Category Archives: Liburan

Pesantren Wirausaha pengisi liburan

Ketika sedang melanglang dunia maya, saya terdampar di portal bisnis Islami Niriah.com, terutama kolom/blog-nya Mas Jamil Azzaini. Beliau adalah salah satu pendiri Dompet Dhuafa dan penulis buku Kubik Leadership (yang belum tamat-tamat saya baca).

Salah satu seri tulisannya yang membuat saya kagum adalah artikel yang memberi memotivasi pembaca untuk menjadi wirausaha, supaya bisa hidup mandiri dan kaya. Dan ini bukan sekedar nasihat kosong; karena ada saran konkrit yang disodorkan oleh beliau. Salah satunya adalah nyantri di pesantren wirausaha binaannya di Klaten, Jawa Tengah.

Pesantren wirausaha ini persisnya diberi nama Pesantren Wirausaha Abdurrahman bin Auf (Perwira AbA), dan beralamat di:

Desa Bulan, Wonosari, Klaten, Jawa Tengah PO.Box 35 Delanggu 57471,Telp. 0271-7060430 ~ HP 0813-29384549

Salah satu aktivitas di pesantren ini yang sangat ‘revolusioner’, minimal bagi saya, adalah memagangkan santri-santrinya – yang kebanyakannya berasal dari keluarga kurang mampu, di lingkungan orang kaya. Selama magang, para santri diharapkan bisa mengenal lebih dekat kebiasaan dan cara hidup orang-orang kaya (pengusaha). Syukur-syukur bisa ketularan kemampuan finansialnya.

“Untuk mengikis mental miskin, Perwira AbA melakukan berbagai terapi dan cara. Salah satunya, para santri harus tinggal di komunitas orang kaya selama kurang lebih dua bulan. Setelah dibekali dengan berbagai ilmu, attitude, dan keterampilan, para santri wajib hidup dan berinteraksi dengan komunitas orang kaya sekaligus belajar bisnis dan menyadap ilmu dari mereka”.

Detail artikelnya bisa baca disini.

Kegiatan ini barangkali bisa menjadi salah satu alternatif bagi mengisi liburan sekolah tahun ini, terutama bagi remaja dan mahasiswa.

Pesantren kilat untuk anak-anak?

Untuk liburan kali ini, ada baiknya mendaftarkan anak-anak untuk ikut Pesantren Kilat selama 2-3 hari. Jika anggaran terbatas, bisa menghubungi pihak DKM Mesjid di lingkungan anda untuk menyelenggarakannya.Para orangtua mungkin bisa berembuk bersama untuk mengatur acara ini dengan mengeluarkan dana yang sangat sedikit bahkan bisa gratis. Caranya adalah meminta kesediaan bagi yang punya Villa, transportasi, usaha catering untuk menyediakan fasilitas tersebut untuk anak- anak di lingkungan anda.

Atau pilihkan tempat yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal anda, sehingga biaya transportasi tidak akan terlalu mahal. Adapun motivator dapat dipilih dari pihak mesjid atau menghubungi mahasiswa yang sudah berpengalaman – yang mungkin tinggal di sekitar lingkungan anda – untuk mengatur program Pesantren Kilat ini.

Bagi yang mempunyai anggaran lebih, bisa menghubungi pihak ESQ untuk mendaftarkan anak-anak dalam Program ESQ for Teens. Bisa baca lebih detail di ESQ.

Saya berpendapat bahwa program Pesantren Kilat ini adalah salah satu ibadah kita sesuai dengan Firman Allah SWT:

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu” (Q. S. Adz-Zarriyat 56)
“Dan hendaklah takut kepada Allah dan rosul-Nya, orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap mereka, oleh karena itu hendaklah mengucapkan perkataan yang benar.” (Q.S. Annisaa, 9)

Tentunya kita harus memastikan bahwa Pesantren Kilat ini diselenggarakan dengan tujuan sebagai berikut :

  1. Mengakrabkan anak-anak dengan lembaga pendidikan Islam
  2. Meningkatkan pemahaman anak-anak tentang Islam
  3. Membentuk sikap, tingkah laku dan budi pekerti yang Islami
  4. Membuka wawasan pemikiran anak-anak
  5. Menanamkan ruh Ibadah dalam seluruh aktivitas kehidupan
  6. Mengenalkan konsep kewirausahaan Islam (perlu motivator yang bisa juga menguasai hal ini)

Untuk liburan kali ini, anak kami Layyin (8 tahun, naik Kelas 3 tahun ini) sudah mengawali dengan Pesantren Kilat. Layyin pergi bersama 50 anak-anak lain dari Sentul City sebelum Sholat Jum’at di hari Jum’at yang lalu menuju sebuah Vila di Puncak, tidak jauh dari Ciawi.

Izinkan Layyin untuk berbagi sedikit pengalamannya kepada Anda semua, yang ditulis dalam Buku Diary-nya selama di Puncak dari hari Jum’at – Ahad yang lalu. Saya membacanya dan meminta izin untuk diketikkan di sini.

Tulisan Layyin di Hari Pertama:

Saya pergi ke puncak di Ciawi, seru lho! Banyak teman, ada Amel, Ka Ehan, Salsa, Ka April dan banyak lagi. Saya tidur bareng Amel. Seru Lho. Saya akan mendapat pengalaman baru. Alhamdulillah.

By Layyin.
NB: Amel adalah teman sekelasnya dan teman dekatnya setelah Velya.

Tulisan Layyin di Hari Kedua:

Pagi – pagi saya bercanda dengan teman – teman walau suasana dingin. Aku suka sekali karena banyak orang yang ikutan. Saya jogging dan ikut acara mentoring. Sesudah itu, saya makan nasi goreng, timun, sosis dan baso, tapi basonya cuma satu. Lalu saya mandi kemudian saya ikut lomba. Seru lho. Saya senang sekali.

By Layyin
NB: mentoring adalah salah satu sebutan acara ceramah singkat untuk peserta yang diadakan selepas sholat.

Tulisan Layyin di Hari Ketiga:

Saya berolahraga dan jalan-jalan. Sehabis itu saya makan. Lalu saya menggambar. Isi mentoring hari ini adalah mengenai peta Indonesia, dimanakah kita sekarang di sini. Ustaz Abdullah Hay mengingatkan semua anak-anak untuk tidak menyakiti hati kedua orangtua terutama Ibu. Allah akan memberikan hukuman kepada manusia yang melakukan hal tersebut yaitu ketika manusia itu meninggal, kepalanya akan berubah menjadi kepala seekor binatang ‘haram’ yaitu ‘babi’ dan kemudian ada seekor ular yang akan mengigitnya.

(Layyin menggambar dua orang, satu Ibu dan satu Ayah dan menjelaskan bahwa keluarga itu berarti Ayah + Mama + Aku + Adik – Adik. Terakhir dia menulis I love you Mom and Dad, I love you Mom and Dad, I love you Mom and Dad).

By Layyin
NB: Layyin menceritakan bahwa dia menangis ketika Ustaz bercerita mengenai anak-anak yang sering menyakiti hati orangtua tersebut. Layyin berkata bahwa dia rindu kepada Daddy dan Mommy saat itu dan ingin meminta maaf.

Demikianlah ringkasan Pesantren Kilat. Sudah mencoba? Mau mencoba? Ditunggu komentar anda.** (Mu Kim Ni)

Masih bingung mengisi liburan?

Apa kabar Anda semua di minggu ke-3 liburan sekolah ini? Mau liburan gratis ke luar negeri? Ke negeri antah berantah?

Ada satu ide yang insya Allah bisa memberikan manfaat untuk keluarga Anda dalam mengisi waktu liburan kali ini. Yang jelas, bisa dilakukan sambil bersenang-senang dengan anak-anak.

Mau tau caranya? Mari kita telusuri petunjuk di bawah ini:

  1. Pinjam laptop dari kantor atau syukur alhamdulillah kalau sudah ada Laptop atau PC di rumah
  2. Siapkan jaringan telepon untuk jaringan Telkomnet Instan atau syukur alhamdulillah kalau sudah ada jaringan WIFI di tetangga yang bisa masuk ke rumah kita.
  3. Siapkan cemilan, bisa french fries, nugget, pan cake dan teh manis atau sirup ros merah campur timun serut. Asyik dihidangkan di hari yang agak panas sekarang-sekarang ini.
  4. Buat pengumuman kepada anak-anak (umur balita – SD) -terutama yang jarang berkenalan dengan internet – agar siap sedia untuk pergi ‘melalang buana’ di negara mana saja mereka mau.
  5. Letakkan cemilan yang disebut di atas lengkap dengan tissue atau lap tangan.
  6. Sambungkan internet.
  7. Start Googling, www.google.com
  8. Jika punya anak lebih dari satu, beri kesempatan satu persatu kepada mereka untuk negara atau hewan apa yang mereka ingin lihat atau baca.
  9. Pilih ‘Gambar’ terletak nomor 2 sebelah kiri atas lembar Google.
  10. Mulailah melalang buana. Saya yakin pilihan pertama anak lelaki anda adalah Power Rangers, Raihan Rangers, Ultraman, Dinosourus, Turtle Ninja, Dolphin, Naruto (upss…yang satu ini sebaiknya dihindari karena tokohnya tidak begitu baik). Dan pilihan anak perempuan anda adalah Barbie, Fulla, Princess, Snow White, Mermaid dan putri – putri kerajaan lainnya.
  11. Setelah puas, ajaklah mereka dimana Pinokio pertama kali dilagendakan. Saya ingat tourist guide yang menemani rombongan kami ketika tiba di Firenze (Florence), Italy, menceritakan bahwa di kota itulah Pinokio mulai pertama kali dipopulerkan. Negara lain yang menarik bisa Australia, dimana Steve Irwin – Crocodile Hunter dari Australia Zoo, berenang bersama dengan ikan pari yang tiba-tiba menusuk dadanya. Hari itu merupakan hari terakhir bagi Steve bercengkrama dengan hewan-hewan buas yang senantiasa menghiasi program televisi di seluruh belahan dunia. Untuk detail mengenai Steve, baca di situs Wikipedia.
  12. Jika anak-anak anda ingin menggambar online, banyak situs-situs gratis yang menyediakan dan anak-anak kami sudah mencobanya, asyik loh. Coba ini Online Coloring Book.
  13. Jika anda mempunyai printer dan kertas A-4 (daur ulang juga boleh), bisa mencetak ‘Coloring Pictures’ yang jumlahnya ribuan dan anak-anak anda bisa pilih apa saja; tinggal click, copy-paste ke MS Word dan cetak. Siapkan crayon (bisa bekas yang anda bisa kumpulkan dari sudut-sudut buku dan meja belajar anak-anak) dan anda sudah bisa membuat perlombaan mewarnai, ajak teman-teman mereka se-RT. Ehm….minta mereka bayar untuk ganti biaya internet, kertas dan crayon juga ide bagus tuh.
  14. 4 Jam tidak terasa, tiba makan siang. Lanjutkan setelah Sholat Zuhr.

Bagi keluarga yang sudah mencoba, boleh sharing komentar anda di sini. Bagi yang belum, semoga ini menjadi alternatif pengisi liburan kali ini dan semoga bermanfaat. Ditunggu komentarnya.** (Mu Kim Ni)

Liburan 250 Rupiah?

Bagaimana dengan liburan Anda semua? Kita akan menginjak minggu ke-2 liburan panjang ini, masih bingung menentukan pilihan? Atau Anda masih belum mendapat izin cuti dari kantor? Mudah-mudahan Anda secepatnya bisa menemani buah hati Anda berlibur. 

Saya tertarik dengan survey yang diadakan oleh sebuah harian ibukota baru – baru ini. Koran ini mewancarai secara random 20 anak muda di jalan raya mengenai jumlah museum di Jakarta dan apakah mereka pernah mengunjunginya. Surprisingly, tidak ada satupun yang berhasil menjawab dengan tepat jumlah museum tersebut dan hanya sedikit sekali yang pernah mengunjunginya dan tahu dengan betul namanya.

Dan pada hari ini, di Harian Kompas ada sebuah artikel keluarga mengenai “Liburan 250 Rupiah”. Artikel ini mengajak kita yang prihatin dengan kenaikan BBM yang mengakibatkan naiknya harga kebutuhan pokok dan menurunkan purchasing power keluarga.

Nah, untuk mensiasati kesulitan ini, dan tetap bisa menikmati liburan artikel ini mengupas biaya masuk museum yang super murah. Seperti yang kita ketahui bahwa tiket masuk museum dan tempat bersejarah umumnya sangat murah. Di Museum Nasional Jakarta, misalnya, karcis masuknya hanya Rp. 750,- untuk umum dan Rp.250,- untuk pelajar.

Di samping prihatin dengan purchasing power yang semakin menurun, mengunjungi museum juga memberikan nilai baru bagi anak-anak. Kita seharusnya cukup prihatin dengan kecintaan anak-anak kita terhadap sejarah bangsa dan negara ini. Apakah museum hanya wajar dikunjungi oleh turis manca negara saja? Apakah Shopping Mall sudah menjadi pengganti Museum yang wajib dikunjungi oleh kita sekeluarga?

Siapa bilang Museum tidak asyik?

Sekolah anak kami, SDIT Fajar Hidayah baru-baru mengadakan kunjungan ke Museum Zoologi di samping Kebun Raya Bogor, dan Layyin adalah salah satu murid yang wajib pergi. Kami sedang mencari waktu yang tepat di liburan ini untuk sekeluarga pergi ke sana karena sepulangnya Layyin dari kunjungan tersebut, tak henti – hentinya dia mempromosikan dan menceritakan isi Museum kepada kami.

Dia masih tidak terima penjelasan saya ketika dia bertanya mengapa tidak boleh memotret jika berada di dalam museum. Karena tanpa foto, dia tidak bisa banyak bercerita. Maka dari itu, dia berkali – kali mengajak kami sekeluarga ke sana. Ehmmm, it’s already included in the budget this second week.

Selain itu, ada juga beberapa museum yang menawarkan pengalaman kreatif seperti Museum Tekstil di Jalan Aipda KS Tubun yang menawarkan kursus membatik. Ada biaya tambahan untuk itu, satu paket kursus membatik Rp. 200.000. Tapi untuk kursus singkat seperti saputangan, dikenakan biaya Rp. 35.000 untuk pengunjung lokal dan Rp. 75.000 untuk turis asing. Wah asyik juga kursus membatik, bisa jadi peluang usaha buat anak-anak di rumah.

Museum Fatahillah juga menarik untuk dikunjungi, ada 23.500 koleksi benda bersejarah disana. Antara lain ada meriam Si Jagur, pembatas ruang, patung Hermes, pedang eksekusi tahanan zaman VOC dan lukisan Gubernur Jenderal VOC Hindia Belanda dari 1602 hingga 1942. Asyik untuk keluarga yang punya anak-anak SMP, SMA apalagi anak laki-laki yang umumnya suka perang-perangan.

Untuk mengetahui alamat lengkap museum – museum di Jakarta, bisa dijumpai di www.budayajakarta.com.

Selain museum, ada ide yang tak kalah menarik yaitu mengunjungi mesjid-mesjid yang megah dan cantik diseputar Jabodetabek.

Mesjid Kubah Emas di Depok yang fenomenal layak dikunjungi, minimal shalat jamaah satu waktu disana akan menimbulkan kebanggaan kita sebagai Muslim. Kemudian Mesjid Istiqlal yang menjadi Mesjid Resmi Negara di Jakarta Pusat, Mesjid Jami’ Kampung Baru di Jalan Bandengan Selatan – yang konon katanya punya mimbar paling indah, Mesjid At-Tin di TMII yang mempunyai kenangan sendiri terhadap Ibu Negara Tien Soeharto (almarhumah), atau Mesjid Raya Pondok Indah di Pondok Indah.

Yang paling asyik adalah masuk mesjid ini tidak perlu bayar sama sekali tetapi jika lihat Kotak Amal, jangan pikir dua kali untuk memasukkan uang sedekah kita. Coba yuk…** – (Mu Kim Ni/Anik)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.