Memulai penyusunan budget

Membuat budget rumah tangga itu mudah. Yang sulit adalah disiplin dalam mematuhi dan melaksanakan apa yang sudah dianggarkan dan disepakati bersama.

Prinsip pertama dalam menyusun budget adalah partisipasi semua pihak dalam keluarga, baik secara aktif maupun pasif (misalnya balita). Ini penting untuk mengakomodir semua kebutuhan dan menciptakan rasa memiliki. Untuk anak-anak, kegiatan penyusunan budget akan merupakan exercise yang (seharusnya) menyenangkan, mendidik, menyampaikan aspirasi, serta menjadi ajang latihan pengelolaan keuangan dari usia dini.

Kedua, budget sebaiknya dilakukan secara berkala dan lazimnya setahun sekali. Namun setiap tiga atau enam bulan sekali, budget yang telah disusun harus dimonitor dan dibandingkan dengan pengeluaran aktual. Sekiranya ada pengeluaran yang menyimpang atau melebihi anggaran, maka harus segera diambil tindakan pencegahan. Namun, kalau pengeluaran lebih sedikit, maka segera disisihkan jumlah yang lebih ke dalam bentuk simpanan.

Ketiga, mulailah dengan menghitung jumlah pendapatan yang akan diterima. Syarat utama dalam menghitung pendapatan adalah harus konservatif. Tidak boleh menganggarkan pendapatan yang tidak realistis, apalagi dari sumber yang tidak jelas atau belum pasti. Misalnya pembayaran piutang oleh teman, bonus, gaji ke-13, dst. Selain itu, perlu juga disepakati apakah hanya pendapatan suami yang dihitung atau kedua-duanya. Sesungguhnya hal ini merupakan hal paling prinsipil dalam mengatur keuangan keluarga; ketika suami istri sepakat untuk mengelola keuangan secara bersama, maka semua pendapatan dan pengeluaran harus diperhitungkan bersama-sama.

Ketiga, susunlah anggaran belanja secara komprehensif (tidak ada item yang tinggal) dan susun sesuai dengan prioritas. Kalau perlu susunlah sesuai dengan skala prioritas tersebut; misalnya primer, sekunder atau tersier. Dalam istilah Agama, skalanya adalah dharuriyyat, hajiyyat, tahsiniyyat. Perbedaan antara kedua skala ini cukup besar sebenarnya, misalnya antara primer dan dharuriyyat. Primer mungkin hanya bersifat utama saja (primary), sementara dharuriyyat (diadopsi oleh bahasa Indonesia sebagai darurat) bisa diartikan ‘apa saja yang tanpa itu kita akan binasa’.

Penyusunan dengan skala ini penting untuk menentukan mana yang benar-benar perlu dan mana yang bisa dikurangi atau dihilangkan, sekiranya budget kita defisit.

Keempat, anggaran belanja harus menampung unsur-unsur penting dalam hidup kita, seperti zakat- infaq-shadaqah, savings, leisure, emergency, impian-impian bersama (naik haji, liburan ke Turki) dan hal lain yang mungkin sangat spesifik tapi sangat penting bagi Anda.

Kelima, enjoy dan buatkan kegiatan ini semenyenangkan mungkin. Kalau perlu buat kompetisi diantara sesama anggota keluarga, misalnya siapa yang sangat taat dengan budget, yang paling besar over run-nya, dan seterusnya.

Terakhir, disiplin, disipilin dan disiplin dalam pengeluaran. Karena hanya ini senjata Anda dalam memastikan tertib anggaran dan dalam mencapai impian hidup keluarga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s