terbaik bagi keluarga atau gengsi). Untuk kondisi seperti sekarang, kita harus mengenyampingkan dulu berbagai desakan ini dan fokus pada apa yang dibutuhkan. Kita konsentrasi kepada apa yang kalau tidak kita miliki atau konsumsi akan membuat kita binasa – ingat maqashid.

Tips #1~ mengetahui jenis belanja atau pengeluaran. Bagi Anda yang sudah terbiasa mencatat belanja rutin, maka profil ini bisa Anda lihat dari catatan yang ada. Namun sebagai guideline, dari pengalaman pribadi dan beberapa teman tekat, berikut adalah komponen belanja terbesar bagi sebagian besar keluarga Indonesia:

  • Belanja dapur (ikan, sayur, daging) ~ bisa sampai 30-50%
  • Transportasi (bensin atau ongkos bis, kereta) ~ 20-40%
  • Sewa rumah (atau cicilan KPR) ~ 30-40%
  • Makan diluar (bersama keluarga atau sendiri di tempat kerja) ~ 10-20%
  • Hobby dan hiburan (termasuk untuk rokok, tamiya, bunga hias, buku, majalah, TV kabel, DVD) ~ 5-30%
  • Perhiasan (lipstick, make up, gadget – PDA, jam, cincin) ~ 5-15%

Tips #2 ~ jangan ragu memangkas belanja yang tidak perlu. Dari list diatas, jelas sekali sebenarnya ketika memang mendesak, dua komponen terakhir bisa segera dipangkas tanpa harus ragu-ragu. Malah, dalam kondisi normalpun, alokasi belanja untuk kedua item tersebut harus sangat minim, atau masing-masing 5%. Memang bagi sebagian besar hobby dan perhiasan merupakan penunjang atau penyeimbang, tidak sedikit yang memperoleh penghasilan tambahan, namun diluar kondisi tersebut tidak ada alasan terus menghabiskan uang dimasa sulit.

Tips #3 ~ bawa bekal dari rumah dan kurangi makan diluar untuk keluarga. Ini terdengar klise dan kuno, namun kalau dihitung uang yang bisa Anda hemat, siapapun akan mau mengikuti jejak Anda. Berapa ongkos untuk satu bekal makan siang Anda? Saya yakin dengan modal Rp.7500 sudah mencukupi bagi satu porsi makan siang yang sehat dan lezat – ada buahnya lagi. Coba Anda hitung sendiri biaya beras, ayam, sayur, pisang/jeruk, plus minyak dan gas memasaknya.

Namun kalau makan diluar, katakanlah di warung-warung pinggir jalan atau kantin sekitar pusat bisnis ibukota dan perkantoran Sudirman-Thamrin, minimal Anda harus keluarkan Rp.15,000. Dan kalau Anda makan kelas ban-go ini, Anda mungkin akan malu kalau ketemu klien atau teman sejawat – kalaupun tidak, bayangkan asap, debu dan kesehatan makanannya. Sementara kalau makan di pantry atau lounge kantor, Anda malah bisa lebih efisien waktunya – waktu makan cuma habis 15 menit, plus sholat, dan selebihnya bisa menyelesaikan tugas atau melakukan bisnis sampingan, baik itu jualan barang atau menulis.  

Tips #4 ~ hindari naik taxi; kurangi ke luar kota kalau bukan urusan pekerjaan. Transportasi yang murah, aman dan nyaman memang masih sesuatu yang sangat mewah di Jakarta dan berbagai kota di Indonesia. Oleh karena itu bepergian ke kantor memang harus dicari pilihan yang paling ekonomis, namun tetap aman (dan nyaman, kalau mungkin). Taxi merupakan moda transportasi yang paling mahal, termasuk taxi-taxi yang sekarang masing menggunakan ‘tarif lama’.

Bis – bis kota atau shuttle bus, kereta, omprengan, becak (diluar Jakarta dan beberapa kota besar) atau ojek (untuk jarak yang lumayan dekat), merupakan alat angkut yang relatif murah.

Sementara kalau keluar kota, Kereta Eksekutif dan Garuda Indonesia merupakan biang transportasi yang paling mahal. Untuk mensiasatinya, pilihlah alternatif lain yang masih relatif nyaman namun tidak terlalu mahal. Kalau Anda sedikit adventurous, dan bepergian sendiri, mungkin kereta ekonomi atau pesawat murah bisa dijadikan pilihan. Atau pilihan paling hemat adalah memangkas semua perjalanan ke luar kota. Kalau memang keperluannya tidak penting atau bisa dilakukan dengan sarana komunikasi telpon atau HP, kenapa harus dipaksakan.

Tips #5 ~ hindari belanja kebutuhan dapur di supermarket, hypermarket atau pusat perbelanjaan. Selain karena memang barang yang dijual relatif mahal, karena standar mutu dan merek yang dipakai, belanja di gedung seluas ribuan meter persegi juga mengundang keinginan belanja yang tidak terkontrol. Anda yang niatnya cuma mau beli kecap, kentang, ikan asin dan roti tawar, malahan berujung dengan belanjaan seabreg karena didesak oleh fikiran akan ‘mumpung’.

Sementara kalau di pasar (tradisional), capek Anda keliling dan membeli sayur sekarung, total belanjaan Anda tetap lebih sedikit dengan belanja satu keranjang kecil di supermarket. Tapi, kalaupun memang Anda berkeyakinan hypermart, carrefour atau makro lebih murah, rencanakanlah pembelanjaan Anda dengan baik, cermat dan disiplin. Dengan begitu kita tidak akan menghabiskan uang banyak untuk hal-hal yang tidak urgent kita konsumsi. 

Tips #6 ~ berfikir keras setiap hari bagaimana berhemat dan kalau perlu dibentuk komunitas yang bisa saling berbagi, belajar atau malah untuk barteran. Ini adalah tips terakhir, tapi sebenarnya merupakan tips permulaan bagi Anda; karena yang tahu persis kondisi Anda bukanlah saya – Andalah ahlinya. Saya yakin banyak tips yang Anda sudah praktikkan atau baru sekedar Anda ketahui. Kalau memang ada, mati share bersama kita di ruangan ‘comments’. Saya tunggu ide-idenya.

One thought on “Tips mensiasati meningkatnya biaya hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s