Kenapa merencanakan keuangan? ~ bag.2

Dalam menjawab pertanyaan mengapa keluarga harus mempunyai perencanaan keuangan yang solid, ada dimensi syariah yang belum sempat disampaikan dalam tulisan terdahulu, yaitu maqashid as-syariah. Secara bahasa ‘maqashid syariah’ diartikan sebagai maksud atau objektif dari ada dan diberlakukannya hukum Islam (syariah). Pembahasaan tentang maqashid lebih lengkap bisa dilihat disini.

Maqashid syariah mempuinyai lima dimensi, atau maksud;
– melindungi Agama
– melindungi jiwa atau kehidupan
– melindungi keturunan
– melindungi harta
– melindungi akal (ilmu pengetahuan)

Dari sini jelas bahwa Islam, melalui penerapan hukum-hukum Allah menjamin keberlangsungan ummat Islam khususnya dan ummat manusia pada umumnya. Yaitu melalui proteksi terhadap elemen-elemen penting dalam hidup dan kehidupan; nyawa, harta benda, akal-fikiran, keturunan dan Agama itu sendiri.

Kelima aspek diatas merupakan pilar kesinambungan kehidupan dan penghidupan manusia dan kemanusiaan (humanity). Agama perlu dilindungi, supaya hidup tidak menjadi belantara tanpa peradaban; akal dan ilmu pengetahuan perlu dikembangkan bukan dikebiri, sehingga manusia tidak menjadi atau serupa dengan binatang; harta juga perlu dilindungi, supaya manusia tidak terjerumus dalam kenistaan dan hilang iman; keturunan harus dilindungi dan dikembangkan, supaya ummat manusia tidak punah; dan nyawa, apakah jadinya dunia ini sekiranya nyawa manusia tidak dihargai dan dilindungi.

Jadi, salah satu upaya untuk melindungi harta adalah dengan merencanakan seluruh aspek keuangan keuarga. Mungkin proteksi disini bukan dari aksi pencurian atau perampokan, tetapi dari kehilangan nilai dan penyalahgunaan – misalnya perilaku konsumtif, mubazir & berlebih-lebihan, atau mis-management, yang pada akhirnya menyebabkan hilangnya harta yang sudah dimiliki. 

Maka perencanaan keuangan sesungguhnye merupakan implikasi dan aplikasi dari upaya kita dalam menerapkan nilai syariah (hukum Allah) ini. Kalau dalam perencanaan keuangan konvensional, fokus utama lebih kepada manajemen hutang dan akumulasi kekayaan, maka kita seharusnya bisa berbeda.

Ketika pengelolaan keuangan (dalam Islam) dilihat dari aspek maqashid dan dengan penyusunan prioritas sesuai kategori dharuriyyat, hajiyyat dan tahsiniyyat, maka dimensinya akan berubah total. Dan ini akan menjadi tema utama Sakina Finance dalam mengupas aspek family financial planning ini. 

Hal ini akan dibahas dalam bagian-bagian lain blog ini, termasuk pembahasan mengenai Financial Planning Model berbasiskan maqashid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s