Kenapa merencanakan keuangan?

[Satu] Karena hidup kita memang harus direncanakan. Bukankah ‘golongan orang yang sedikit tapi ter-organize dengan baik akan mampu mengalahkan mereka yang banyak tapi kacau-balau?’

Bukankah juga Rasul menganjurkan kita untuk membuat perancangan, perencanaan, pengorganisasian, strategi dan manajemen dalam semua hal. Meskipun kita tidak kemudian mengatakan Baginda merupakan pakar ‘perencana keuangan’ – yang dalam definisi sekarang kebanyakannya merupakan euphemisasi dari agen asuransi, namun kalau menilik perjalanan Baginda sepanjang hidupnya, kita akan terkagum.

Buku terbaru Syafii Antonio, Super Leader, Super Manager mengupas secara lugas dan panjang-lebar tentang perjalanan karir Rasulullah sebagaia leader dan manager . Buku ini menapaki perjalanan Rasulullah dari beliau sebagai manager-leader rumah tangga sampai pemerintahan; mulai dari periode beliau masih intern, eksekutif muda, sampai ketika beliau menjadi CEO untuk perusahaannya dan keluarga. 

[Dua] Karena setiap keluarga mempunyai impian dan cita-cita. Impian itu bisa berupa memiliki rumah sendiri, memenuhi kebutuhan hidup yang layak, menyekolahkan anak sampai universitas-S3 atau naik haji. Bisa juga didorong keinginan yang kuat untuk bisa membayar zakat, berqurban, ber-aqiqah, sedikit liburan dan sebagainya.

Secara tradisional dan turun temurun, orang menempuh berbagai cara untuk menggapai impian tersebut. Ada yang menjual ternak, menjual hasil pertanian atau perkebunan, menjual tanah, perhiasan, bantuan orang tua, atau melalui warisan. Bisa juga dengan cara ikut undian berhadiah, berharap dari Gebyar Tahapan, ikut MLM, menjadi agen asuransi dengan bonus liburan ke Istambul, dan sebagainya. Banyak dan beragam – tak ada matinya.

Meskipun cara-cara ini cukup berhasil bagi sebagian orang, namun situasi sekarang serta perkembangan zaman memerlukan cara dan strategi baru dalam mewujudkan impian tersebut. Cara yang lebih realistis dan sustainable.

[Tiga] Wabah dunia modern dimana orang sudah terbiasa dengan hutang – dan karenanya sangat rentan terjebak ke dalam jeratannya. Hutang merupakan musuh dan antitesa dari perencanaan keuangan yang sesungguhnya. Dengan perencanaan yang teratur, disiplin dan sedikit pengorbanan kita bisa menghindar dari wabah ini – dan terus terang ini sangat berat, terutama dengan kartu kredit/debit atau Dirham yang selalu dalam jangkauan.

[Empat] Dalam salah satu doa matsurat, yang selalu dibaca dan berbarengan dengan permohonan untuk jauh dari iman yang lemah, adalah minta dijauhkan dari jeratan hutang (dayn). Dan ini berarti hutang akan selalu mengintai dan kita memerlukan doa, ikhtiar untuk menghindarinya.

[Lima] Anda tahu-lah alasan lainnya tentang pentingnya perencanaan keuangan keluarga. Dan itu barangkali merupakan modal yang cukup bagi kita menggalang kerjasama dan menyusun langkah bersama dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, sehat jasmani, rohani dan finansial-nya.

 

 

One thought on “Kenapa merencanakan keuangan?

  1. tidak terasa, hampir lima tahun usia SakinaFinance. posting pertama ditulis ketika masih tugas di Banda Aceh, berkantor di sebuah rumah zaman Belanda yang klasik di Taman Sari, dekat Masjid Raya Baiturrahman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s