Pesantren kilat untuk anak-anak?

Untuk liburan kali ini, ada baiknya mendaftarkan anak-anak untuk ikut Pesantren Kilat selama 2-3 hari. Jika anggaran terbatas, bisa menghubungi pihak DKM Mesjid di lingkungan anda untuk menyelenggarakannya.Para orangtua mungkin bisa berembuk bersama untuk mengatur acara ini dengan mengeluarkan dana yang sangat sedikit bahkan bisa gratis. Caranya adalah meminta kesediaan bagi yang punya Villa, transportasi, usaha catering untuk menyediakan fasilitas tersebut untuk anak- anak di lingkungan anda.

Atau pilihkan tempat yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal anda, sehingga biaya transportasi tidak akan terlalu mahal. Adapun motivator dapat dipilih dari pihak mesjid atau menghubungi mahasiswa yang sudah berpengalaman – yang mungkin tinggal di sekitar lingkungan anda – untuk mengatur program Pesantren Kilat ini.

Bagi yang mempunyai anggaran lebih, bisa menghubungi pihak ESQ untuk mendaftarkan anak-anak dalam Program ESQ for Teens. Bisa baca lebih detail di ESQ.

Saya berpendapat bahwa program Pesantren Kilat ini adalah salah satu ibadah kita sesuai dengan Firman Allah SWT:

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu” (Q. S. Adz-Zarriyat 56)
“Dan hendaklah takut kepada Allah dan rosul-Nya, orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap mereka, oleh karena itu hendaklah mengucapkan perkataan yang benar.” (Q.S. Annisaa, 9)

Tentunya kita harus memastikan bahwa Pesantren Kilat ini diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut :

  1. Mengakrabkan anak-anak dengan lembaga pendidikan Islam
  2. Meningkatkan pemahaman anak-anak tentang Islam
  3. Membentuk sikap, tingkah laku dan budi pekerti yang Islami
  4. Membuka wawasan pemikiran anak-anak
  5. Menanamkan ruh Ibadah dalam seluruh aktivitas kehidupan
  6. Mengenalkan konsep kewirausahaan Islam (perlu motivator yang bisa juga menguasai hal ini)

Untuk liburan kali ini, anak kami Layyin (8 tahun, naik Kelas 3 tahun ini) sudah mengawali dengan Pesantren Kilat. Layyin pergi bersama 50 anak-anak lain dari Sentul City sebelum Sholat Jum’at di hari Jum’at yang lalu menuju sebuah Vila di Puncak, tidak jauh dari Ciawi.

Izinkan Layyin untuk berbagi sedikit pengalamannya kepada Anda semua, yang ditulis dalam Buku Diary-nya selama di Puncak dari hari Jum’at – Ahad yang lalu. Saya membacanya dan meminta izin untuk diketikkan di sini.

Tulisan Layyin di Hari Pertama:

Saya pergi ke puncak di Ciawi, seru lho! Banyak teman, ada Amel, Ka Ehan, Salsa, Ka April dan banyak lagi. Saya tidur bareng Amel. Seru Lho. Saya akan mendapat pengalaman baru. Alhamdulillah.

By Layyin.
NB: Amel adalah teman sekelasnya dan teman dekatnya setelah Velya.

Tulisan Layyin di Hari Kedua:

Pagi – pagi saya bercanda dengan teman – teman walau suasana dingin. Aku suka sekali karena banyak orang yang ikutan. Saya jogging dan ikut acara mentoring. Sesudah itu, saya makan nasi goreng, timun, sosis dan baso, tapi basonya cuma satu. Lalu saya mandi kemudian saya ikut lomba. Seru lho. Saya senang sekali.

By Layyin
NB: mentoring adalah salah satu sebutan acara ceramah singkat untuk peserta yang diadakan selepas sholat.

Tulisan Layyin di Hari Ketiga:

Saya berolahraga dan jalan-jalan. Sehabis itu saya makan. Lalu saya menggambar. Isi mentoring hari ini adalah mengenai peta Indonesia, dimanakah kita sekarang di sini. Ustaz Abdullah Hay mengingatkan semua anak-anak untuk tidak menyakiti hati kedua orangtua terutama Ibu. Allah akan memberikan hukuman kepada manusia yang melakukan hal tersebut yaitu ketika manusia itu meninggal, kepalanya akan berubah menjadi kepala seekor binatang ‘haram’ yaitu ‘babi’ dan kemudian ada seekor ular yang akan mengigitnya.

(Layyin menggambar dua orang, satu Ibu dan satu Ayah dan menjelaskan bahwa keluarga itu berarti Ayah + Mama + Aku + Adik – Adik. Terakhir dia menulis I love you Mom and Dad, I love you Mom and Dad, I love you Mom and Dad).

By Layyin
NB: Layyin menceritakan bahwa dia menangis ketika Ustaz bercerita mengenai anak-anak yang sering menyakiti hati orangtua tersebut. Layyin berkata bahwa dia rindu kepada Daddy dan Mommy saat itu dan ingin meminta maaf.

Demikianlah ringkasan Pesantren Kilat. Sudah mencoba? Mau mencoba? Ditunggu komentar anda.** (Mu Kim Ni)

Masih bingung mengisi liburan?

Apa kabar Anda semua di minggu ke-3 liburan sekolah ini? Mau liburan gratis ke luar negeri? Ke negeri antah berantah?

Ada satu ide yang insya Allah bisa memberikan manfaat untuk keluarga Anda dalam mengisi waktu liburan kali ini. Yang jelas, bisa dilakukan sambil bersenang-senang dengan anak-anak.

Mau tau caranya? Mari kita telusuri petunjuk di bawah ini:

  1. Pinjam laptop dari kantor atau syukur alhamdulillah kalau sudah ada Laptop atau PC di rumah
  2. Siapkan jaringan telepon untuk jaringan Telkomnet Instan atau syukur alhamdulillah kalau sudah ada jaringan WIFI di tetangga yang bisa masuk ke rumah kita.
  3. Siapkan cemilan, bisa french fries, nugget, pan cake dan teh manis atau sirup ros merah campur timun serut. Asyik dihidangkan di hari yang agak panas sekarang-sekarang ini.
  4. Buat pengumuman kepada anak-anak (umur balita – SD) -terutama yang jarang berkenalan dengan internet – agar siap sedia untuk pergi ‘melalang buana’ di negara mana saja mereka mau.
  5. Letakkan cemilan yang disebut di atas lengkap dengan tissue atau lap tangan.
  6. Sambungkan internet.
  7. Start Googling, www.google.com
  8. Jika punya anak lebih dari satu, beri kesempatan satu persatu kepada mereka untuk negara atau hewan apa yang mereka ingin lihat atau baca.
  9. Pilih ‘Gambar’ terletak nomor 2 sebelah kiri atas lembar Google.
  10. Mulailah melalang buana. Saya yakin pilihan pertama anak lelaki anda adalah Power Rangers, Raihan Rangers, Ultraman, Dinosourus, Turtle Ninja, Dolphin, Naruto (upss…yang satu ini sebaiknya dihindari karena tokohnya tidak begitu baik). Dan pilihan anak perempuan anda adalah Barbie, Fulla, Princess, Snow White, Mermaid dan putri – putri kerajaan lainnya.
  11. Setelah puas, ajaklah mereka dimana Pinokio pertama kali dilagendakan. Saya ingat tourist guide yang menemani rombongan kami ketika tiba di Firenze (Florence), Italy, menceritakan bahwa di kota itulah Pinokio mulai pertama kali dipopulerkan. Negara lain yang menarik bisa Australia, dimana Steve Irwin – Crocodile Hunter dari Australia Zoo, berenang bersama dengan ikan pari yang tiba-tiba menusuk dadanya. Hari itu merupakan hari terakhir bagi Steve bercengkrama dengan hewan-hewan buas yang senantiasa menghiasi program televisi di seluruh belahan dunia. Untuk detail mengenai Steve, baca di situs Wikipedia.
  12. Jika anak-anak anda ingin menggambar online, banyak situs-situs gratis yang menyediakan dan anak-anak kami sudah mencobanya, asyik loh. Coba ini Online Coloring Book.
  13. Jika anda mempunyai printer dan kertas A-4 (daur ulang juga boleh), bisa mencetak ‘Coloring Pictures’ yang jumlahnya ribuan dan anak-anak anda bisa pilih apa saja; tinggal click, copy-paste ke MS Word dan cetak. Siapkan crayon (bisa bekas yang anda bisa kumpulkan dari sudut-sudut buku dan meja belajar anak-anak) dan anda sudah bisa membuat perlombaan mewarnai, ajak teman-teman mereka se-RT. Ehm….minta mereka bayar untuk ganti biaya internet, kertas dan crayon juga ide bagus tuh.
  14. 4 Jam tidak terasa, tiba makan siang. Lanjutkan setelah Sholat Zuhr.

Bagi keluarga yang sudah mencoba, boleh sharing komentar anda di sini. Bagi yang belum, semoga ini menjadi alternatif pengisi liburan kali ini dan semoga bermanfaat. Ditunggu komentarnya.** (Mu Kim Ni)

Shadaqah dan happiness ~ 2

Ada sebuah penelitian yang dilakukan Profesor Elizabeth Dunn dari University of British Columbia, Kanada dan rekan-rekannya yang menyimpulkan bersedekah dapat membuat hidup lebih bahagia.

Survei awal terhadap 632 orang menunjukkan bersedekah memiliki kaitan kuat dengan kebahagiaan. Selanjutnya, tim menganalisis 16 karyawan perusahaan sebelum dan setelah memperoleh bonus. Hasilnya, karyawan yang lebih banyak menggunakan bonus bagi kepentingan sosial memiliki tingkat kebahagiaan lebih tinggi.

Dalam eksperimen terakhir, para peneliti memberikan amplop berisi uang senilai US$5 dan US$20 kepada 46 mahasiswa, serta meminta mereka untuk menghabiskan uang tersebut untuk diberikan kepada orang lain atau dihabiskan sendiri.

Hasilnya, mereka yang diminta untuk ‘menyedekahkan’ uang tersebut merasa lebih berbahagia ketimbang mereka yang diminta menghabiskannya sendiri.

Namun, jauh sebelum penelitian tersebut, Allah telah mengingatkan kita tentang manfaat shadaqah, dimana Allah menjanjikan kebahagiaan bagi siapa yang menafkahkan hartanya (termasuk bershadaqah). Allah SWT berfirman:

“Dan kelak orang yang paling takwa itu akan dijauhkan dari neraka, (yaitu) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang maha tinggi, dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan (kebahagiaan)” (QS Al Lail 17-21).

Jangan kwatir akan kehilangan sebagian harta kita ketika kita bershadaqah, sesungguhnya janji Allah tidak pernah salah karena dengan bershadaqah maka pahalanya akan kembali kepada diri kita sendiri. Allah SWT berfirman:

“Jika kamu menampakkan shadaqah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikannya itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allahlah yang memberi petunjuk bagi siapa yang dikehendakiNya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan mendapat pahalanya dengan cukup, sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya” (QS Al Baqarah 271-272).

Di ayat lain, Allah berjanji akan membalas setiap kebaikan yang dilakukan oleh seorang hamba minimal 10 kali lipat. Bilangan balasan itu bisa terus berganda dan tumbuh semakin besar.

Tergantung pada keikhlasan sang hamba, dan takaran rezeki yang Allah berikan kepadanya. Bahkan bilangan itu suatu saat bisa mencapai 700 kali lipat. Allah SWT berfirman:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah 261).

1 butir benih menjadi 700 biji. Itulah janji Allah Ta’ala.Tiada yang mustahil bagi Allah untuk membalas shadaqah hamba-Nya bahkan hingga 700 kali lipat.

Mari rajinlah bershadaqah dan mulai setiap pagi hari.** (Mu Kim Ni)

Liburan 250 Rupiah?

Bagaimana dengan liburan Anda semua? Kita akan menginjak minggu ke-2 liburan panjang ini, masih bingung menentukan pilihan? Atau Anda masih belum mendapat izin cuti dari kantor? Mudah-mudahan Anda secepatnya bisa menemani buah hati Anda berlibur. 

Saya tertarik dengan survey yang diadakan oleh sebuah harian ibukota baru – baru ini. Koran ini mewancarai secara random 20 anak muda di jalan raya mengenai jumlah museum di Jakarta dan apakah mereka pernah mengunjunginya. Surprisingly, tidak ada satupun yang berhasil menjawab dengan tepat jumlah museum tersebut dan hanya sedikit sekali yang pernah mengunjunginya dan tahu dengan betul namanya.

Dan pada hari ini, di Harian Kompas ada sebuah artikel keluarga mengenai “Liburan 250 Rupiah”. Artikel ini mengajak kita yang prihatin dengan kenaikan BBM yang mengakibatkan naiknya harga kebutuhan pokok dan menurunkan purchasing power keluarga.

Nah, untuk mensiasati kesulitan ini, dan tetap bisa menikmati liburan artikel ini mengupas biaya masuk museum yang super murah. Seperti yang kita ketahui bahwa tiket masuk museum dan tempat bersejarah umumnya sangat murah. Di Museum Nasional Jakarta, misalnya, karcis masuknya hanya Rp. 750,- untuk umum dan Rp.250,- untuk pelajar.

Di samping prihatin dengan purchasing power yang semakin menurun, mengunjungi museum juga memberikan nilai baru bagi anak-anak. Kita seharusnya cukup prihatin dengan kecintaan anak-anak kita terhadap sejarah bangsa dan negara ini. Apakah museum hanya wajar dikunjungi oleh turis manca negara saja? Apakah Shopping Mall sudah menjadi pengganti Museum yang wajib dikunjungi oleh kita sekeluarga?

Siapa bilang Museum tidak asyik?

Sekolah anak kami, SDIT Fajar Hidayah baru-baru mengadakan kunjungan ke Museum Zoologi di samping Kebun Raya Bogor, dan Layyin adalah salah satu murid yang wajib pergi. Kami sedang mencari waktu yang tepat di liburan ini untuk sekeluarga pergi ke sana karena sepulangnya Layyin dari kunjungan tersebut, tak henti – hentinya dia mempromosikan dan menceritakan isi Museum kepada kami.

Dia masih tidak terima penjelasan saya ketika dia bertanya mengapa tidak boleh memotret jika berada di dalam museum. Karena tanpa foto, dia tidak bisa banyak bercerita. Maka dari itu, dia berkali – kali mengajak kami sekeluarga ke sana. Ehmmm, it’s already included in the budget this second week.

Selain itu, ada juga beberapa museum yang menawarkan pengalaman kreatif seperti Museum Tekstil di Jalan Aipda KS Tubun yang menawarkan kursus membatik. Ada biaya tambahan untuk itu, satu paket kursus membatik Rp. 200.000. Tapi untuk kursus singkat seperti saputangan, dikenakan biaya Rp. 35.000 untuk pengunjung lokal dan Rp. 75.000 untuk turis asing. Wah asyik juga kursus membatik, bisa jadi peluang usaha buat anak-anak di rumah.

Museum Fatahillah juga menarik untuk dikunjungi, ada 23.500 koleksi benda bersejarah disana. Antara lain ada meriam Si Jagur, pembatas ruang, patung Hermes, pedang eksekusi tahanan zaman VOC dan lukisan Gubernur Jenderal VOC Hindia Belanda dari 1602 hingga 1942. Asyik untuk keluarga yang punya anak-anak SMP, SMA apalagi anak laki-laki yang umumnya suka perang-perangan.

Untuk mengetahui alamat lengkap museum – museum di Jakarta, bisa dijumpai di www.budayajakarta.com.

Selain museum, ada ide yang tak kalah menarik yaitu mengunjungi mesjid-mesjid yang megah dan cantik diseputar Jabodetabek.

Mesjid Kubah Emas di Depok yang fenomenal layak dikunjungi, minimal shalat jamaah satu waktu disana akan menimbulkan kebanggaan kita sebagai Muslim. Kemudian Mesjid Istiqlal yang menjadi Mesjid Resmi Negara di Jakarta Pusat, Mesjid Jami’ Kampung Baru di Jalan Bandengan Selatan – yang konon katanya punya mimbar paling indah, Mesjid At-Tin di TMII yang mempunyai kenangan sendiri terhadap Ibu Negara Tien Soeharto (almarhumah), atau Mesjid Raya Pondok Indah di Pondok Indah.

Yang paling asyik adalah masuk mesjid ini tidak perlu bayar sama sekali tetapi jika lihat Kotak Amal, jangan pikir dua kali untuk memasukkan uang sedekah kita. Coba yuk…** – (Mu Kim Ni/Anik)

Pengaturan Keuangan Rumah Tangga

[Minggu ini blog ini akan menampilkan tulisan-tulisan istri saya, Murniati atau Anik, selamat membaca]

Peranan Suami Istri dalam keuangan rumah tangga

Dalam konteks perekonomian rumah tangga, tugas suami adalah bekerja mencari nafkah sedangkan istri selain menjadi guru utama bagi anak – anaknya, bertanggungjawab mengatur dan mengelola pengeluaran rumah tangga, seperti makanan, pakaian, perabot rumah tangga, dan lain-lainnya. Jadi fungsi istri di dalam perekonomian rumah tangga adalah seperti seorang manajer keuangan. Mengenai tugas masing-masing di dalam keluarga, Rasulullah saw bersabda

“… Suami adalah pemimpin dalam rumah tangga dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan ia akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya …” (HR. Bukhari).

Ketika Rasulullah menikahkan putrinya Fatimah, beliau berkata kepada Ali r.a.,

“Engkau berkewajiban bekerja dan berusaha sedangkan dia berkewajiban mengurus rumah tangga”

“…Istri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan ia akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya …”

juga dalam hadits lain:

“Apabila seorang istri menafkahkan makanan rumah tangga dengan tidak bermaksiat, maka dia mendapat pahala dari apa yang diusahakan, …” (HR. Thabrani)

Keadaan Keuangan Rumah Tangga

Sudah jelas bahwa tugas istri untuk mengatur atau memberikan saran atas keuangan rumah tangga baik dalam keadaan defisit atau pun surplus.

Jika dalam keadaan defisit, istri tentunya tahu biaya apa saja yang bisa dikurangi seperti mengurangi/menutup penggunaan kartu kredit, penghematan penggunaan listrik (a/c diganti dengan kipas angin), dispenser digantikan dengan masak dengan gas, makan diluar diganti dengan makan masakan sendiri, beli baju di butik diganti dengan mendaur ulang baju lama sehingga bisa tampak baru, dan cara lainnya yang tentunya disepakati oleh semua anggota keluarga.

Begitu juga jika dalam keadaan surplus, istri bisa menyarankan suami bahwa sisa pendapatan bulanan ditabungkan di bank A, di perusahaan asuransi B, di belikan reksadana di perusahaan C atau diinvestasikan di asset yang bisa memberikan passive income. Tentunya semua itu harus sesuai dengan tuntutan syariah dan aman ketika menginvestasikan surplus pendapatan tersebut seperti menginvestasikan di perusahaan yang jelas izin syariah dan operasional.

Rujukan investasi selayaknya didapat dari seorang financial planner namun dengan bekal membaca dan mengikuti kursus singkat, para suami istri dapat merancang pola investasi sendiri.

Bagaimana supaya keuangan keluarga bisa diberkahi oleh Allah?

Sebelum merancang keuangan keluarga, tentunya ada beberapa rambu yang harus diperhatikan yaitu bagaimana supaya keuangan keluarga kita bisa diberkahi oleh Allah S.W.T. Banyak sekali keluarga Muslim mengeluh, mengapa sudah bekerja keras selama 24 jam rezeki yang di dapat hanya itu itu saja, hanya cukup untuk sehari, seminggu atau sebulan. Banyak juga yang mengeluh bahwa walaupun pendapatannya lebih tinggi dari bulan sebelumnya tetapi tetap juga merasa kurang atau hutang tetap saja ada dan tidak bisa menyisihkan sedikitpun untuk ditabungkan atau digunakan untuk liburan keluarga.

Ada beberapa tips supaya keuangan keluarga kita bisa mendapatkan barokah yaitu dengan cara melakukan amal – amal soleh sebagai berikut:

1. Niat Mencari Rezeki

Pertama, marilah kita luruskan niat kita ketika bekerja, berdagang dan bertransaksi mumalah, bahwa semata – mata untuk mencari ridho Allah dan untuk beribadah kepadaNya. Jadi, tidak dipenuhi dengan target karena ketamakan dan ambisi duniawi semata.

Selain itu, dibinalah sifat qona’ah dan lapang dada dengan pembagian Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena hal itu merupakan kekayaan yang tidak ada bandingannya. Dengan jiwa yang dipenuhi dengan qona’ah, dan keridhaan dengan segala rizki yang Allah turunkan untuknya, maka keberkahan akan datang kepadanya. Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya Allah Yang Maha Luas Karunia-nya lagi Maha Tinggi, akan menguji setiap hamba-Nya dengan rizki yang telah Ia berikan kepadanya. Barangsiapa yang ridha dengan pembagian Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah akan memberkahi dan melapangkan rizki tersebut untuknya. Dan barangsiapa yang tidak ridha (tidak puas), niscaya rizkinya tidak akan diberkahi” (HR Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani)

2. Bersyukur atas apa yang Allah sudah berikah kepada kita hari ini

Syukur yang biasa dilakukan oleh kebanyakan kita adalah sujud syukur atas penyelesaian atas suatu masalah berat, mendapatkan bonus yang tidak disangka – sangka atau hal – hal yang dapat dilihat dengan kasat mata. Padahal banyak sekali nikmat Allah yang kita dapati setiap hari, nikmat dapat melihat matahari pagi hari ini, nikmat bisa menghirup udara segar, nikmat bisa berkumpul dengan keluarga dan nikmat lain yang setiap hari Allah berikan tanpa diminta. Maka dari itu, biasakanlah mengucapkan hamdallah, berbagi dengan orang lain sebagai tanda syukur kita atas nikmat yang diberikan oleh Allah. Sesungguhnya Allah berfirman:

“Dan ingatlah tatkala Rabbmu mengumandangkan : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” [Ibrahim : 7]

Jadi supaya penghasilan yang kita dapat hari ini, minggu ini, bulan ini bisa bertambah (bukan hanya dari segi angka rupiahnya) tapi bertambah manfaatnya, bisa menabung, mengurangi hutang, hidup lebih nyaman, maka selalulah bersyukur. Sebaliknya, jika kita baca sejarah, sesungguhnya Allah Ya Rauf telah mengirim azab kepada kaum Saba’ yang telah mengingkari nikmat Allah seperti tertulis di dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Rabb) di tempat kediaman mereka, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan) : “Makanlah olehmu dari rizki yang (dianugrahkan) Rabbmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Rabbmu) adalah Rabb Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon atsel (cemara) dan pohon bidara” (Saba : 15-16)

3. Keluarkan hak orang miskin dari harta kita dalam bentuk zakat, infaq, sodaqoh dan wakaf:

Telusuri semua harta dan pendapatan yang kita sudah dapatkan apakah sudah kita keluarkan zakatnya? JIka belum, mungkin itu salah satu penyebab mengapa kita tidak pernah merasakan cukup apa yang sudah kita dapatkan. Zakat wajib maupun sunnah (sedekah), merupakan salah satu amalan yang menjadi faktor yang dapat menyebabkan turunnya keberkahan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” (Al-Baqarah : 276)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:

“Tiada pagi hari, melainkan ada dua malaikat yang turun, kemudian salah satunya berkata (berdo’a) : “Ya Allah, berilah pengganti bagi orang yang berinfak”, sedangkan yang lain berdo’a :”Ya Allah, timpakanlah kepada orang yang kikir (tidak berinfak) kehancuran” (Muttafaqun alaih)

4. Bertaubat Dari Segala Perbuatan Dosa

Sebagaimana perbuatan dosa menjadi salah satu penyebab terhalangnya rizki dari pelakunya, maka sebaliknya, taubat dan istighfar merupakan salah satu faktor yang dapat mendatangkan rizki dan keberkahannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menceritakan tentang Nabi Hud Alaihissallam bersama kaumnya.

“Dan (Hud berkata) : Hai kaumku, beristighfarlah kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan atasmu hujan yang sangat deras, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuta dosa” (Hud : 52)

Akibat kekufuran dan perbuatan dosa kaum ‘Ad -berdasarkan keterangan para ulama tafsir- mereka ditimpa kekeringan dan kemandulan, sehingga tidak seorang wanita pun yang bisa melahirkan anak. Keadaan ini berlangsung selama beberapa tahun lamanya. Oleh karena itu, Nabi Hud Alaihissallam memerintahkan mereka untuk bertaubat dan beristighfar. Sebab, dengan taubat dan istighfar itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menurunkan hujan, dan mengaruniai mereka anak keturunan.

5. Menabung Tali Silaturahmi

Di antara amal shalih yang akan mendatangkan keberkahan dalam hidup, yaitu menyambung tali silaturrahim. Ini merupakan upaya menjalin hubungan baik dengan setiap orang yang akan terkait hubungan nasab dengan kita. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan (atau diberkahi) rizkinya, atau ditunda (dipanjangkan) umurnya, maka hendaknya ia bersilaturrahim” (Muttafaqun ‘alaih)

Yang dimaksud dengan ditunda ajalnya, ialah umurnya diberkahi, diberi taufiq untuk beramal shalih, mengisi waktunya dengan berbagai amalan yang berguna bagi kehidupannya di akhirat, dan ia terjaga dari menyia-nyiakan waktunya dalam hal yang tidak berguna. Atau menjadikan nama harumnya senantiasa dikenang orang. Atau benar-benar umurnya ditambah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

6. Mencari Rizki Dari Jalan Yang Halal

Merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya keberkahan harta, ialah memperolehnya dengan jalan yang halal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Janganlah kamu merasa bahwa rizkimu datangnya terlambat. Karena sesunguhnya, tidaklah seorang hamba akan meninggal, hingga telah datang kepadanya rizki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya. Maka, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram” [HR Abdur-Razaq, Ibnu Hibbanm dan Al-Hakim]

Salah satu yang mempengaruhi keberkahan ini ialah praktek riba. Perbuatan riba termasuk faktor yang dapat menghapus keberkahan.

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” (Al-Baqarah : 276)

Begitu pula dengan meminta-minta (mengemis) dalam mencari rizki, termasuk perbuatan yang diharamkan dan tidak mengandung keberkahan. Dalam salah satu hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan sebagian dampak hilangnya keberkahan dari orang yang meminta-minta.

“Tidaklah seseorang terus-menerus meminta-minta kepada orang lain, hingga kelak akan datang pada hari Kiamat, dalam keadaan tidak ada secuil daging pun melekat di wajahnya” (Muttafaqun alaih)

6. Bekerja Saat Waktu Pagi.

Di antara jalan untuk meraih keberkahan dari Allah, ialah menanamkan semangat untuk hidup sehat dan produktif, serta menyingkirkan sifat malas sejauh-jaunya. Caranya, senantiasa memanfaatkan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hal-hal yang berguna dan mendatangkan kemaslahatan bagi hidup kita.

Termasuk waktu yang paling baik untuk memulai bekerja dan mencari rizki, ialah waktu pagi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memanjatkan do’a keberkahan.

“Ya Allah, berkahilah untuk ummatku waktu pagi mereka” [HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]

Hikmah dikhususkannya waktu pagi dengan doa keberkahan, lantaran waktu pagi merupakan waktu dimulainya berbagai aktifitas manusia. Saat itu pula, seseorang merasakan semangat usai beristirahat di malam hari. Oleh karenanya, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendo’akan keberkahan pada waktu pagi ini agar seluruh umatnya memperoleh bagian dari doa tersebut.

Contoh lain dari keberkahan waktu pagi, ialah sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Shakhr Al-Ghamidi Radhiyallahu ‘anhu. Yaitu perawi hadits ini dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Shakhr bekerja sebagai pedagang. Usai mendengarkan hadits ini, ia pun menerapkannya. Tidaklah ia mengirimkan barang dagangannya kecuali di pagi hari. Dan benarlah, keberkahan Allah Subhanahu wa Ta’ala dapat ia peroleh. Diriwayatkan, perniagaannya berhasil dan hartanya melimpah ruah. Dan berdasarkan hadits ini pula, sebagian ulama menyatakan, tidur pada pagi hari hukumnya makruh.

« Previous PageNext Page »