Archive for July 26th, 2008|Daily archive page
Mengelola keuangan keluarga ~ review
Apa kata kawan-kawan sesama blogger tentang keuangan keluarga? Berikut beberapa cuplikan dari berbagai blog atau website:
Pengusahan kawakan ini mengutip artikel yang dimuat oleh Harian Republika di websitenya:
Palgunadi yang juga Presiden Komisaris Hijrah Institute mengatakan, bagi keluarga muslim, sudah saatnya keuangan keluarga dikelola secara Islami. Sebab, dengan kebutuhan yang makin kompleks, dibutuhkan sebuah sistem yang mampu membentengi seorang muslim dari sifat-sifat yang kurang bermanfaat seperti pemborosan. “Dengan kebutuhan yang kompleks sementara pendapatan terbatas, maka pengaturan keuangan sangat penting guna menghindari hal-hal terburuk,” ujar Palgunadi.
Ahli Ekonomi Islam muda dari SEBI ini memanage sebuah blog yang sangat lugas dan lengkap mengupas berbagai aspek dari Ekonomi Islam dan Muamalah. Diantara tulisan yang sangat beragam, tulisan tentang Zakat sangat informatif dan memberi pencerahan bagi pembaca yang ingin lebih mendalami tentang kewajiban Zakat.
“…Pendapat jalur tengah yang menurut penulis lebih maslahat yaitu mengeluarkan zakat dari bruto dengan mengacu pada pendapat tentang nishab yaitu pertanian siap saji atau nishab minimum Rp. 2.612.000 dengan asumsi harga beras Rp. 4.000,-. Atau pendapat dengan nishab emas dengan ditambahkan factor kebutuhan hidup standar PBS sehingga nilai nishabnya adalah Rp. 2.632.485 atau dibulatkan menjadi Rp. 2.633.000,-”
Praktisi perbankan syariah yang sangat aktif dalam diskursus Ekonomi Islam, baik melalui Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) maupun tulisan-tulisan. Salah satunya membahas pentingnya pengaturan keuangan keluarga.
“…Sebuah perencanaan keuangan baik pemasukan maupun pengeluaran yang bebas dari bunga yakni perencanaan keuangan yang lalulintas transaksi keuangannya memakai system perbankan syariah. Dengan memakai system perbankan syariah sebuah keluarga bisa membuat perencanaan keuangan yang lebih pasti dibandingkan dengan memakai system bunga.”
Kalau Anda punya link lain yang layak ditampilkan, silahkan mengisi kolom Komentar di bawah ini.
Menabung – Bank Syariah atau Konvensioal?
Jawabannya pasti yang Syariah dong!
Apa alasan yang menyebabkan pilihan Anda ke Syariah masih mengganjal? Saya fikir alasan-alasan nya tidak akan jauh dari beberapa aspek berikut:
- Kenyamanan – Bank lain dekat dengan kantor, rumah, ATM nya banyak, gaji dari kantor, dst.
- Fasilitas nya banyak – Internet banking, SMS, Phone, transfer, etc.
- Ada undian berhadiah – apa iya?
- Bunga (yang lumayan) – hmmm…masih ada? dengan inflasi Indonesia hampir 10%?
- dll.
Kalau boleh saya sampaikan, hampir semua kelebihan yang menjadi penyebab Anda membuka tabungan di bank (konvensional) juga sudah tersedia di bank syariah. Nggak percaya?
Mari kita lihat fitur yang ditawarkan oleh hampir semua bank syariah:
- ATM - Bank Muamalat bisa pakai ATM BCA secara bebas biaya; BSM co-sharing dengan ATM Mandiri; dan Unit Usaha Syariah BNI, BRI, Niaga, atau Danamon – ATM nya bisa memakai bank ATM induknya
- Jaringan kantor – dengan peraturan BI yang membolehkan produk syariah ditawarkan di cabang non-syariah (office channeling), praktis jaringan palayanan produk perbankan syariah semakin luas (terlepas dari masih ada yang mempersoalkan ‘kesyariahan’ kebijakan ini)
- Phone atau Internet Banking – saya sudah hampir dua tahun mempergunakan fasilitas ini dari Bank Muamalat dan BNI Syariah, dan Alhamdulillah selama ini tidak ada masalah yang berarti.
- Fasilitas Belanja - semua ATM produk bank syariah sudah menawarkan fasilitas Debit (baik MasterCard, Visa Electron atau Debit BCA)
Namun, kalau yang diinginkan adalah undian berhadiah mobil atau rumah atau bunga, pasti nggak akan ada. Tapi apakah itu sebab Anda menabung?
Namun kalau memang hadiah yang menjadi motivasi Anda, setidaknya ada Bank Muamalat yang menawarkan hadiah Umroh untuk produk Shar-e nya. Saya sendiri kurang setuju dengan program hadiah ini, namun barangkali itulah realitas dan preferensi masyarakat kita sekarang. Dan bank mungkin tidak bisa memikirkan cara lain untuk mensiasati pasar yang masih belum sepenuhnya terdidik ini.
Untuk return bagi hasil atau hibah-nya, rata-rata semua produk simpanan bank syariah sudah cukup kompetitif dengan bunga konvensional. Namun saya yakin tidak banyak sebenarnya nasabah yang mengharapkan imbalan dari tabungannya. Dalam perbankan modern, tabungan lebih sebagai alat pembayaran dan transaksi yang nyaman serta mudah. Dan ini semua tersedia di produk-produk perbankan syariah.
Jadi segera ke bank yang ada logo IB (Islamic Banking) ini:
Anda punya pandangan lain?
Comments (1)
Comments (1)